3-Pulang bareng

795 233 823
                                    

Kamu adalah luka yang aku suka.

-Nara Pramudita Nareswari

____

Parkiran di buat heboh oleh Rama yang mengantarkan Nara pulang. Untuk pertama kalinya seorang Rama dekat dengan cewek bahkan mengantarnya pulang. Dari hal itu, menyebar rumor bahwa Nara dan Rama diam-diam berpacaran.

"Rama gue boleh peluk lo enggak?" Tanya Nara saat sudah di atas motor Rama.

"Enggak!" Sahut Rama penuh penekanan.

"Kan biar aman Rama!" Rengek Nara.

"Pegang pundak gue kan bisa!" Sahut Rama kesal.

"Gak mau, berasa di boncengin abang ojol daripada pacar!"

"Inget, gue bukan pacar lo!" Peringat Rama.

"Kalo masih berisik, gue turunin nih!" Ancam Rama.

"Yaudah deh." pasrah Nara dengan menekuk bibirnya.

"Lihat aja besok-besok, pasti lo yang peluk gue duluan!"

Rama tak menggubrisnya dan langsung menancap gas dengan cukup kencang. Rama ingin cepat-cepat sampai ke rumah sakit untuk menemui ibunya. Rama sudah begitu rindu.

"Rama gue boleh nanya?!" Tanya Nara sedikit berteriak.

"Itu lo udah nanya!" Sahut Rama kesal, ia tipikal orang yang tidak suka basa-basi

Nara terkekeh pelan. "Eh iya juga yah"

"Rama udah pernah pacaran?" Tanya Nara dengan sedikit memajukan wajahnya ke Rama.

Rama mendengus kesal, risih dengan posisi wajah nara yang begitu dekat. "Mundur dikit!"

"Cantiknya kelewatan ya?" Tebak Nara tersipu malu.

Rama bergidik ngeri melihat kaca spion. "Pede banget lo!"

"Lah kan emang gue cantik!" Ucap Nara kepedean tingkat dewa.

"Iya kan Rama?"

"Rama jawab ih!"

"Up to you!" Sahut Rama galak.

"Rama pernah pacaran?" Tanya ulang Nara.

"Enggak." sahut Rama jujur.

"Berarti gue yang pertama dong!" Ucap Nara tersenyum lebar.

"Lo bukan pacar gue Nara!" Peringat Rama sangat kesal.

"Sekarang emang masih calon pacar. Pasti besok-besok jadi pacar kok!" Tegas Nara.

"Amit-amit!"

"Hah? Aamiin-Aamiin!"

"Semoga kita jodoh, Aamiin."

Rama menghela napas panjang, sepertinya cewek ini tidak bisa menerima realita.

"Rama boleh nanya lagi?"

Nara menganggukan kepalanya. "Oke, diam berarti iya."

"Rama pernah nganterin cewek pulang?" Tanya Nara.

Rama berpikir sesaat, ia tidak pernah mengantar cewek pulang selain Nara. Ini pertama kalinya ia dekat dengan cewek bahkan mengantarnya pulang. Tapi Nara tidak perlu tahu, nanti dia bisa baper.

"Pernah" Sahut Rama tidak sepenuhnya berbohong karena ia pernah mengantar kakak perempuannya.

"Siapa Rama?!" Tanya Nara kaget, bahkan kini senyum cerianya memudar.

NARAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang