PRIA ITU...

58 5 0
                                                  

🎶que chimba ~ maluma🎶 nggak nyambung si emang sama part ini. Cuma gue suka aja sama lagu barunya Bebep Londo.

Oh ya para readers ketche ku.
Stay safe ya
Jangan panik ya
Tetep positif thingking Okey 👌🏻
Percaya sama Tuhan,bahwa Ia pasti akan mengambil kembali tentaranya bernama corona. Secepatnya. Aamiin

Happy Reading 😊

*****

Disaat Naisyila tengah terduduk di kursi tunggu depan UGD,ia merasakan jika panggilan alam menghantuinya sekarang. Gadis itu pun segera bangkit berdiri dan segera berlalu menuju toilet terdekat.

Setelah beberapa menit,akhirnya gadis itu keluar dari bilik salah satu toilet dan berniat mencuci tangannya di depan wastafel dengan cermin besar dihadapannya, namun sebelum ia melakukan niatannya itu, Naisyila memutuskan untuk berteriak terlebih dahulu.

"Aaaa. Kok muka gue asem banget!!" tanya Naisyila terkejut tepat didepan cermin besar itu.

Gadis itu memandang dirinya yang benar-benar tampak kacau. Wajahnya terdapat bercak darah dibeberapa titik,krudung lebarnya melenceng dari jalur yang seharusnya,dan gamis cerahnya terlihat kusut dengan noda kotoran jalan dan darah dimana mana.

"Ya Allah. Miris banget tampilan gue. "

Meski dengan gerutuan yang tak pernah berhenti keluar dari mulutnya,gadis itu tetap membersihkan tampilannya dengan air dan tisu yang berada di dalam toilet tersebut.

Setelah dirasa penampilannya cukup baik,gadis itu pun memutuskan untuk keluar toilet. Menuju ruangan UGD yang masih ditempati oleh pria yang bernama Lucky. Korban kecelakaan yang ditolongnya tadi.

Di tengah perjalanannya,Naisyila merasakan ponselnya bergetar dengan disertai deringan panjang. Menandakan ada seseorang yang menghubunginya.

Dengan masih mempertahankan jalannya,Naisyila merogoh saku gamisnya dengan menunduk dan melihat siapa yang menelphone nya. Terpampanglah jelas nama 'Bang Rizwan' dilayar ponsel miliknya.

Gadis itu mengerutkan dahinya bingung begitu melihat nama sang penelphone,namun tak urung membuatnya menerima panggilan itu.

"Assalamualaikum, Arunni" Suara merdu Rizwan melalui telphone menyambut Naisyila begitu saja.

"Waalaikumsalam,Bang"

" Apa kabar ,Arunni?"

"Alhamdulillah,aku baik,Bang. Bang Rizwan sendiri gimana kabarnya?"

"Saya juga baik. Sama seperti kamu yang berkata baik." Kali ini Rizwan menjawabnya dengan diakhiri kekehan kecil,membuat Naisyila tersenyum tipis karenanya.

"Alhamdulillah kalo begitu Bang. Ngomong-ngomong ada apa ya Bang Rizwan nelphone aku?"

"Memangnya kalo saya menelphone kamu harus ada sesuatu yang penting saja?" Tanya Rizwan dengan nada sedikit jail.

" Bukan seperti itu,Bang. Hanya saja tumben sekali Bang Rizwan ngehubungin aku" jawab Naisyila dengan sedikit tak enak hati.

"Ahh saya hanya bercanda,Run. Ngomong-ngomong minggu ini kamu ada waktu fre? " tanya Rizwan diseberang sana dengan nada suara yang terdengar kurang yakin.

Naisyila pun mengerutkan keningnya sebentar sebelum menjawab. Mengingat-ngingat kembali schedule miliknya minggu ini.

"Kayaknya si hari selasa ini aku fre" Jawabnya dengan masih memasang wajah berfikirnya.

"Eh tapi nggak juga,Bang. Soalnya jam 11 aku ada acara buat bagi-bagi makanan untuk kaum duafa" sambungnya cepat setelah ia benar-benar mengingat dengan baik schedule nya minggu ini.

EVERYTHING TO ME Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang