• 9. Pembukaan yang Mulus •

449 62 2
                                    

Happy Reading😊

Hari mulai sore dan tugas pun hampir diselesaikan. Rasa letih dan lelah telah menyelimuti diri orang-orang ini. Namun, tak ada satupun ucapan mengeluh dari bibir mereka. Dan tentunya tak akan akan menjadi penghalang untuk mereka melaksanakan tugas ini.

Tempat telah dipersiapkan dan juga game untuk outbond sudah terpasang. Hanya tinggal satu tugas yang belom dilaksanakan. Yaitu, menempatkan bintang-bintang untuk kegiatan game cepat dapat dimalam besok saat kita kemping.

Dan para siswa tidak diperbolehkan untuk mengerjakan tugas itu, agar besok mereka dapat ikut dalam permainan ini.

"Adik-adik silahkan berkumpul di sini," perintah Kak Indah.

Raka, Ara, dan delapan temannya segera berkumpul di depan Kak Indah.

"Kakak sangat berterimakasih kepada kalian, karena telah meluangkan waktunya untuk dapat membantu mempersiapkan Kegiatan ini,"

"Iya kak, sama-sama. Kami juga senang dapat ikut serta membantu untuk mempersiapkan ini" Jawab Leni selaku sukarelawan dari SMA HARAPAN yang telah ikut serta membantu kegiatan ini.

"Saya juga ucapkan terimakasih atas, kerjasama yang baik antara Raka dan Ara selaku ketua dari masing masing organisasi yang berperan paling penting di kegiatan ini." Raka dan Ara tersenyum kaku mendengar nama mereka disebutkan.

"Iya kak sama-sama, kami juga berterimakasih atas bantuan dari kakak kakak untuk membimbing kami di kegiatan ini," ujar Raka dan di angguki serta diberi senyuman dari kak Indah.

"Karena semua nya udah beres tinggal menunggu pembina yang lain selesai menyiapkan dan menyembunyikan bintang untuk kegiatan game besok, kalian boleh istirahat. Dan ini ada sedikit makanan dari kami. Kalian juga boleh jalan-jalan di sekitar sini. Dengan catatan pukul 15.00 sudah harus berkumpul disini tidak boleh jauh jauh. Jadi kalian punya waktu tiga jam setengah untuk berjalan-jalan. Dan ingat, hanya di areal sini saja mengerti."

"Siap kak kami mengerti, terimakasih kak."

Ara tak memiliki teman dekat selain Ifa, maka dari itu ia memilih untuk berjalan-jalan di sekitar daerah tersebut.

Ara mendengar suara aliran air yang tak jauh dari tempat ia berdiri. Dengan wajah sumringah Ara mengikuti suara air yang di dengarnya itu. Sungai dengan bebatuan besar terpampang indah didepannya. Jika saja di sini ada Ifa, sudah pasti gadis itu tak mau jika harus duduk di pinggir sungai. Ia akan memilih bermain dengan jernihnya air yang ada dihadapannya ini.

Duduk di pinggir sungai menikmati suasana sambil menikmati jajanan yang telah dia bawa dari rumah. Ah sudahlah Ara sendiri tak bisa mendeskripsikan keindahan ini semua.

*****

Di sisi lain, Raka yang tadi hanya duduk santai dengan earphone terpasang di telinganya, kini harus menahan kesal sebab, Yoga memaksa agar Raka mau mengantarkan dirinya ke toilet.

Lama berjalan, akhirnya mereka berdua menemukan toilet yang kata warga memang sengaja dibuat karena, tempat ini sering dijadikan lokasi untuk kemah. Bosan menunggu Yoga, akhirnya Raka memilih untuk meninggalkannya dan berjalan tak tahu harus kemana.

Raka mendengar gemercik air dibarengi dengan tawa seorang gadis. Jujur saja bulu kuduk Raka telah berdiri tegak, namun rasa penasaran memaksa dirinya untuk mencari sumber suara tersebut.

Mata Raka menyipit kala melihat gadis cantik dengan jajanan yang memenuhi mulutnya. Entah dorongan dari mana, Raka sengaja mengambil ponsel dari sakunya untuk mengambil foto gadis itu, sebelum ia ketahuan.

Raka melangkah mendekati gadis yang belum melihat keberadaannya di sana. Dan–

Dor

Uhuk-uhuk

KETOS VS PRADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang