• 8. Perjalanan •

435 60 8
                                    

Happy Reading😊

Ara akan pergi ke sekolahnya pukul 05.30 namun, tak disangka Dia bangun kesiangan. Dan sekarang jam telah menunjukan pukul lima lewat sepuluh menit.

Ara bergegas untuk mandi. Sementara Ifa membantu Ara untuk menyiapkan tas, dan Sandwich untuk sarapan mereka berdua.

Tak lama kemudian Ara keluar dari kamar mandi dan langsung menyisir rambunya, tak lupa ia memakai make-up seperlunya agar tak terlihat pucat.

"Ra, ini sandwich nya makan dulu." Ara bergegas mengambil sandwich di meja makan dan memakannya dengan tergesa-gesa.

"Pelan-pelan Ra, nanti lo keselek." Ara tak menghiraukan ucapan Ifa, Ia langsung bergegas memakai sepatu.

"Uhuk-uhuk Fa tolong ambilin minum di samping lo dong." Dan benar akhirnya Ara tersedak.

"Makanya kalau dibilangin itu dengerin." Ifa memberikan segelas susu kepada Ara.

"Iya-iya bawel, sekarang tugas lo anterin nona Ara dengan selamat sampai sekolahan," pinta Ara dengan candaan.

"Iya udah ayo cepet." Ifa bergegas mengambil kunci mobilnya dan berjalan menuju bagasi rumah Ara.

Ifa mulai menghidupkan mobilnya, namun mobilnya tidak mau menyala.

"Yah, mogok kayaknya Ra. Gimana ini?"
Ifa memandang Ara yang telah panik saat ini

"Lah, terus gue gimana? Mana waktunya udah mepet lagi tinggal 10 menit lagi." Ara keluar dari mobil Ifa dengan pandangan bingung.

"Yaudah deh Fa, gue naik angkot aja," putus Ara.

"Maaf ya Ra gue gak tahu kalau mobilnya bakal mogok. Yaudah lo hati-hati ya. Kalau ada apa apa kabarin gue." Ara mengangguk dan bergegas berangkat.

Sudah 5 menit lebih Ara menunggu angkot, namun hasilnya nihil.

Disisi lain Raka hari ini memutuskan untuk mengendarai mobil sendir, karena ia tak mau jika harus berdesak-desakan di dalam bus nanti.

Saat Raka mengendarai mobilnya, Dia melihat sosok dengan tas ransel merah menggantung di punggungnya.

"Ngapain gadis masih disini," gumam Raka dan langsung menghentikan mobilnya dihadapan Ara

"Lo ngapain masih nunggu disini?" tanya Raka.

"Kepo" jawab Ara ketus.

"Eh, sombong amat lo." Ara hanya tak memperdulikan omongan Raka.

"Dasar, ketos gila," gumam Raka pelan.

"Gue denger bego!" Ara menjawab dengan sedikit penekanan pada kata BEGO.

"Santai kali mbak."

"Mau bareng gak?" tanya Raka lagi.

"Gak usah, makasih" jawab Ara singkat.

"Yakin gak mau? yaudah." Ara melirik jam tangan nya yang sudah menunjukan pukul 05.30 dan akhirnya dia memutuskan untuk menerima ajakan Raka.

"Iya deh gue mau." Ara langsung memasukan tas nya ke bagasi mobil dan dia segera masuk ke dalam mobil Raka bagian penumpang.

"Gue bukan supir lo!"

"Tadi lo yang nawarin buat bareng, sekarang malah gini. Ikhlas gak sih lo ngajak gue barang!" Bentak Ara dengan kesalnya.

"Duduk di samping gue, karena gue bukan supir lo!" Ara menghembuskan nafas kasar, namun tetap menuruti perintah Raka.

Sampainya di depan sekolahan, Ara dan Raka merasa bingung karena bus yang seharusnya membawa mereka sudah berangkat.

"Assalamualaikum kak," salam Ara.

...

"Ini saya udah di sekolahan sama Raka, kok busnya gak ada?" tanya Ara pada Kak Indah di sebrang sana.

...

"Yaudah gapapa kak, makasih kak , Assalamualaikum."

Ara mematikan sambungan telepon dengan Kak Indah. Dan moodnya sangat ancur karena Ia harus berangkat bersama cowok gila di samping gue ini.

"Gimana?" tanya Raka menatap Ara yang tak kunjung berkata.

"Apanya?" Bukanya menjawab Ara malah nanya balik ke Raka.

"Kata Kak Indah apa?" tanya Raka lagi, memperjelas pertanyaannya.

"Oh, tadi kapasitas busnya penuh, karena mereka juga mengundang 5 anggota Pramuka untuk membantu kita. Nanti Kak Indah share log ke lo," jawab Ara menjelaskan.

"Kalau itu gue udah tahu, makanya gue pakai mobil sendiri." jawab Raka.

"Lha terus kalau udah tahu ngapain nanya?" tanya Ara ketus.

"Kan gue nanyanya, kata kak Indah lo harus gimana?" Raka mulai letih menjelaskan kepada Ara.

"Gue disuruh bareng sama lo lah. Gimana lagi?" jawab Ara dengan muka malas.

"Kalau gue gak mau gimana?" tanya Taka dengan wajah dinginnya.

"Ya bodoamat, gue juga akan tetep disini sekalipun lo ngusir gue." Raka yang sedari tadi menahan tawanya kini tak sanggup ia bendung.

Selama di perjalanan, tak ada satu dari mereka yang membuka suara. Dan entah dorongan dari mana Ara mulai memejamkan matanya dan tertidur lelap.

Raka menghentikan mobilnya di salah satu Pertamina.

Diam-diam Raka memandangi wajah gadis disampingnya yang telah terlelap dalam mimpinya.

"Cantik" Tanpa sadar kata yang tak pernah keluar dari bibir pria dingin seperti Raka akan keluar hanya karena memandang gadis yang berstatus musuhnya itu.

Akhirnya setelah 4 jam dalam perjalanan mereka pun sampai di tempat yang di tuju.

Raka menatap gadis itu, tak tega membangunkannya.

"Lo kalau tidur gini tenang banget beda lagi kalau bangun nanti," ucap Raka.

Raka berniat membangunkan Ara dengan cara yang tidak biasa. Ia menekan klakson mobilnya dengan keras.

Pimmm...

Ara yang mendengar suara keras tersebut, lantas membuka kelopak matanya.

"Ih, apaan sih berisik banget," omel Ara dengan suara khas orang bangun tidur.

"Dasar Kebo." Ara mulai memperhatikan sekelilingnya.

"Yaudah mending lo turun sekarang aja deh," ucap Raka dengan nada seperti mengusir.

"Emm oke," jawan Ara tak kalah ketus.

Ara turun dari mobil Raka, dan mulai membuka bagasi mobil Raka, untuk mengambil tas nya.

Raka pun ikut turun dari mobilnya, Ia melihat Ara yang sepertinya kesusahan untuk membawa tas ransel nya pun menawarkan diri untuk membantunya.

"Udah biar gue aja yang bawa, lo tolong bawain botol minum gue aja nih." Raka menyerahkan botol minumnya ke Ara, dan langsung mencangklong tas Ara dan mengangkat tasnya menuju ke tempat berkumpul.

"Assalamualaikum Wr. Wb." Kak Andhik mulai membuka pertemuan kecil ini dengan salam.

"Waalaikumsalam Wr. Wb." jawan kami serempak.

"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada kalian yang telah hadir, untuk membantu mempersiapkan Kegiatan Kemping dan Outbond yang di laksanakan lusa," ucap Kak Andhik.

"Jadi kakak meminta Raka dan Ara untuk menjelaskan agenda Kemping dan Outbond yang telah di sepakati kemarin pada saat rapat." Raka dan Ara menjelaskan rangkaian agenda yang telah di rencanakan. Mereka juga membagi tugas kepada 3 relawan, dan 5 anggota pramuka, serta dengan bantuan kakak-kakak pembina.

_Tak ku sangka di balik ketengilanmu, terdapat kebaikan dalam dirimu_

Bersambung...

Terimakasih, telah meluangkan waktu kalian untuk mampir dan membaca ceritaku semoga kalian terhibur😃


***

KETOS VS PRADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang