04

98 18 1
                                                  

Terkadang berpura-pura tidak tau itu lebih baik, daripada
menunjukan ketauan kita malah membuat orang lain malu. ―KSeira.

֍֍֍֍

"Berikan aku vodka."

Seira melirik singkat pria yang kini mulai duduk didepan meja bartender. Iapun mengikuti si pria dan duduk disampingnya. "Aku wine saja."

Sang bartender tersenyum dan mengangguk, "Tunggu sebentar."

Saat minuman itu disajikan, Kakashi langsung menghabiskannya dalam sekali tenggak. "Berikan lagi."

TAK!

Kakashi meletakan gelas hingga menimbulkan bunyi.

"Lagi!."

GLEK!

"Lagi!"

GLEK!

"Lagi..."

"Cukup Kakashi." Seira menghentikannya dengan nada datar tanpa intonasi.

"Heeh... biarkan aku minum sepuasnya malam ini ―hik! " Kakashi mabuk, saudara-saudara...

Seira menghela nafas.

"Apa kau tau, kenapa Yahiko melakukan semua ini padaku? ―hik! " Kakashi menggerakan telunjuknya didepan wajah Seira.
"Padahal aku sudah memberikan dia fasilitas hidup mewah yang bahkan tidak ku berikan pada orang itu. ―hik! "

"Kau tau kenapa, hah?" Kakashi lalu mengetukkan telunjuk diatas meja. Sebelah tangannya ia gunakan untuk menopang dagu.
"Mungkin karena wanita bodoh itu mati saat melindungiku. ―hik! "

Kakashi kembali menoleh ke arah Seira. "Adiknya yang bodoh itu malah mati saat melindungiku! He he he..."

Seira tak merespon apapun. Wajahnya bahkan masih datar-datar saja meski telah menyesap beberapa teguk wine dalam gelas miliknya.

"Lucu, kan? Aku di lindungi oleh gadis bodoh, dan hari ini akupun dilindungi oleh wanita bodoh sepertimu. Hi hi hi..." Kakashi terkekeh.

"Kau yang bodoh!" Seira mendesis sambil melirik singkat pria disampingnya.

"Kenapa aku selalu diselamatkan oleh wanita? Padahal akhirnya mereka meninggalkanku sendirian." Kakashi menenggak minumannya yang terakhir.
"Ibuku... wanita itu... Rin... mereka meninggalkanku...." Kakashi menggumam, namun Seira masih bisa mendengar sebelum kesadaran Kakashi benar-benar hilang.

Fixed, Kakashi mabuk.

"Astagaaaa....  dosa apa yang hari ini ku lakukan, Kami-sama ?!" Seira mengurut kening, lalu mengeluarkan ponsel miliknya yang ternyata sudah mati karena kehabisan batre.

"Lihat, kan... ponselku ikut-ikutan sekarat.!" Setelah memasukan ponselnya kembali ke dalam saku, ia meminta bill minuman yang sudah dinikmati Kakashi.

Setelah membayarnya, Seira memapah Kakashi keluar dari bar dan membawanya ke dalam mobil. Kakashi tinggi dan berat, ia tentu saja kualahan. Tapi untung saja ia masih memiliki tenaga yang cukup.

Seira menolak bantuan bartender yang hendak membantunya memapah Kakashi. Aku bisa. Bukan kali ini saja aku memapah pria jangkung sepertinya.
Seira hanya tersenyum saat menolak bantuan si bartender dan bergegas menuju mobilnya.

"Jadi.... kemana aku harus membawa pria mabuk ini, eh?" Aku tidak mungkin meninggalkannya di hotel. Bisa-bisa muncul berita hot jika tertangkap media.

FRIEND ZONE (1st Friend Series)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang