• 7. Rencana Survei •

457 60 9
                                    

Happy Reading😊

Setelah rapat hari ini selesai. Ara dan Raka di panggil oleh pembina untuk menemui mereka.

"Permisi Kak, ada apa kakak manggil kami untuk kesini," ucap Raka dan Ara bersamaan.

"Silahkan kalian duduk dulu." Raka telah duduk terlebih dahulu bangku yang tersedia di ruangan itu. Sementara Ara menatap bangku yang telah terisi satu orang yang selalu membuat dirinya kesal itu

"Lho Ara belum duduk?" Lamunan Ara terhenti ketika Kak Indah datang dengan lembaran kertas yang ada di tangannya.

"Ara harus duduk di mana kak?" Kak Indah terkekeh mendengar kalimat yang diucapkan Ara dengan begitu polosnya.

"Lha itu di samping Raka masih kosong." Dengan malas Ara menurut dan duduk di samping Raka.

"Baik kak, jadi ada apa kakak manggil kami ke sini?" Tanya Ara kepada Kak Indah.

"Jadi begini, Kalian itu kan pimpinan di dua organisasi yang perannya sangat penting untuk kegiatan Kemping dan Outbond sekolah. Jadi Kakak minta kalian untuk ikut survei di tempat yang akan digunakan untuk acara itu. Bisa?" Kak Indah menjelaskan panjang lebar kepada Ara dan Raka

"Kalau boleh tahu kapan kak?" Kini giliran Raka yang bersuara.

"Besok pagi, jika tidak ada halangan. Kalau kalian bisa nanti kakak kabari lagi lewat WhatsApp. Bagaimana?"

"Siap kak, kami bisa," jawab Raka dan Ara dengan mantap.

"Saya harap kalian berdua dapat mengurus anggota kalian masing-masing agar kegiatan ini berjalan dengan baik," pesan Kak Indah.

"Jadi, besok pagi jam setengah enam, kalian udah harus ke sekolahan dan jangan lupa siapkan baju ganti. Karena kemungkinan besok kita akan membersihkan tempat tersebut" terang Kak Indah memberi arahan kepada Ara dan Raka.

"Siap kak, terimakasih juga atas bantuan dari kakak untuk kegiatan ini," ucap Raka.

"Semoga rencana kita berjalan seperti yang sudah di rencanakan, Amin ..." Ucap Ara.

"Amin ... Udah hampir magrib sekarang kalian pulang dan langsung istirahat jangan mampir main dulu," pesan dari Kak Indah

"Iya kak kalau begitu kami pulang dulu, Assalamualaikum." Ara dan Raka bangkit dari duduknya, dan kemudian bersalaman kepada semua pembina yang ada diruangan tersebut dan pulang.

Raka menuju ke Parkiran untuk mengambil motor vespa kesayangannya, dari kejauhan Raka melihat Ketua Osis yang tadi bersamanya sedang berdiri di pinggir jalan dengan mulut yang seakan tak mau berhenti untuk mengatakan keluh kesahnya.

Raka mengenhetikan motor dihadapan cewek dengan kuncir kuda itu.

"Ihh, kenapa hp gue harus mati sih. Mana udah jam segini, angkot pasti udah gak ada. Ifa juga, ngapain ninggal gue segala,"omel Ara dan belum menyadari keberadaan pria di depannya.

"Ehemm," deham Raka untuk mengode keberadaannya di sini.

"Ngapain lo di situ?"tanya Ara cuek.

"Kasihan nunggu angkot ya mbak?" Bukannya menjawab pertanyaan Ara, Raka malah kembali bertanya kepada gadis depannya dengan raut muka datar.

"Kalau niat lo cuma mau ngeledek gue. Mending lo pergi deh," kesal Ara.

Tanpa aba-aba Raka memberikannya helm-nya yang lain dihadapan Ara.

"Lo gak ada uang sampe harus gadein helm butut lo ke gue?!"ejek Ara dengan senyum sinis-nya.

"Mau bareng gak?" tanya Raka tanpa berniat membalas ejekan Ara.

KETOS VS PRADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang