• 6. Ternyata Dia? •

474 68 17
                                    

Happy Reading😊

Hari ini adalah hari sabtu, hari yang paling dinantikan oleh siswa-siswi yang belajar di SMA HARAPAN. Karena hari ini pulang lebih awal yaitu pukul sebelas siang.

Namun, tidak bagi Ara dan anggota OSIS yang lain. Mereka harus merelakan waktu istirahat dirumah mereka untuk pembinaan, seperti hari ini.

Setelah bel berbunyi, para siswa SMA HARAPAN, berhamburan untuk pulang. Ara dan Ifa masih duduk di bangku mereka untuk menunggu kelasnya sepi, karena Ara tidak suka berdesak-desakan.

Setelah kelas dan lorong kelas nya lumayan sepi, barulah Ara dan Ifa menuju Aula untuk kumpul Osis.

"Fa, lo duluan aja ke Aula gue kebelet nih, gue ke toilet dulu ya, Bay!" Ifa hanya mengangguk dan tersenyum melihat Ara yang lari menuju ke toilet.

Setelah Ara keluar dari toilet, Dia melihat ke arah jam tangannya.

"Gila!! Gue telat nih." Tanpa pikir panjang Ara langsung lari menuju ke Aula. Hingga Ara tak menyadari bahwa ada seseorang di depannya dan...

Ara memejamkan matanya dirinya pasrah jika harus mencium lantai. Tetapi dugaan nya salah, bahkan Ara merasa jika tubuhnya seakan melayang di udara.

Perlahan Ara mulai membuka matanya dengan ragu. Dan betapa terkejutnya Ara kala saat ini pria bernama Raka tepat berada di depannya bahkan memeluk pinggang nya agar tidak jatuh ke lantai. Tanpa sadar mata hazel Ara, bertemu dengan mata elang milik Raka.

"Ehem-ehem, kalau mau mesra-mesraan ingat tempat dong," Ara tersadar dan langsung mendorong dada Raka untuk menjauh darinya.

"Emmm... Apa... Anu lo ngapai di sini Fa, bukannya acara udah dimulai kok malah keluyuran aja." Terlihat dengan jelas jika Ara berusaha mengalihkan pembicaraan saat ini.

"HELLO!!! Gue ke sini juga karena lo kalik. Gue diminta Pak Handoko buat nyariin lo tapi lo malah asik-asikan pelukan sama hany Raka." Ara dan Rehan salah tingkah kala Ifa menyebutkan kara 'pelukan'.

"Lo berdua pacaran?" Ifa sedang mengintrogasi Raka dan Ara.

"Enggak!!" jawab Raka dan Ara dengan kompak.

"Cie kompak ... Lha terus ngapain lo berdua pelukan? Mana di sekolahan juga," tanya Ifa tak percaya.

"Udah ah yuk ke Aula udah telat nih." Ara langsung menarik tangan Ifa untuk menuju ke Aula agar masalah tak panjang.

"Ih santai ngapa Ra!! Sakit tauk tangan gue, lo narik gue apa narik kambing sih," protes Ifa dengan wajah cemberut.

"Lha emang lo kan mirip kambing Fa ... Hahaha..." Ara tertawa puas.

"Udah ah lo mah gitu." Ifa dengan cemberut  berjalan mendahului Ara.

Ara masih tertawa sambil mengikuti langakah Ifa menuju aula.  Saat Ra sedang berjalan, Ia merasa jika ada yang mengikutinya. Ara pun menoleh ke belakang. Dan ternyata orang itu adalah Raka.

"Lo ngapain ngikuin gue?" Ara bertanya kepada Raka.

"Ngapain juga gue ngikutin lo! Gue mau sana kalek," ucap Raka sambil menunjuk ke aula yang tak sudah dekat dari mereka berdiri..

Raka berjalan duluan mendahului Ara maupun Ifa.

Sampailah Ara dan Ifa di Aula yang sudah penuh dengan anak Osis. Ara langsung duduk di kursi yang telah di sediakan.

"Oke semuanya udah hadir?" tanya pak Handoko kepada semuanya.

"Sudah pak..." jawab serempak.

"Ara sudah hadir?" tanya pak Handoko lagi.

"Sudah pak, maaf tadi saya sedikit terlambat karena saya ke toilet dulu," jawab Ara sekaligus memberi penjelasan kepada semuanya alasan mengapa dia terlambat kumpul.

"Iya, sudah gak apa-apa yang penting sekarang sudah lengkap semua. Jadi begini, maksud dan tujuan bapak mengumpulkan kalian semua di sini tepatnya di Aula ini untuk memberi tahu bahwa Sekolah kita, akan mengadakan kemping sekaligus Outbond," tutur pak Handoko menjelaskan.

"Yeyy ..." sontak semua bersorak ria mendengar kabar yang membahagiakan dari Pak Handoko.

"Maaf sebelumnya pak, saya ada pertanyaan, yang ikut melaksanakan Kemping dan Outbond, itu semua siswa atau hanya satu angkatan saja?" tanya Ara kepada Pak Handt

"Seperti keputusan yang telah disepakati, pihak sekolah hanya memperbolehkan kelas 11 saja yang mengikuti acara ini. Jadi, selama tiga hari acara berlangsung kelas 10 dan 12 akan diliburkan," jelas Pak Handoko diangguki paham oleh Ara dan teman-teman yang lain.

"Dan untuk persiapan kegiatannya akan di serahkan kepada Osis dan juga Dewan Penegak Ambalan pramuka, jadi kita harus bekerja sama dengan pramuka Paham?" ucap Pak Handoko.

"Paham." jawab serempak.

"Untuk itu nanti setelah Dzuhur Para anggota Pramuka akan ke Aula ini untuk berdiskusi dan membahas agenda acara bersama kalian."

"Baik kak."

"Ara kamu bertugas dan bertanggung jawab atas anggotamu." Kata Pak Handoko seraya mendekati Ara.

"Siap kak akan saya laksanakan semaksimal dengan penuh tanggung jawab," jawab Ara dengan mantap nya.

Para anggota Osis telah menunggu Anggota pramuka datang dan ini saat nya Anggota pramuka datang ke Aula.

"Ara kamu ke depan untuk menyambut Para anggota pramuka," ucap kak Handoko, dan di angguki oleh Ara.

Para anggota Pramuka telah datang dan mengucapkan salam. Lalu Ara mempersilahkan mereka untuk duduk bergabung bersama anggota Osis.

Kak Heru dan Kak Indah selaku pembina Pramuka meminta Wakil Pradana pramuka untuk maju ke depan menggantikan Pradana Pramuka yang telah izin datang agak terlambat.

"Hay Ra," sapa Andrian

"Hey An, gak nyangka kita akan betemu lagi dalam rangka bekerja sama untuk membahas kegiatan di sekolah kita," Ara tersenyum kepada Andrian.

Saat mereka sedang memahas tentang agenda Kemping tiba-tiba, ada seseorang yang mengetok pintu dan mengucap salam.

"Assalamualaikum, permisi kak bolehkah saya masuk?" tanya seorang pria dengan seragam coklat muda sebagai atasannya.

"Waalaikumussalam, boleh kok silahkan masuk dan bergabung." Ara menyerutkan keningnya, ia merasa mengenali suara itu, tapi dimana? Dan akhirnya Ara mulai melihat laki laki itu, namun terhalang oleh siswa lain

"Oh, kamu Raka Pradana Pramuka kan? Silahkan maju ke depan untuk membahas bersama Ara si Ketua Osis."

Raka? Pradana? Apa Raka yang dimaksud Pak Handoko adalah Raka yang kemarin dihukum itu? Ah gak mungin.

Pria itu berjalan dengan penuh wibawa menuju ke arah dimana Ara dan Andrian berdiri. Ara diam mematung kala melihat seseorang yang ia kenali, ralat gak Ara tidak kenal tapi hanya tahu namanya saja itupun dari Ifa.

"Elo, ngapain lo ke sini Hah? Mau ngikutin gue lo ya?" Ara menunjuk Raka dan menuduhnya dengan yang tidak tidak.

"Ara cantik dia itu Pradana Pramuka-nya Ara," bisik Ifa pelan kepada Ara.

"Maaf gue gak tahu," ucap cuek tanpa menoleh ke arah Raka sedikitpun.

Ara dan Raka tetap profesional dalam menjalankan tugas mereka. Walaupun pertemuan keduanya berawal dengan kejadian yang tidak mengenakan, tapi jika mereka bertemu di dalam oraganisasi. Mereka tetap menjalankan tugas nya dengan penuh tanggung jawab.

Setelah rapat hari ini selesai. Ara dan Raka di panggil oleh Pembina Pramuka dan Pembina Osis untuk menemui mereka.

_Jangan sangkut pautkan masalah pribadi dengan kepentingan ORGANISASI_

Bersambung...

Hayo ngapain Para pembina Osis dan Pramuka meminta Raka dan Ara menemui mereka. Apakah ada masalah terhadap keduanya?

Terimakasih telah membaca ceritaku😊
Jangan lupa vote dan follow Erikajut_

KETOS VS PRADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang