I'M ALWAYS BY YOUR SIDE

51 4 0
                                                  

Para readers koeh yang keche keche 😘 gimana kabarnya semua?
Gue mau curcol ni dikit ma kalean semua. Nggak pp kan ? 😂

Gue itu lagi ngeri banget sekarang semenjak nonton berita mengenai si cantik nan ganas corona itu. Sumpah gue takut aja si corona itu bisa membuat bumi jadi makin parah kondisinya. Tapi tetep aja gue paling takut dan lebih lebih takut sama Tuhan. Gue berulang kali tajemin kalimat ini ke gue sendiri " Tuhan yang memberi,Tuhan pun yang mengambil" gue harap secuil kalimat itu juga bisa bikin kalian sedikit tenang. Oke udah lah ya segitu aja mungkin bermanfaat buat kalean.

Happy reading 🤗

🎵🎵🎵

"Syila. Kau yakin ingin berangkat sendiri?" tanya Sherlona memastikan.

Kini ke dua nya tengah bersiap-siap untuk berangkat menuju ke campus. Naisyila sibuk dengan isi dalam tas punggung hitam dengan merk ternama di sudut kamar. Sedangkan Sherlona lebih sibuk dengan polesan wajahnya di depan kaca lemari milik Naisyila.

"Aku yakin Sher. Kau tidak usah mengkhawatirkanku. Aku akan baik-baik saja" jawab Naisyila yang kini sudah beralih mencari sesuatu di samping nakas tempat tidurnya.

"Kau melihat buku ku yang berwarna merah maron?" tanya Naisyila kepada Sherlona seraya masih mencari sesuatu di atas nakas.

"Buku dengan sampul foto seorang anak kecil dengan ibunya?" tanya Sherlona menghadap ke arah Naisyila.

"Iya. Itu fotoku dengan ibuku dulu. Apa kau melihatnya?" Naisyila kini membalikkan badannya menghadap ke arah Sherlona yang juga tengah menghadap ke arah nya.

"Kalau tidak salah tadi aku melihatnya di meja depan sofa tv"

"Coba aku lihat dulu. Terima kasih Sherlona" ucap Naisyila kemudian segera menuju ke arah meja yang dimaksud Sherlona.

"Sama-sama"

"Akhirnya ketemu juga" seru Naisyila dengan menghembuskan nafas lega.

Gadis itu pun segera memasukkan buku yang ia maksud ke dalam tas punggung yang tadi di tatanya.

Setelah itu ke duanya segera keluar apartemen yang tak lupa Naisyila menguncinya dengan baik,sebelum berlalu turun ke loby untuk berangkat menuju ke campus dengan kendaraan masing -masing.

"Hati-hati ya Syil. " ujar Sherlona sesaat setelah ke duanya berada di parkiran gedung apartemen.

"Siap Sher. Kau juga hati-hati. " balas Naisyila.

Kemudian mereka menuju ke arah kendaraan masing-masing dan segera melajukannya menuju ke campus mereka. Naisyila dengan motor pink scoopy nya sedangkan Sherlona dengan mobil ferary berwarna silver miliknya.

*****

Naisyila menyenandungkan sholawat dengan pandangannya masih fokus ke arah jalan raya yang saat ini tidak terlalu ramai.

Gadis itu seperti tengah menikmati hembusan angin pagi hari ini dengan begitu khusyuk.

"Ya Nabi Salam 'alaika
Ya Rasul Salam 'alaika
Ya Habib Salam 'alaika
Salawatullah 'alaika"

Begitu terus berulang-ulang selama ia menyusuri jalanan kota Medellin pagi ini.

Hingga ketika Naisyila menghentikan sholawatnya,berniat menggantinya dengan bacaan asmaul husna.

Sebuah motor sport berwarna hitam tiba-tiba menyalipnya dengan sangat kencang kemudian disusul sebuah mobil lamborgini beberapa saat kemudian.

Motor Naisyila pun hampir saja tertabrak jika ia tak membelokkannya sedikit ke arah yang berlawanan.

"Astaghfirullah. Nantang mati pa ya tu orang. Bawa motor ama bawa mobilnya nggak baca Bismillah kali tu" gerutu Nasyila seraya masih mengendarai motornya yang kini mulai memelan.

EVERYTHING TO ME Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang