2-Karena terpaksa

973 267 857
                                    

Aku layaknya duri, jangan mendekat jika tak ingin terluka.

-Rama Aditya Pratama

____


"Rama tungguin!" Teriak Nara yang berusaha mengejar Rama.

Nara akhirnya bisa mensejajarkan kedua kakinya dengan Rama. "Rama kita romantis ya, di hukum berdua"

"Gue seneng banget di hukum berdua kayak gini, kalau perlu tiap hari juga gak apa-apa!

"Rama lo marah ya sama gue?"

"Rama tungguin gue!" teriak Nara yang kembali mengejar Rama yang meninggalkannya di belakang.

"Rama jalannya cepet banget sih?, Udah nyampe di perpustakaan aja" tanya Nara sedikit berteriak saat memasuki ruangan baca itu.

Rama tidak memperdulikan Nara, ia tak bergeming sedikitpun ataupun menolehkan kepalanya. Rama masih fokus membaca buku matematika yang sedang di pegangnya.

"Rama, gue boleh nanya gak?" Tanya Nara saat sudah berada di samping Rama.

"Gak" sahut Rama dingin.

"Oke, gue anggap boleh"

"Rama, Kok kita bisa satu sekolah ya? apa jangan-jangan kita di takdirkan untuk kembali di pertemukan" tanya Nara dengan mencolek lengan Rama.

"Kebetulan" sahut Rama seadanya.

"Jangan nyepelein kata kebetulan. Ingat, kata Fiersa Besari bahwa kebetulan itu takdir yang menyamar." Ucap Nara dengan kedua alis yang naik turun.

"Itu sih mau lo!" Sahut Rama galak.

"Liat aja nanti, lo pasti bakal suka sama gue!" Yakin Nara di atas rata-rata.

"In your dreams!"

"Kalo gitu, gue milih tidur aja supaya mimpi lo!"

"Sekalian besoknya jangan bangun-bangun lagi" sahut Rama sekenanya.

"Ih kasar, gak suka" ucap Nara dengan cengiran khasnya.

Dari posisi samping, Nara memandangi cowok yang sudah di taksirnya sejak SD. Ada perasaan senang yang luar biasa dalam diri Nara. Karena dalam 5 tahun perpisahan, akhirnya dirinya bisa kembali bertatap muka dengan cowok ini.

 Karena dalam 5 tahun perpisahan, akhirnya dirinya bisa kembali bertatap muka dengan cowok ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[Rama dari samping, ganteng banget.]


"Lo sekarang makin ganteng, makin tinggi, makin wangi, makin oke deh pokoknya!" Puji Nara terang-terangan.

"Jangan lama-lama liatin gue, nanti ileran!" Ucap Rama yang jengah akan tatapan memuja cewek di sampingnya ini.

"Salting ya gue liatin?" Tanya Nara dengan mengedipkan salah satu matanya.

NARAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang