• 4. Ketemu Lagi •

551 72 20
                                    

Happy Reading guys😊
.
.
.

"Namanya Reyhan, dia itu..."

Emang lagi manja, lagi pengen dimanja pengen berduaan dengan dirimu saja.

Tiba-tiba handphone Ifa bunyi. Dan tentu Ifa langsung bangun dari tempat tidurnya dan menjawab telvonnya.

"Halo... Maaf dengan siapa?"

...

"Ow salah sambung yaudah."

Ifa kembali ke tempat tidur, dan berbaring di sebelah Ara.

"Siapa Fa?" tanya Ara.

"Orang salah sambung," gumamnya.

"Jadi tadi gimana, cowok yang tadi siang itu siapa?" tanya Ara mengingatkan topik pembicaraan yang sedari tadi ia tunggu.

"Oh iya, namanya Reyhan, anak IPS 2. Biasalah Ra dia itu gebetan gue yang baru," jawab Ifa dengan malu.

"Cie... gebetan baru, ceritanya udah move on nih sama Dimas? Kok gak cerita sama gue?Kapan kenalnya? Ih gak asik deh lo!" tanya Ara berberondong.

"Iyaaa Ra maaf, gue baru kenal kok, dan gue udah move on dari Dimas kalek. Btw kok tadi siang lo kok bisa dihukum bareng Raka gimana ceritanya?" Tanya Ifa seraya duduk dengan tatapan serius yang dilayangkannya kepada Ara.

"Itu tadi kemarin pas mau kumpul OSIS, gue izin ke kamar mandi. Dan gue sengaja lewat belakang biar cepet gitu. Tapi malah, gue ketemu sama cowok gila yang jatuh dari pagar belakang karena telat masuk. Dan langsung aja gue laporin ke Bk, tapi Bu Siska ngira kalau gue juga salah. Alhasil gue terima aja deh hukumannya." Ara menjelaskan dengan sangat rinci.

"Ow gitu, gue kirain lo ketahuan ngapa-ngapain sama Raka. BUAHAHAHAHA!" jawab Ifa dengan dengan tawa jahatnya.

"Ih dasar lo ya Fa, ya kali gue sama dia, kenal aja kagak," elak Ara dengan wajah cemberut.

"Santuy kale Ra, Lagian kalIan cocok kok KETOS VS PRADANA, gue ikhlas lo tikung Ra," canda Ifa dilanjutkan tawanya.

"Apaan coba, gak lah, apaan coba tikung-tikung segala emang lo apanya dia, pacar? Bukan kan?"

"Emang bukan sih, tapi kalau Raka nya mau gue bisa apa. Lagipula siapa coba yang tega nolak seorang Raka. Udah ganteng, Pradana, putih, tinggi kayak oppa-oppa korea lagi," jawab Ifa langsung merebahkan tubuhnya.

"Udah gak usah dibahas, yaudah tidur yuk, besok kan jadwal piket kita. Lagian juga gak ada PR kan?" Ifa mengangguk.

*****

Disisi lain Raka memiliki kesulitan untuk memejamkan matanya, teringang dengan jelas memori kala dirinya bertemu dengan Ata tadi pagi.

"Cewek itu siapa sih... Nyebelin banget, cerewet, galak lagi tapi, kalau dipikir pikir cantik juga mana imut lagi," gumam Raka dengan senyuman.

"Ish, ngapain juga gue mikirin cewek sinting itu, gak bener kali ni otak. Udahlah mending gue  tidur aja kan besok, kan gue harus berangkat pagi buat nemui Pak Aziz," ujar Azka untuk mengalihkan pemikirannya terhadap gadis cantik eh galak itu.

*****

Keesokan harinya Ara bangun  pukul 04.15. Ara bangun lebih dulu dibanding kan Ifa. Dengan wajah bantalnya langsung saja Ara berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi. Setelah itu ambil air wudhu lalu melaksanakan Sholat Shubuh.

Setelah semua selesai Ara berniat membuat nasi goreng untuk sarapan. Ara terbiasa melakukan semuanya sendiri.Mami Ara  selalu bilang kalau kita masih sanggup ngerjain sendiri ngapain pakai pembantu.

KETOS VS PRADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang