Paid Stories Badge Paid Story
Ada 9 bab gratis lagi

1 | Awal Mula

96.1K 1.1K 39
                                                  


1 | Awal Mula


Seperti setiap hari lainnya, dia terlihat begitu rupawan.

Seperti setiap hari lainnya, aku—dengan, tentu saja, gadis-gadis lain di ruangan ini—memberinya tatapan singkat ketika dia berjalan dengan seorang temannya ke pintu kelas dan mengucapkan selamat tinggal padanya, sebelum bergerak menuju kelas di sebelahnya.

Seperti setiap hari lainnya, aku kembali mengalihkan atensiku pada Mrs. Samuels dan apa pun yang diucapkannya di kelas bahasa Inggris ini, segera menutup akses untuk segala pemikiran tentang Noah Archer dan seberapa mengesankan penampilannya tadi, karena aku masih memiliki prioritas lain.

***

Di hari Kamis pagi, ketika aku yakin itu bukan hari yang lain lagi.

Berita tentang orang tua Noah yang mengalami kecelakaan mobil semalam (kasus kecelakaan yang dibicarakan di televisi sepagian ini) menyebar seperti api di seluruh penjuru kampus. Rasanya akan sulit untuk melewatkannya, karena ​​kalau boleh jujur hanya itu yang dapat dibicarakan oleh semua orang, dan itu sangat menjengkelkan. Aku mengerti dia mungkin sedikit populer di sekitar kampus—oke, lebih tepatnya sangat populer—tetapi daripada bergosip tentang seseorang yang baru saja kehilangan orang tuanya, para mahasiswa di Redwood University sepertinya sangat harus mempertimbangkan dirinya untuk menemukan beberapa hobi baru.

"Apakah kau tahu apa yang terjadi?" Aku mendengar gumaman mereka.

"Kudengar dia lepas kendali." Sebuah suara bernada tinggi menjawab. "Apakah itu termasuk pintu kamar asramanya? Aku ragu kalau teman sekamarnyalah yang melakukannya. Aku dengar Noah menendangnya semalam."

"Yah, mana mungkin menyalahkannya, kan? Maksudku, orang tuanya baru saja meninggal."

"Ya, aku mengerti. Aku hanya ingin memberitahunya, kalau dia membutuhkan sedikit hiburan... aku selalu di sini untuknya."

Ya Tuhan, yang benar saja?

Aku membanting buku Psikologi di dekat pangkuanku dan sudah hampir siap untuk memberi gadis-gadis yang duduknya agak jauh di belakang bangkuku itu teriakan, tetapi sebuah tangan berayun dari sisi seberang kiriku dan meraih pergelangan tanganku di detik yang sama saat aku menghantamkan bukuku.

Aku melihat ke sisiku—pada sahabatku, Ella, yang hanya menggelengkan kepalanya. Aku hanya bisa menghela napas saat dia perlahan melonggarkan cengkeramannya di pergelangan tanganku.

"Aku tidak mengerti," gumamku padanya. "Orang tua seseorang baru saja meninggal. Bagaimana mungkin mereka bisa begitu tidak peka? Semua orang membicarakannya. Biar aku beri tahu sesuatu, aku tahu lebih banyak tentang semua rumor dan spekulasi yang mungkin terjadi tentang Noah Archer dalam menghadapi kecelakaan orang tuanya daripada materi ujian Psikologi hari ini dan aku sudah berusaha untuk belajar di sini selama hampir dua jam sekarang."

Ella tersenyum masam ketika dia mengangkat bukunya sendiri. "Aku bergabung denganmu di sini sekitar satu jam yang lalu, jadi ya, aku tahu apa maksudmu."

"Maaf," kataku. "Aku benar-benar stres tentang ujian ini."

Dia mendengus. "Riley, apa yang kau bicarakan? Kau begadang semalaman untuk belajar! Kau pasti akan lulus dengan mudah untuk ujian ini, bitch."

Aku sebenarnya memiliki sebuah topik yang masih harus dibahas sebelum kelas dimulai, tetapi aku tetap mengangguk.

"Sementara, aku ini di sisi lainmu..." Ella mengerang.

Hey, Noah (Edisi Bahasa Indonesia)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang