1-Cewek gila dan cowok dingin

1.1K 291 951
                                    

Aku berjuang layaknya hujan tapi kamu memilih berteduh guna menghindar.

-Nara Pramudita Nareswari

____


Rama memasuki rumahnya tak semangat, Rama langsung mendudukkan tubuhnya di samping sang ayah yang sedang menonton televisi bersama anak sulungnya. Sudah di duga, paling keduanya menonton siaran Indosiar 'suara hati istri' yang menjadi film favorit ayahnya.

"Tumben, lo pulang lemes banget?" Tanya kakak perempuannya yang bernama Indira.

"Hari ini capek" ucap Rama seadanya.

"Berantem sama pacar?" Tebak ayah.

Indira tertawa mendengar tebakan ayahnya. "Si Rama mana punya pacar yah, mustahil!"

"Loh kenapa?, Anak ayah kan cakep kayak ayahnya" tanya ayah heran.

"Rama gak suka cewek yah, Rama homo sama Naufal!" Celetuk Indira seenaknya dengan tertawa terbahak-bahak.

"Astagfirullah, bener Rama?!" Kaget ayah.

Rama melirik tajam kakaknya. "Engga lah yah, Rama juga masih normal!" Kesal Rama.

"Halah, di sentuh cewe aja marah apalagi pacaran. Gue gak pernah liat lo bonceng cewek tuh!" Sahut Indira tak mau kalah.

"Heh, gue mau fokus sekolah dulu ya, lagian gue belum nemuin cewek tipe gue!." Sahut Rama kesal, baru pulang sekolah sudah di sambut celotehan.

"Alasan klasik!" Teriak Indira.

"Maunya apa sih lo?" Tanya Rama to the point.

"Coba buktiin. Kalo lo gak homo, kenalin temen perempuan lo!" Tantang Indira seenaknya.

Kini keduanya diam, saling bertatap tajam satu sama lain. Memang keduanya tidak pernah akur, ada saja hal yang di perdebatkan.

"Hei kok berhenti?. Ayolah lanjutkan, ayah suka keributan ini!" Celetuk ayah di tengah keheningan. Bukannya melerai, ayah malah mendukung perdebatan ini.

Rama berdiri dari kursi "Rama capek, mau ke kamar"

"Indi juga"

DRTTTDRT

Baru saja Rama merebahkan tubuhnya di kasur, terdengar Deringan di ponselnya.

Rama menatap layar ponselnya, sebuah nomor tak di kenal menelponnya. Rama seketika merasakan aura buruk, tidak ada yang mengetahui nomor ponselnya kecuali keluarganya, beberapa teman satu eskulnya dan Naufal. Bahkan di grup kelas pun tidak ada yang mengetahuinya kecuali Naufal. Rama tidak suka membagikan nomornya jika tidak ada hal yang penting.

Rama me-reject panggilan tersebut.

Tapi sepertinya orang yang menelponnya itu pantang menyerah sebelum di angkat oleh pemiliknya.

Berbunyi 66 kali.

"Rama angkat teleponnya!" Teriak ayah dari kejauhan. Memang, Kamar Rama dan ruangan tengah berjarak sangat dekat.

'Sial, lupa di silent' batin Rama.

Akhirnya dengan beberapa pertimbangan, dengan berat hati Rama mengangkat panggilan dari nomor yang tidak di kenal tadi.

"Rama, akhirnya gue dapet nomor lo!" Ucap seseorang di seberang sana.

Kedua mata Rama membulat sempurna saat mendengar suara cewek gila itu. Kini, Keringat dingin bercucuran dari keningnya. Darimana cewek gila itu dapat nomor teleponnya?.

NARAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang