--

Great, ruang tamu apartemen Yoona sekarang terasa seperti kutub utara, bahkan rasa dingin itu rasanya sampai menusuk tulang Yoona. Siapa lagi penyebabnya jika bukan keberadaan dua manusia yang ada di hadapannya ini. Mimpi apa Yoona semalam hingga harus bertemu Eun Woo saat Sehun mengantarnya sampai ke depan pintu unitnya. Sebenarnya Yoona sudah menolak, namun tahu sendiri bagaimana keras kepalanya Sehun, ia tidak pernah menerima penolakan.

Dan disinilah mereka bertiga berakhir, Oh Tuhan mungkin sebentar lagi unit Yoona akan berubah menjadi wahana ice skating karena dinginnya tatapan Eun Woo pada Sehun begitu pula sebaliknya.

Mata Eun Woo menatap Sehun dingin dari atas ke bawah begitu terus selama beberapa menit. Sementara Sehun yang merasa tidak melakukan kesalahan dibuat sebal dengan tatapan dari pria yang Sehun asumsikan adalah adik Yoona. Sehingga ia juga mengeluarkan tatapan dingin juga pada Eun Woo.

Kenapa juga ibunya tidak ada di rumah sekarang, setidaknya jika ibunya ada di rumah, kedua pria ini tidak akan saling melempar tatapan ingin membunuh satu sama lain.

"Siapa dia?"

Bagus Yoona pikir mereka berdua mendadak bisu hingga tidak ada yang mengeluarkan suara, tapi Eun Woo yang pertama membuka suara.

"Dia--"

"Oh Sehun kekasih Yoona." Potong Sehun cepat.

"Yak, kau selalu memotong perkataanku." Yoona mendelik sebal pada Sehun.

"Oh jadi kau yang membawa noonaku hingga tengah malam? Berapa lama kalian menjalin hubungan hingga kau berani membawanya sampai tengah malam?" Eun Woo menatap Sehun nyalang, entah kenapa ia memiliki firasat bahwa pria ini hanya akan menyakiti noonanya. Dan jika itu sampai terjadi Eun Woo tidak akan tinggal diam. Mematahkan seluruh tulangnya atau menghancurkan wajah tampannya itu bisa menjadi pilihan terbaik untuk membuat perhitungan.

"Eun Woo cukup, bukankah sudah ku katakan untuk tidak ikut campur dengan urusan pribadiku." Yoona membuka suara

"Dan sudah berulang kali ku katakan padamu bahwa aku akan berhenti ikut campur jika kau berkencan dengan pria yang benar." Eun Woo menatap noonanya tajam. Seumur hidup ini adalah kali pertama Eun Woo menatapnya seperti itu, bahkan Yoona sampai dibuat merinding oleh tatapan adiknya itu.

"Aku tidak menghitung berapa lama tepatnya aku berkencan dengannya. Yang jelas dia aman bersamaku." Sehun

"Kau tahu aku tidak bisa percaya begitu saja padamu karena menurut pengalamanku noonaku ini akan menjadi sedikit bodoh jika sudah jatuh cinta. Aku tidak akan semudah itu mempercayai bahwa kau tidak akan membodohi noonaku."

Oh ingatkan Yoona untuk menyalakan pemanas ruangan sekarang, kedua manusia itu mungkin bisa membekukan seluruh apartemen Yoona sekarang. Yoona mengurut pangkal hidungnya untuk mengurangi pening di kepalanya itu.

"Kau baik-baik saja?"

"Kau baik-baik saja?"

"Kenapa kau mengikutiku?" Sehun

"Kenapa kau sok peduli dengan noonaku?"

"Dia kekasihku. Tentu saja aku berhak mengkhawatirkannya."

"Kekasih? Langkahi dulu diriku agar bisa menjadi kekasih noonaku."

"Berbaringlah dan akan ku langkahi dirimu." Jawab Sehun enteng.

Yoona ingin tertawa saat ini, yeah Yoona akui Sehun benar-benar seseorang yang selalu bisa membalikkan ucapan seseorang, bahkan seorang Im Eun Woo yang biasanya selalu menang dalam adu mulutpun dibuat tidak berkutik oleh Oh Sehun.
Sadarkan dirimu Yoona! Tidak ada yang lucu disini.

My Secret RomanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang