• 2. Pertemuan Pertama •

647 77 17
                                    

Happy Reading😊

Tiba tiba terdengar suara...
Bug
.
.
.
Pandangan mata Ara mulai teralihkan. Dan rasa penasaran mulai menyelimuti dirinya. Dengan perlahan Ara mendekati asal suara yang di dengarnya tadi.

Betapa kagetnya Ara, ketika seorang pria tengah meringis dan mengusap-usap lengannya.

"Lo ngapain disini? Oo... Gue tahu, lo pasti mau bolos kan?" Tanya Ara dengan tatapan garangnya seakan ingin menerkam laki-laki di depannya ini.

"Ngapain juga gue bolos. Gue tu di sini karena tadi abis cari angin aja. Siapa tahu anginnya ilang dan gue dapat nemuin, kan dapat penghargaan nantinya," jawab laki-laki itu dengan asal dan wajah yang mengesalkan.

"Apaan sih lo nggak jelas banget deh! Gini deh kalau lo emang cari angin, ngapain coba lo bawa tas segala?

Skakmat!

"E— ini— itu— Ta– tadi," jawabnya dengan gugup dan bingung.

"Ini Itu Ini itu yang jelas dong!" jawab Ara sedikit membentaknya.

"Jadi gini tadi itu gue telat, makanya gue lewat belakang biar bisa masuk gitu, paham." Tanpa banyak alasan akhirnya Raka berkata jujur kepada gadis di depannya ini.

"Eh tunggu lo harus ikut gue!!!" Ara mengejar cowok itu dan menarik cowok itu agar ikut ke ruang BK.

Sampainya di ruang BK Ara masuk ruangan yang sedikit menyeramkan itu, setelah mengucapkan salam. Dan jangan lupakan laki-laki yang masih menjadi tawanan Ara saat ini.

Setelah seorang guru menghampirinya, langsung saja Ara berniat menceritakan apa yang telah di lakukan laki-laki yang berada di sampingnya ini kepada Bu Siska, guru BK yang terkenal paling galak itu

"Ngapain sih lo ngajak gue kesini?" bisiknya ditelinga Ara dengan menatap nanar tangan yang masih dicekal gadis mungil ini. Coba saja kalau tidak dipegangi, pasti dia sudah melarikan diri sekarang.

"Udah deh lo diem aja," perintah Ara yang hanya diterima dengan lapang dada oleh pria itu.

"Permisi bu, maaf menganggu waktunya. Di sini saya ingin melaporkan sebuah peristiwa kurang mengenakan yang saya lihat ketika saya ingin pergi ke toilet. Tadi tanpa sengaja saya melihat ada seorang siswa yang manjat pagar belakang sekolah bu, kayaknya dia telat,'' terang Ara kepada Bu Siska.

"Eh, enggak kok bu saya gak telat," protesnya merasa tak terima dengan pernyataan yang keluar dari mulut Ara.

"Beneran bu saya lihat dia jatuh dari gerbang jadi bu," elak Ara lagi.

"Eh sayang kalau kita berantem jangan sampai bawa bawa BK dong yang." Mata Ara melotot mendengar celotehan dari cowok gila yang berada di sampingnya ini.

Apa katanya, sayang? Mendengar dia mengatakan dia mengatakan itu saja sudah membuat mata Ara seakan ingin keluar dari tempatnya.

"Lo gila ya gue aja gak kenal lo, main bilang sayang-sayang segala," bentak Ara dengan mengembas kasar tangan pria di depannya ini.

Dan terjadilah perdebatan diantara mereka berdua. Bu Siska yang melihat itu pun sontak membentak membentak kedua manusia yang berbeda jenis kelamin itu.

"KALiAN INI BISA TENANG GAK!!!" Ujar Bu Siska dengan tampang garangnya.

"SEKARANG KALiAN BERDUA SAYA HUKUM UNTUK MENYAPU LAPANGAN UTAMA SETELAH PULANG SEKOLAH!" Perintah beliau.

"Tapi bu saya kan gak salah dia yang salah bu," tunjuk Ata kepada pria itu.

"Kalau kalian gak mau. Hukumannya akan saya tambah! Mau?" Keduanya menggeleng.

"Dan sekarang kembali ke kelas kalian masing-masing. Dan ingat laksanakan dengan baik hukuman yang ibu berikan tadi."

"Baik bu akan kami laksanakan" jawab mereka berdua kompak.

"Kalau begitu kami permisi dulu bu, terimakasih," pamit cowok itu dan langsung meninggalkan Ara di ruang BK.

"Ara, kamu itu ketua osis ngapain kamu pacaran?" tanya Bu Siska yang membuat Ara meruntuki ucapan pria itu.

"Maaf sebelumnya bu, saya nggak pacaran bu. Dan bahkan saya nggak tahu nama laki-laki tadi bu. Saya aja baru ketemu dia tadi," jawab Ara dengan sopan.

"Lha tapi kenapa siswa itu bilang kamu pacarnya?" tanya Bu Siska dengan menaik-turunkan alisnya.

"Saya juga nggak tahu pastinya bu, mungkin itu hanya alasan dia aja biar gak dihukum. Tapi, jujur saya nggak pacaran kok bu," jawab Ara dengan jujur.

"Yaudah ibu percaya sama kamu, tapi yang namanya hukuman tetap hukuman, kamu tetap saya hukum. Mengerti?"

"Iya bu saya mengerti, terimakasih bu. Kalau begitu saya izin untuk ke kelas dulu," pamit Ara dengan sopan sambil berjabat tangan dengan Bu Siska.

Setelah keluar dari ruang Bk Ara langsung ke kelas, karena tadi dia bertemu dengan Indah yang juga anggota Osis. Yang memberitahu dirinya bahwa rapat telah selesai.

Bersambung...

Jangan lupa klik ⭐ nya
Terimakasih...

KETOS VS PRADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang