• 1. Terlambat •

811 93 26
                                    

Pukul enam pagi Ara telah siap untuk berangkat sekolah. Tentunya setelah berpamitan dengan orang tuanya. Seperti biasa, Ana akan menaiki angkutan umum untuk dapat sampai di sekolah tercintanya.

"Makasih ya bang," ujar Ara seraya menyerahkan selembar uang bewarna kuning kepada supir angkutan itu.

Ara menggelengkan kepalanya kala melihat seorang gadis yang dengan setia menunggu dirinya di depan gerbang sekolah. Namanya Jenifa Ayu Larasati yang biasa dipanggil Ifa. Ifa merupakan sahabat Ara sejak SD dulu. Dan selain menjabat sebagai sahabat Ara, gadis ini juga merupakan salah satu anggota Osis di sini. Jabatan dia sebagai Bendahara.

"Pagi fa, udah lama lo nunggu gue disini?" Sapa Ara sambil melambaikan tangannya ke Ifa.

"Enggak kok Ra santai aja gue juga baru aja sampe, yaudah yok kita ke kelas, ntar telat lagi" Ifa menggandeng  tangan Ara menuju kelas.

Disisi lain terdapat Raka yang belum bangun dari tidurnya, karena semalam dia bergadang untuk menyelesaikan tugas PR nya yang menumpuk begitu banyak.

"Raka bagun nak ini udah jam setengah tujuh lho kamu gak berangkat sekolah kah?" teriak ibunda Raka untuk membangunkan Raka.

"Iya bun sebentar lagi Raka bangun," jawab Raka dengan mata yang enggan terbuka.

Dan tak lama kemudian ibunda tercintanya kembali memanggil dirinya agar segera bangun dan melaksanakan ritual wajib sebelum berangkat sekolah.

Raka yang merasa terusik dari tidurnya pun berusaha membuka matanya dan betapa kagetnya dia saat melihat jam yang telah menunjukan pukul 06.45. Tanpa berlama-lama langsung saja Raka menuju ke  kamar mandi dan bersiap-siap. Setelah selesai, segera Raka keluar dari kamarnya dan berpamitan kepada sang ibunda untuk pamitan.

"Bun aku sekolah dulu ya," ucap Raka sambil mencium punggung tangan bundanya.

"Lho gak sarapan dulu?" Tanya bunda Raka dengan heran.

"Gak sempat Bun ini aja Raka udah telat. Yaudah Raka berangkat dulu, Assalamualikum..." Pamitnya.

"iya waalaikumussalam hati hati nak."

Setelah berpamitan dengan sang Ibunda, Raka langsung bergegas menaiki motor vespa miliknya untuk ke sekolah. Walaupun Raka tahu jika dirinya sudah terlambat, tapi Raka tetap mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan sedang. Raka tak ingin sesuatu buruk terjadi padanya, jika dia melanggar aturan. Dengan hanya mengendarai sepeda motor saja sudah membuat kesalahan, apalagi mengebut.

Dan betapa sialnya Raka hari ini karena ternyata gerbang sekolah telah tertutup dengan rapat.

"Ah, sial! Kenapa coba udah ditutup! Apa gue coba buat rayu aja tu pak satpam yaa," gumam Raka melihat sosok pria paruh baya yang memakai seragam satpam di dalam pos.

"Semoga aja beliau mau bukain gerbang BISMILLAH." Raka turun dari motornya dan berjalan mendekati pak Satpam.

"Permisi pak bisa nggak bantuin saya bukain pintu gerbangnya pak, plis pak saya mohon... Kali ini aja deh pak,"ucap Raka memohon kepada pak satpam dengan wajah yang memelas.

"Maaf dek nggak bisa ini udah aturan dari sekolah kalau telat ya nggak boleh masuk," jawab pak satpam dengan tegas.

"Tapi pak... Plis ya pak kali ini aja pak, janji deh saya nggak akan ngulangi lagi," ujar Raka kembali memohon.

"Maaf dek tetap nggak bisa, lagipula bapak juga gak berani buat ngelanggar aturan di sekolahan ini," jawabnya dengan seadanya.

"Gimana ini masak iya gue harus bolos? kan gak mungkin. Apa gue manjat gerbang belakang aja ya? Motornya gue parkirin di tempat penitipan depan aja. Oke pinter juga nih otak," gumam Raka memikirkan jalan keluar untuk masalah yang sedang ia hadapi kali ini.

Setelah selesai menitipkan motor, Raka langsung menuju ke belakang sekolah. Tentu saja untuk mencoba masuk dengan cara manjat gerbang.

Emang sih itu salah, tapi ketimbang gue bolos kan lebih parah lagi," pikir Raka.

Di lain sisi Ara dipanggil pembina Osis untuk rapat dengan seluruh anggota Osis. Dan pada saat rapat Ara izin dulu ke toilet karena kebelet. Ara ke toilet lewat belakang karena lebih cepat dan Saat Ara berjalan menuju toilet, tiba-tiba...

_Tak selamanya pertemuan kita, akan manis seperti yang di harapkan. Mungkin saja dari KEBENCIAN lah awal kita kita dipertemukan_

Buggg
.
.
.
.
Bersambung...
Yuk jangan lupa klik ⭐ nya dan follow Erikajut_

KETOS VS PRADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang