Sweet Doctor | 1. Pertemuan

9.4K 452 23
                                                  

Tinggal jejak sebelum membaca 😊😊
Happy Reading.

Seorang laki-laki berparas tampan, dingin, cuek memiliki tinggi 185 cm. Sudah siap dengan setelan kemeja berwarna biru muda berpaduan dengan celana jeans hitam yang menambah kesan ketampanan-nya. Kemudian ia mengambil jas yang menjadi ke banggan-nya selama ini.

Agung Firmanda Ashari Kurniawan adalah seorang dokter kandungan. Yang memiliki segudang prestasi yang sangat membanggakan. Agung adalah seorang pewaris rumah sakit dimana ia mengabdi di rumah sakit Sultan Adam Kurniawan. Rumah sakit yang di kelola sang ayah. Suatu saat nanti akan di wariskan kepada Agung.

Selesai berpakaian Agung turun kebawah untuk menuju ke meja makan. Agung bisa melihat disana sudah ada kedua orangtua-nya dan juga sang kakak sedang menyuapi keponakan nya yang berumur 5 tahun.

"Selamat pagi, Ayah, Bunda, Kakak" sapa Agung.

"Pagi" sahut mereka serempak.

Agung mengambil roti lalu mengolesi dengan selai kacang coklat yang menjadi selai favorit nya. Belum sempat Agung mengigit roti sang Ayah memanggil Agung.

"Kapan kamu mau menikah?" tanya Pak Doni tiba-tiba.

"Agung masih belum mau menikah, Yah" jawab Agung mulai mengigit rotinya.

"Mau sampai kapan kamu melajang?" tanya Bu Diana.

"Agung ingin bersenang-senang dulu. Urusan menikah bisa nanti-nanti" jawab Agung.

"Tapi umur kamu sudah tidak muda lagi. Dan Ayah mau mengedong cucu dari kamu" ujar Pak Doni.

"Ada saat-nya nanti Ayah akan mengendong cucu dari ku" kata Agung dengan santai.

"Kapan? Kapan kamu akan menikah, Dek?" tanya Siska, Kakak Agung.

"Agung masih belum tau, Mbk" jawab Agung.

"Baiklah kami akan memutuskan menjodohkan mu." putus Bu Diana.

"Bunda, tidak bisa gitu! Agung tidak mau di jodohkan. Ini bukan jaman Siti Nurbayah lagi" protes Agung.

"Kalau kamu tidak cepat menikah. Bunda akan menjodohkan mu dengan anak sahabat, Bunda" kata Bu Diana.

Agung hanya menghela nafas pasrah. Percuma saja melawan sang Bunda. Agung akan selalu kalah melawan sang Bunda. Karena Agung sangat menyayangi Bunda-nya.

"Terserah, Bunda. Agung pamit dulu. Assalamualaikum" salam Agung mencium tangan kedua orang tua nya dan juga Kakak-nya.

Agung menuju garasi mobil. Agung melajukan mobil-nya menuju rumah sakit. Di dalam perjalanan Agung masih memikirkan perkataan sang bunda yang ingin menjodohkan--nya. Sebenarnya Agung masih belum ingin menikah. Karena masih banyak impian yang ingin dia capai.

Mobil yang di tumpangi Agung sudah memasuki pekarangan rumah sakit. Agung memakirkan mobilnya di jajaran mobil lain--nya. Saat keluar dari mobil banyak tatapan yang ditujukan kepada Agung. Selain pintar, Agung juga memiliki wajah yang sangat tampan. Tidak heran jika banyak yang menyukai Agung.

Agung menyusuri lorong rumah sakit dengan senyum yang terus berkembang. Agung melakukan hal ini untuk para pengunjung rumah sakit.

Sweet Doctor ( Proses Penerbitan )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang