eps 3

16.2K 271 5
                                    

Nesa sudah sampai di kamar diruang bawah sedang kan Tuan Muda Farga kekamar tidur utama ( kamar dia).

Ke esok pagi nya  Nesa bangun terlambat karena kecapekan. Nesa yang melihat jam menunjukkan pukul 07.00 langsung bergegas untuk keluar tanpa sadar salah satu baju kancing terbuka dan menampakkan payudara Nesa yang cukup Besar dan indah itu apa lagi ia tidak memakai Beha.

Nesa prov
Mati gue, ini udh jam 7 kalau tuan sudah bangun dan aku belum di tempat  habis aku! ( bergegas lari keluar tanpa melihat penampilan nya yang masih tidak beraturan)

Nesa keluar tergesa - gesa dan melihat sosok yang ia takuti Tuan muda farga

"Maaf tuan saya terlambat"

Farga yang melihat pakaian Nesa dan memperlihat payudara indahnya tertegun dan langsung berdiri.

"Kamu kira, kamu di sini seenaknya bangun jam berapa, apakah kamu tidak tau aturan  yang di kasi seketaris Leo?"
( sambil berjalan ke arah nesa)

Nesa yang melihat Tuan Muda langsung terkejut dan ia jalan mundur - mundur perlahan dan ia hampir jatuh tetapi tidak jadi karena farga langsung memeluknya.

Farga yang memeluknya merasa benda kenyal di tubuhnya, ia langsung bereaksi dan berbisik tepat di telinga Nesa

" kalau kamu keluar dengan pakaian terbuka seperti ini habis kamu!"

Nesa yang mendengar ucapan Tuan Muda, melihat ke bawa ternyata kancing baju yang memperlihatkan payudaranya, ia langsung mendorong Tuan Muda.

" Maafkan saya Tuan, saya pergi dan Mandi."

Farga yang melihat Nesa dengan kepolosannya pun tersenyum tipis.
Leo datang menghampiri Tuan Muda Farga

Leo:
"maaf Tuan ada yang bisa saya bantu?"

Tuan Muda Farga:
" kamu beli pakaian tidur Perempuan itu ,pakaian tidur dia tidak layak di pakai, taruh di lemari ku saja."

Leo:
"Baik tuan, ada lagi yang bisa saya bantu?"

Tuan Muda Farga:
" Kasi tau kepala koki pak Wan, untuk memberitahu peraturan dirumah ini kepada dia, jangan sampai ia membuat kesalaham sekali pun dan jangan suruh ia keluar rumah kecuali izin aku."

Leo pergi apa yang di perintahkan oleh Tuannya dan Leo sempat berfikir

Saya tau tuan Muda sudah sedikit berubah tidak biasanya sensitif seperti ini, semoga saja nona Nesa bisa mengubah sifat dari Tuan Muda Farga yang berdarah dingin itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Semua koki yang ada dirumah itu terlihat lega karena Tuan Muda Farga telah pergi bekerja,Nesa yang melihat kariawan dirumah Farga sedikit terkejut karena banyak sekali, padahal yang tinggal dirumah sebesar ini hanya dia sendiri.  Dan kariawan itu ada tempat tinggal khusus di halaman belakang.

Pak Wan yang melihat Nesa seperti kebingungan harus kemana menghampiri.

"Selamat pagi nona, saya pak Wan disini saya sebagai kepala koki atau kepala tanggung jawab disini"

Nesa langsung menyapa baik kepada pak mun

"Selamat pagi juga pak saya Nesa, jangan sungkan kepada saya."

Pak wan:
" disini kami punya aturan nona, nona juga harus mentaati aturan yang telah disetujui oleh Tuan Muda"

Pak wan mbaca satu per satu aturan yang di buat oleh Tuan Muda.
Nesa yang mendengar harus memperhatikan dan mencela perkataan pak Wan karena ia takut terjadi yang menimpa keluarga nya karena ulah nya yang bertingkah di depan Tuan Farga.

Sekian lama pak Wan selesai memberikan penjelasan dan pengarahan, pak Wan meberikan aturan  yang harus di baca oleh Nesa.

Pak wan:
"Nona ini aturan yang harus di baca, jika nona melanggar satu saja akan mengakibatkan fatal, bukan hanya nona yang mendapatkan hukuman tetapi semua kariawan yang ada disini, seketaris  Leo juga kena nona, jadi pahami benar - benar, maaf mengganggu waktu nya saya  permisi nona. Satu pesan lagi untuk Nona jika Nona ingin keluar rumah sebaiknya izin terhadap Tuan"

Nesa yang mendengar perkataan Pak Wan merasa bersalah dan ia tidak tau ruangan apa saja ia kembali ke kamar dan membaca ulang aturan diruma ini.

Hay teman- teman gimana ni ceritanya makin seru gak? Kalau seru koment dong vote jangan lupa ya

Dipaksa Menikah!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang