BAB I

183 30 8
                                                  

Bandung,

Juli, 2016.

" Then I realize she's right there. And I'm at home like, "Damn, this ain't fair". Break up with your girlfriend." (Ariana Grande – Break up with your girlfriend)

Ketika sang mentari terbit dari ufuk timur, burung – burung mulai terbangun dari tidur indahnya, suara desingan kendaran berlalu – lalang menghiasi indra pendengaran para insan yang sudah memutuskan untuk memulai aktivitasnya. Seorang anak laki – laki sedang duduk dan menatap kosong ke sembarang arah. Entah apa yang dia pikirkan. tetapi yang jelas raut mukanya menunjukan rasa bosan yang teramat sangat. Jemarinya memainkan bolpoint yang ada didepannya, berharap hal itu dapat mengatasi rasa bosannya.

" ISHHH!" Dia terlihat membuang napasnya secara kasar dan beranjak pergi dari kursi yang sedari tadi menemani dirinya mengarungi pikirannya.

" Hei, Raihan mau kemana?" Terdengar sebuah suara yang berasal dari salah satu teman kelasnya yang tiba – tiba menginterupsi langkahnya.

" Jemput Bu Ivanka. Beliau udah telat lebih dari 30 menit."

Raihan namanya. Dia adalah ketua kelas XI IPA 1 SMA Kenangan. Sudah sepantasnya dia menjemput guru yang bertugas untuk mengajar kelasnya jika saja guru tersebut telat terhitung cukup lama masuk ke kelasnya. Seperti kali ini, Bu Ivanka yang notabenenya harus mengajarkan Bahasa Inggris pagi ini sudah terlambat 45 menit memasuki kelasnya.

" Yah, ga asik masa di jemput." Tanpa memperdulikan keadaan kelas yang terdengar kecewa dengan pilihannya. Dia terus melanjutkan langkahnya menuju ruang guru.

Tak berselang lama setelah Raihan meninggalkan kelas, alih – alih Bu Ivanka malah sosok Pak Hartana yang merupakan guru Kimia sekaligus wali kelasnya yang terlihat memasuki kelas XI IPA 1. Kelas yang sebelumnya terdengar cukup ramai, seketika menjadi hening setelah Pak Hartana berada di depan kelas mereka. Namun ada yang berbeda kali ini, di samping Pak Hartana berdiri seorang gadis yang berperawakan cukup mungil dengan kulit putih sedang menyunggingkan sebuah senyum yang terlihat sangat manis.

" Raihan mana?" Suara Pak Hartana terdengar memecah kegaduhan yang ditimbulkan dari bisikan para siswa yang penasaran dengan sosok gadis yang sedang berdiri di depan kelas.

" Raihan ke kantor guru menjemput Bu Ivanka, pak." Celetuk Joni selaku teman sebangku Raihan.

" Assalamualaikum, saya izin masuk pak." Tepat waktu sekali, baru saja mereka membahas keberadaan Raihan tahu – tahu dia sudah berada di bibir pintu.

" Waalaikumsalam, iya Raihan silahkan."

Setelah dipersilahkan Raihan langsung melesat menuju bangkunya dan mendudukan pantatnya dengan mulus. Sejurus kemudian matanya menatap Joni mengisyaratkan pertanyaan " Dia siapa?" yang ditujukan untuk gadis yang berada disamping wali kelasnya. Menanggapi itu, Joni hanya bisa mengangkat bahunya malas menandakan bahwa dia juga tidak mengetahui mengenai sosok yang sedang berdiri di depan kelasnya itu.

" Nah, kalian pasti penasarankan dengan gadis cantik disamping bapak kan?"

" IYAAA!" Serentak tanpa aba – aba seluruh siswa di kelas menjawabnya dengan kompak.

" Silakan Gladis perkenalan dirimu."

" Halo teman – teman, perkenalkan saya Gladis Felicia. Kalian bisa memanggilku Gladis. Semoga kita semua bisa menjadi teman yang baik dan bisa memiliki kenangan yang baik pula." Gladis tersenyum dengan matanya yang cantik menatap bergantian ke setiap sudut ruangan kelas barunya.

Tok tok tok!

Terlihat Bu Ivanka sudah berdiri di bibir pintu. Pak Hartana pun mengisyaratkan pada Bu Ivanka untuk menunggu sebentar.

My First Crush [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang