5// Rumahku dan Perempatan Jalan

124 2 0
                                                  

Tinggal di Rumah Teman Eps 5
Post 6/Februari/2020
.
.
.
Halo kawan pembaca setia saya#heleh lebay
Ok saya lanjutkan di part 5

Selamat membaca
.
.
.
.
Di RUMAHKU
Kemaren sore hari sudah selesai tugas sekolah, aku terbiasa di rumah belajar di kamar sendirian entah mengapa pada hari ini memang sengaja gak ke rumah Riki, walau kami berdua punya HP tapi ya gitu, kalo pengen ke rumah ya langsung aja gak pake smsan (zaman sms 2011) ok aku saat itu pakai Hp nokia jam sudah menunjukkan pukul 21.00 aku hendak untuk merebahkan tubuhku, karena besok masih hari sabtu otomatis berangkat ke sekolah.

00.15 WIB

Sekitar malam hari terjadi mati lampu, suasana saat itu hujan deras di lengkapi suara petir menyambar nyambar (kayak di film horor) eh! Ya kan aku tidur di kamar depan remang remang aku melihat kilatan cahaya masuk ke jendala rumahku sehingga aki melihat sesuatu dari depan lemari tempatku belajar tadi

Gumamku "apa itu sih?!! Kok ada kain putih tergantung menjuntai ke lantai kamar"aku bersikukuh berfikir dengan logis, mungkin aku lupa menaruh baju busana muslim

Tapi karena saat itu aku sangat kebelet ke kamar mandi, aku bangkit dari kamar lalu beranjak ke pintu melewati lemari belajar, namun tak ada apapun kain yang menjuntai ke lantai pada saat aku sinari cahaya hp aku hingga aku ke kamar mandi.

Sekembali dari kamar mandi aku membaringkan badan membelakangi lemari belajar, aku menutup tubuhku dengan selimut namun tiba tiba aku merasakan ada hembusan nafas di leherku." Heeeehhhhm, heeeeehhhm" leherku terasa ada angin dingin

Sejenak dari perasaan merinding dari awalnya aku remaja pemberani malah nyaliku ciut, waduh siapa sosok di belakangku ini? Yap! tiba tiba tanpa aku sadari tubuhku terasa hangat ada sosok tubuh yang lebih besar dari ukuran tubuhku,
"siapa sih? Yang meluk aku dari belakang?"tanyaku dalam batin, mau hati hendak melihat kebelakang aku takut mukanya yang jelek melihatku

"arrggggghhhhh"rintihku dalam hati ingin kabur tapi bergerak sudah sulit saking paniknya hingga beberapa menit kemudian saat aku baca ayat ayat suci yang aku hafal akhirnya sosok yang memelukku menghilang.
(saya berharap jangan sampai para pembaca di peluk kuntilanak ya gays!" hahaha baca doa sebelum tidur)

KE ESOKAN HARI

Suatu saat itu ada kejadian tragis seorang kecelakaan di perempatan jalan, menurut penuturan warga memang kecelakaan terjadi di jalan perempatan karena ada sosok mahkluk astral yang tinggal di sebuah pohon Ceri, korban menabarak itu merasa ada orang melintas ke jalan raya namun sosok yang di tabraknya tadi menghilang, hingga korban di bawa ke rumah sakit namun katanya naas di kabarkan meninggal dunia karena si korban menabrak ke jembatan sebelah pohon ceri.

Riki bercerita kepadaku memang katanya di perempatan depan rumahnya sering terjadi kecelakaan entah itu karena apa yang jelas saat sebelum kerajaan api menyerang, banyak warga melintas melintas di depan pohon ceri ada sosok makhluk halus sundel bolong.
Nah! Bukan hanya itu juga sosok mbak Kunti penunggu pohon Mangga juga sering menampakkan diri di depan rumah Riki, yaps! Bisa saja mbak Sundel (pohon ceris) itu kakaknya mbak Kunti (pohon mangga)

Jujur saja setelah kejadian kecelakaan itu warga desaku sebagian masih menganut tradisi sesajen, berkebalikan denganku yang sangat benci dengan yang namanya sesajen.
Akhirnya saat aku jalan hendak ke toko beli jajan ama Riki, melihat ada sesajen di pinggir tepat perempatan jalan raya.

"Rik! Kok ada orang masih percaya beginian"aku berujar sambil menunjuk ke arah kakiku

"udah biasa disini kok, kalau ada kecelakaan pasti akan ada orang yang menaruh sesajen"jawabnya Riki dengan agak santai

"aku buang saja sesaji ini"ujarku sambil MENENDANG ke sesaji yang ada di sebelah kaki

Aku langsung mencari jalan ke arah sungai membuangnya dengan perasaan lega, karena pikirku orang yang mempercaya sesaji untuk pencegah kecelakaan itu" MUSRIK" Alias tidak percaya kepada Allah namun hanya bergantung ke Makhluk halus.

"Rik!!! Tungguin gue!!"teriakku dengan berjalan tertatih tatih seperti kelelahan

"ada apa?!!"tanya Riki masih berdiri melihatku yang berjalan dari jembatan menuju kembali ke perempatan jalan

"aduh! Rik!! Kakiku!!"rintihku sambil memegangi kaki

"kenapa kaki loe!!? Hah?!!"tanya Riki dengan raut muka kebingungan

"aduh!! Sakit banget!! Gak tau kenapa"ujarku sambil berjalan agak pincang mengikuti Riki ke Toko

Nah inilah yang membuat aku sangat kebingungan sampai sekarang, aku pertama kali menendang sesajen langsung Kakiku sakit selama SATU MINGGU cuy!! sumpah aku masih trauma kalau melihat sesajen pasti aku buang, gak aku tendang lagi dan ini adalah pelajaran berharga bagi saya dan kalian

Ok

Ini adalah kisah nyata kami berdua, kalau ada pertanyaan silahkan share like dan comment dulu baru tanya kesaya saya akan jawab Follow Ig: rohmanarridwan

Terima kasih

Kamis Malam Insya Allah saya lanjut part 6

_//Rohman\\eleven//_
Bye bye

Tinggal di Rumah Teman True StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang