STORY FOR TODAY (I)

142 5 0
                                                  

Itu cempilan video nya bebep gue ya guys 😂,bebep Londo(aduuh halunya mbak e ndak ketulungan )

Happy reading 🤗

🎵🎵🎵

Naisyila tengah memakai tuspin pada salah satu sisi krudung cream yang tengah ia kenakan di depan cermin, saat ia mendengar suara bel apartemennya berbunyi.

Gadis itu pun segera menyelesaikan ritual untuk memperindah krudungnya sebelum akhirnya memutuskan untuk berjalan cepat menuju ke arah pintu dan membukanya.

"Assalamualaikum,Arunni" suara lembut nan manis itu menjadi pembuka tatkala Naisyila membuka pintu apartemennya.

Disana,Rizwan sudah berdiri dengan tampannya. Pria itu mengenakan celana cargo hitam yang dipadu kan dengan kaos putih dan jacket hitam yang sangat pas ketika ia yang mengenakannya.

Naisyila pun tersenyum ramah.
"Waalaikumsalam,Bang Rizwan" jawabnya dengan lembut.

"Sudah siap?" tanya Rizwan. Pipi Naisyila pun memerah mendengar pertanyaan Rizwan. Oh ya Tuhan!! Yang benar saja? Pria itu bertanya seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih yang akan berkencan di malam minggu.

"Alhamdulillah sudah Bang. Aku telphone Sherlona dulu ya Bang?" jawab Naisyila dengan nada halusnya.

Rizwan pun menghela nafasnya sebelum menjawab,"Iya,Run. Di telphone saja dulu ." dengan senyum manawan miliknya yang terlewat manis.

"Abang masuk dulu saja,Bang" Naisyila pun menggeser tubuhnya dan membuka pintu lebih lebar. Mempersilahkan Rizwan untuk masuk ke dalam apartemennya.

"Ndak baik kalo saya masuk ke dalam tempat yang belum seharusnya saya masuki. Saya tunggu di sini saja,Run" jawab Rizwan dengan tersenyum dan kata yang penuh akan makna tersirat saat ia mengucapkannya.

"Aduuh. Nggak pp kan Bang. Nunggu di situ?" tanya Naisyila tak enak hati tanpa mengerti siratan kata yang di dengarnya.

"Iya. Ndak pp,Run" lagi-lagi senyum pria itu ditampakkan dengan lebih menawan lagi dibandingkan sebelumnya.

"Ya udah deh aku masuk dulu buat telphone Sherlona. Aku suruh Sherlona langsung ke loby aja ya Bang"

Rizwan mengangguk yang lagi lagi dan lagi dengan senyum yang ia tampakkan.

Naisyila pun berbalik dan segera menelphone sahabatnya itu. Setelah beberapa menit ia pun kembali ke pintu,dimana Rizwan masih betah berdiri tanpa ada niatan sedikit pun untuk memasuki apartemen gadis itu.

"Ayo Bang ke bawah aja. Tadi Sherlona bilang bakal langsung ke loby aja " ucap Naisyila begitu ia telah berdiri di depan Rizwan. Gadis itu kini sudah menggendong sebuah tas manis kecil di punggungnya.

"Ya sudah ayo. Kamu kunci pintunya dulu. Saya tunggu"

Naisyila segera mengunci pintu apartemennya dan segera berjalan menuju loby bersama Rizwan dengan menggunakan lift.

Selama perjalanan menuju loby ke duanya berbincang ringan membicarakan kehidupan mereka setelah tak bertemu selama beberapa tahun ini.

Ketika sampai di loby mereka pun memutuskan menunggu Sherlona di sebuah sofa yang berada di loby tersebut seraya masih membicarakan perihal yang sama mengenai kehidupan mereka.

Beberapa menit kemudian, Sherlona menghampiri mereka dengan mengenakan dress di bawah lutut tanpa lengan berwarna putih dengan motif bunga dibagian bawahnya yang lebih lebar. Gadis itu terlihat sangat manis, apalagi dengan rambutnya yang ia tata dengan model ke dua sisi kanan dan kiri bagian depan ia jepitkan ke bagian belakang.

EVERYTHING TO ME Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang