MUHAMMAD ALAMSYAH RIZWAN KHAN

405 10 2
                                                  

Happy Reading🤗

🎵🎵🎵

Naisyila berjalan menyusuri trotoar yang terlihat basah karena hujan besar baru saja mereda. Gadis itu membenarkan letak krudung lebarnya yang berkibaran karena angin yang cukup kencang.

"Aduuh. Pake acara si pinky sakit segala lagi" gerutu Naisyila pelan.

Gadis itu harus segera sampai di kampusnya agar ia tidak ketinggalan acara yang benar-benar penting menurutnya.

Acara seminar dari seorang pengusaha muda asal negeri yang sama dengan Naisyila dan kini sukses mengembangkan bisnisnya di berbagai negara. Termasuk negara yang saat ini menjadi tempat tinggal Naisyila guna menuntut ilmu. Colombia.

Gadis itu kini sudah mulai lebih melebarkan langkahnya. Ia berharap semoga saja ia tidak melewatkan acara seminar itu.

Tanpa di sadarinya tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang dan tepat ketika mobil itu sejajar dengan tubuhnya,mobil itu melewati kubangan yang memang ada karena perbaikan selokan bukan karena jalan rusak yang sudah menjadi hal lumrah layaknya di Indonesia. Saat mobil itu melewati kubangan tersebut saat itu lah air yang ada di dalamnya tercipratkan di gamis pink milik Naisyila.

"Aaaa" teriak Naisyila begitu menyadari dirinya terciprat air kubangan itu.

Mobil yang menjadi akar dari teriakan Naisyila pun berhenti beberapa meter di depan gadis itu yang kini sedang menunduk membersihkan gamisnya dari air kotor tersebut. Meskipun itu semua sia-sia karena gamis yang di kenakan Naisyila adalah gamis berwarna pink muda yang jika terkena sesuatu noda pasti akan terlihat dengan jelas.

"Aaahhh. Kok pait banget idup gue hari ini. Sa Allah ampuni lah dosa hamba dikemarin hari ya Allah. Demi apa !!?? Kalo gue ke gini gimana gue mau ke acara seminar coba. Ya ngalamat malu dong ya" oceh Naisyila dengan kerasnya tanpa memperdulikan keadaan sekitar. Saat ini bahkan ada beberapa orang yang memandang ke arahnya. Ada yang memandang iba,bingung, dan bahkan memandang dengan raut wajah aneh.

Tiba-tiba saat Naisyila mendongkakkan kepalanya,gadis itu melihat mobil sialan tadi sudah melaju dengan tenang nya. Tanpa bertanggung jawab atas apa yang menimpa gamis baru miliknya.

"Iihhh dasar nggak tau abad. Eh abad,adab deng. Seharusnya itu tanggung jawab dong eh malah kabur nyelonong ke begono aja. Dasar akik" teriak Naisyila tanpa peduli tatapan aneh dari para orang-orang yang melihat ke arahnya.

Naisyila pun kembali melanjutkan langkahnya dengan menghentakkan kakinya dan bibir yang maju beberapa senti ke depan. Jangan lupakan ocehan receh miliknya yang terus ia lontarkan akibat kesialannya hari ini.

*****

"Oh my God. Syila, apa yang terjadi kepadamu?" Sherlona menutup mulutnya begitu mendapati penampilan Naisyila yang terlihat benar-benar mengenaskan. Krudung gadis itu terlihat sedikit menceng di ujungnya,tali gamisnya ia biarkan tergantung begitu saja dan noda coklat yang tercetak sembarang di gamis pink cerah yang ia kenakan.

"You know what? Saat dalam perjalanan tadi sebuah mobil melewati kubangan air dan aku lah korban dalam tragedi menjijikkan itu" jawab Naisyila dengan kesalnya.

Sherlona membantu Naisyila membersihkan gamis nya dengan tisue yang tersedia di dalam toilet itu.

Tadi setelah Naisyila hampir sampai di tempat acara. Aula kampus nya sendiri,Naisyila memutuskan menghubungi Sherlona,sahabatnya untuk menemuinya di sebuah kelas yang memang kosong dan mengajaknya ke toilet untuk membantu membersihkan gamisnya akibat ulah mobil sialan itu.

"Ha? Maksud mu?" tanya Sherlona yang saat ini mendongkakkan wajahnya ke arah Naisyila. Gadis itu tengah mengangkat bagian gamis Naisyila dan membersihkannya dengan tissue yang sudah di basahinya dengan air.

EVERYTHING TO ME Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang