Bab 12

70 23 0
                                                  

Saya mulai meragukan kehidupan nyata ini.

Ni hao? [1]

[1] Halo dalam bahasa Mandarin

Aku di sini.

Pangeran, apakah Anda melihat saya?

Sang putri ada di sini.

Saya sengaja pura-pura batuk dan berkata dengan tegas, "Saya seorang putri."

Pangeran memberi saya ekspresi terkejut.

Sialan.

Saya pernah melihat raut wajah seperti ini pada pemuda naga dulu.

Saya sedang dipandang rendah lagi.

Benar-benar menyebalkan..

"Apa maksud ekspresi Anda itu? Saya benar-benar seorang putri."

Sang pangeran mengerutkan keningnya.

Saya menunjuk ke pemuda naga, "Jika Anda tidak percaya padaku, tanyakan saja padanya."

Pemuda naga mengangguk, “Iya, dia adalah putri yang sangat baik.”

Saya yakin bahwa pangeran pasti memercayai saya sekarang.

Namun tak disangka, dengan acuh tak acuh ia memalingkan muka, "Bukan urusanku."

Kemudian dia menarik pemuda naga itu dan dengan hati-hati menempatkannya di atas kuda seolah dia sedang memegang barang rapuh.

"Apa kamu masih mengingatku? Kita sering bermain bersama saat kita masih kecil.”

Pemuda naga itu sedikit malu, dan telinganya merah, "Saya ingat, kamu lebih tinggi dari sebelumnya."

Sang Pangeran tersenyum dan pisau es di matanya yang ia gunakan saat memandang saya meleleh menjadi mata air yang lembut.

“Aku begitu merindukanmu selama ini. Senang bisa bertemu denganmu lagi. Apa kamu mau tinggal bersamaku di istana selama beberapa hari?"

Bulu mata panjang naga muda itu berkedip, "Aku tidak akan mengganggumu?"

Pangeran membungkuk, "Tentu saja tidak, tamuku yang paling terhormat. Ini sudah lebih dari cukup bagiku."

Saya: “……”

Saya tertegun ketika menyaksikan mereka mengobrol dan mencoba menunjukkan keberadaanku sebagai seorang putri.

"Anu.…"

Pemuda naga teringat denganku, lalu menjelaskan kepada pangeran, "Ini adalah putri yang membutuhkanmu untuk menyelamatkannya."

Sang pangeran bahkan tidak mau memandangnya dan dengan cepat menjawab, "Tidak perlu."

Pemuda naga itu menatapku dengan bingung.

Sang pangeran memegang kepala pemuda naga itu, membalikkan wajahnya menghadapnya. Lalu, ia bertanya dengan ekspresi seperti anak kecil yang sedih karena diabaikan,

“Kenapa kamu selalu menatapnya?  Apa kamu tidak menyukaiku lagi seperti ketika kamu masih kecil?"

Pemuda itu membujuknya, "Tidak, aku selalu menyukaimu."

……

Eeeehhh, bisakah kalian melihat ke sini?

Masih ada orang di sini.

Annyeonghaseyo?


Diunggah: 30-01-2020
Disunting: 24-03-2020
Diterbitkan: 25-03-2020

[BL Terjemahan] ✓ Pangeran dan Naga Yang Tidak Tahu MaluTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang