2// Terungkapnya 2 Sosok

220 3 0
                                                  

Tinggal di Rumah Teman (True Horor Story) Eps 2
Post Kamis /09/Januari/2020
.
.
.

#Terungkapnya 2 sosok Misterius
Ok sesuai janji saya akan update setiap hari kamis,
C
E
C
K

T
H
I
S

O
U
T
Masih membuat aku sangat kebingungan, Kunci hilang kenapa tiba tiba muncul di meja?
Ya gak papa lah mungkin suatu saat aku harus mencari tahu sejarah rumah ini seperti apa.

"woe!! Kuncinya udah ketemu, kok masih pada bengong?" tanya Novan yang menarikku

"hehe iya apa?"terhenyak aku masih melamun memikirkan sesuatu yang sangat logis

"walah malah ngelamun ayo berangkat, entar kalo kemalaman kan gak enak banget"ajak Novan menarik tanganku

Kami bertiga langsung keluar rumah, ya memang aku ada tugas sementara Riki langsung mengunci pintu rumah, aku masih curiga barangkali ini akal akalan si Riki

"kuncinya aman kan?"tanyaku ke Riki
"ya Aman dong"respon sambil menunjukkan ibu jari pertanda ok! Tanpa kendala

Yaps! memang aku dan teman teman ke warnet hanya jalan kaki karna jaraknya sangat dekat,, hingga kami 2 jam lamanya mengerjakan tugas, akhirnya kami Novan pulang ke rumahnya sementara aku tinggal di Rumah Riki.

----------------

Sepulang dari warnet, tiba tiba saja Riki mendadak mengeluh dengan memegangi perutnya, mungkin ini pertanda aku harus mengantarnya ke sungai, yaps!! saya belum ceritakan bahwa rumah Riki tidak ada Closednya, kamar mandi hanya ada tempat mandi dan cuci piring

"bro anterin ke sungai ya"pintanya sambil menyalakan HP nokia (era 2010)

"iya bro santai, memang sungai gelap banget"keluhku yang mencoba pelan pelan berjalan di tanah yang penuh bebatuan kerikil yang berjajaran membuat jalan seperti orang turun dari gunung, walau ini mau ke sungai belakang rumah Riki
Aku saat itu memang pertama kali mengantar ke sungai, memang Riki ini orangnya kebalikanku, dia gak mudah sensitif dengan sesuatu mistis sehingga pasti dia bilang "masa bodo" hingga pada akhirnya aku mencoba memutar musik, ya nokia milikku bisa di isi musik 4 atau tiga lagu mp3 maklum nokia yang gak ada memory cardnya

"tungguin dulu ya" pinta Riki yang terlihat hanya remang remang posisinya sudah jongkok
Aku sangat merasa asing dengan istilah sungai yang di kelilingi oleh pepohonan yang lebat, dan aku sangat ingat kalau di sungai itu ada pohon nangka, yap! Mbak Kunti memang suka di pepohonan yang ada buahnya, contoh di pohon mangga juga ada pohon nangka biasanya sih gitu.

Aku coba untuk menyoroti pohon itu, dengan mencoba memperjelas penglihatanku, ya untungnya gak ada apa apa "syukurlah".
Namun suasana dengan gelapnya malam dan penerangan hanya di senter hp yang aku pegang aku semakin was was takut ada sesuatu yang membuatku begidik merinding, akhirnya aku menyoroti aliran sungai ke hulu ujung lalu aku dapati ada sebuah batu besar yang tepat nempel di dinding rumah Riki

"Astagfirullah!!"teriakanku memecah keheningan malam di sungai

Riki langsung panik melihat gelagatku yang semakin ketakutan, maaf banget aku kalo berani sih lumayan tapi kelemahanku cuman satu "Mudah KAGET" ini nih yang jadi kelemahanku, kalo udah kaget otomatis ya jelas kalo lihat penampakan bisa bisa kaku jadi patung

"lihat apa Man?"tanya Riki sambil menyoroti senter ke wajahku

"oh! Hehe gak papa"jawabku dengan gelagapan karna memang saat itu aku lihat sosok orang telanjang dada, rambut gondrong duduk santai di atas sebuah batu besar tepat di belakang rumah Riki

Aku gak akan cerita ke Riki, kasihan dia kan sering ke sungai ini malam malam, ya aku harus usahakan tenang, dan jangan sampai terlihat aku sedang shock

------------

Kira kira 10 menit kemudian kami berdua segera masuk ke rumah, dan saat itu juga Riki meletakkan kunci dengan tali warna merah tepat di atas meja.

Aku sangat asyik bercerita tentang apa aja, (aku gak pernah cerita horor ke Riki) memang biasanya aku sering bahas film yang aku tonton, kelucuanku di sekolah yang jelas Riki dan Aku beda sekolah juga beda kelas, Riki saat itu kelas 1 SMA Tempeh sedangkan aku kelas 2 SMA Pasirian, sementara kami berdua di Desa daerah Jembatan angker "Geladak Perak" yah itulah sekelumit tentang kami

24.00 WIB
.
.
kami tak terasa berbincang lama, aku kemudian celingukan melihat ke depan rumah Riki yang terlihat Kendaraan jalan raya yang melintas sudah sepi lebih tepatnya aku mengintip dari tempat ruang tamu ada sebuah pohon mangga.
di sana aku melihat ke arah samping pohon ada wanita berambut panjang mematung membelakangiku, wanita itu berbaju cokelat agak gelap karena pohon mangga sangat lebat membuatku agak samar samar melihatnya saat pintu rumah yang masih terbuka

"eh Rik!! Siapa wanita itu? Dari tadi kok gak nyebrang nyebrang"terangku yang nampak wanita itu berdiri sendiri

Akhirnya Riki mencoba aku tarik lengannya. Namun saat aku melihat bersama Riki wanita yang hendak aku tunjukkan malah menghilang, alhasil Riki tak mempercayainya

"mana sih? Gak ada!"kesalnya karena dia hanya melihat pohon mangga saja

"iya, gue seriusan!!"terangku dengan nada meninggi meyakinkan Riki karna aku sangat jelas melihatnya

"Man, ayo tidur ini udah jam 12 malem, besok kita sekolah"ajak Riki hendak menutup pintunya

Dan inilah yang terjadi, Sim salabim!!
(kunci menghilang)

"kuncinya kok gak ada?"keluh Riki yang sudah memegangi pintu hendak menutupnya

"loe yakin? Kuncinya loe taruh di meja"sergahku meyakinkan Riki bahwa aku masih curiga ama Riki

"bro! Loe tau sendiri kan? Tadi kunci nya di taruh di atas meja"terangnya dengan agak mengernyitkan dahinya pertanda dia serius

"ah! Bohong!! gue cari di lemari buku!"teriakanku yang mencoba berusaha meyakinkan bahwa Riki pasti berbohong

"ya udah kalo gak percaya!!! Loe bisa cek saku celana gue!!"teriak Riki meyakinkan saat itulah kami berdua ke lemari dan kosong

Lalu kami berdua melihat ke atas ranjang, hasilnya juga gak ada, aku suruh Riki cari di kamar tengah aku mencari di kamar depan, saat itulah hasil kami berdua sudah nihil, tak ada yang namanya kunci tali merah.

"Rik! gak ketemu nih, gimana dong?"keluhku semakin bingung, karena di rumah ini ada TV dan motor yang harus di amankan maklum desaku memang rawan curanmor dan pencuri TV

" Nanti pintunya di ganjal meja aja"pinta Riki dengan sangat pasrah
Akhirnya aku menutup pintu lalu aku geser meja ruang tamu ke arah pintu, begitu pintu sudah aku ganjal malah keanehan terjadi,
" Ting! Klinting!!!!" suara benda logam terjatuh ke lantai,

yap! Tepat sekali kuncinya terjatuh tepat saat aku dorong pintu mengganjal dengan meja

"Oh! Gak mungkin!!"geramku yang sangat kesal campur kaget, dan inilah aku semakin agak yakin karna ASLI aku melihat ternyata kunci yang hilang, kembali di atas meja lalu terjatuh, sungguh tak masuk akal dan nalar

"tuh kan? Loe sih gak percaya"terang Riki meyakinkaku
Aku hanya tertunduk memungut kunci tali merah itu lalu menutup pintu depan rumah
.
.
----------
.
.
.
Walau ini bukan kamar yang besar, aku masih ingin tidur di sebelah Riki, maklum aku belum yakin kalau nanti ada apa apa jangan akulah yang tanggung jawab, jelas Riki lah yang aku salahin hehe ya kan dia pemilik rumah

"aku ngantuk, aku tidur dulu ya"Terlihat Riki menutup kepalanya dengan bantal pertanda gak mau di ganggu tidurnya

ya, kali ini kesunyian terjadi, aku masih insomnia gak tau yang jelas saat itu aku masih penasaran siapa wanita di sebelah pohon? Ah! Masa bodo yang penting makhluk di rumah Riki aku belum tahu siapa saja, nampak Riki juga tidak pernah cerita sosok yang menampakkan diri itu dimana, padahal dia sudah 4 bulan sendirian di rumahnya, walau tau genderuwo tapi kesensitifanku gak akurat kayaknya hehe
Ok sekian ya
.
.
.
Next Part 3

Setiap hari kamis saya update, bye bye

See you next time
Bye

^_^Rohman11^_^

Tinggal di Rumah Teman True StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang