TUJUH

480 83 6
                                                  

Sorry kalo ada typo 🙃

Happy reading 💞

--

"Tidak ada sasaeng yang tinggal disini Yoong, Ah apakah kau sedang memberikan kode padaku untuk segera menikahimu ? Kau ingin menikah kapan ? Lusa ? Minggu depan ? Atau besok ?"

"Pria gila" Yoona lantas melepas seatbelt lalu membuka pintu mobil Sehun.

Sehun tersenyum karena berhasil menggoda Yoona (lagi).

"Tunggu aku sayangg" Sehun berseru.

"Kau bahkan tidak tahu dimana unitku tapi berjalan cepat sekali mendahuluiku."

Sontak Yoona menghentikan langkahnya dan memberi kode pada Sehun untuk berjalan lebih dulu. Sehun segera menyusul Yoona dan menggenggam tangan gadisnya itu.

Yoona ? Tentu saja berontak dengan sekuat tenaga. Namun apa daya, kekuatan Sehun sepertinya sepuluh kali lebih kuat darinya.

--

"Selamat datang di rumah masa depan kita sayangg" Seru Sehun lantang.

Yoona melangkah ragu memasuki apartemen Sehun. 

"Aku tak akan melakukan hal yang tidak-tidak padamu Yoong, kecuali kau memintanya. Cepat masukk" Sehun mendorong punggung Yoona yang melangkah sangat pelan untuk memasuki apartemennya itu. Yoona menoleh ke Sehun yang berdiri di belakangnya.

"Yak ! Kenapa kau mengunci pintunya ?"

"Oh ayolah, apakah apartemenmu tidak menggunakan sandi sebagai kunci apartemen yang berarti ketika pintunya tertutup akan terkunci otomatis." Sehun memutar bola matanya menghadapi Yoona yang terus berpikiran negatif padanya. Jika memang Sehun berniat buruk bukankah lebih mudah untuk membius Yoona saat di mobil tadi dan membawanya ke apartemen dalam keadaan tidak sadarkan diri daripada membiarkan gadis itu dalam keadaan sadar seratus persen.

Yoona hanya terdiam, meruntuki kebodohannya. 'Kau bodoh Yoong!' Batin Yoona mengatai dirinya sendiri.

--

"Apakah noonamu belum pulang ?" Tanya Soo Hyun pada Eun Woo sambil meletakkan irisan buah apel di meja.

"Belum, mungkin dia sedang lembur atau sedang makan malam bersama Krystal noona dan Jin Young hyung."

"Tapi dia tidak mengatakan apapun pada ibu, biasanya jika ia ada makan malam dengan tim, Yoona akan mengabari ibu." Soo Hyun mulai khawatir karena puterinya tidak memberi kabar apapun padanya.

"Mungkin ia lupa, tenanglah bu. Noona bukanlah anak kecil, dia bisa menjaga dirinya sendiri."

"Teleponkan dia untuk ibu Eun Woo-ya, ponsel ibu kehabisan baterai."

"Arrasseo, sebentar."

Eun Woo segera menekan nomor telepon noonanya. Terdengar nada tersambung namun tidak ada jawaban dari noonanya.

"Mungkin dia sedang asik dengan acara makan malamnya atau terlalu serius mengerjakan pekerjaannya bu. Dia tidak mengangkat teleponku."

"Lagi pula ini baru pukul 8 bu, biarkan noona bersenang-senang. Siapa tahu dia pulang dengan membawa teman prianya. Bukankah itu yang ibu inginkan ?"

Soo Hyun hanya mengangguk.

"Istirahatlah bu, aku yang akan menunggu sampai noona pulang. Jadi ibu tenang saja." Eun Woo menenangkan ibunya yang nampak sangat khawatir dengan puterinya. Pasalnya tidak biasanya Yoona pergi tanpa berpamitan. Sekalipun itu acara mendadak ia tetap akan mengirim pesan pada ibunya.

My Secret RomanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang