ENAM

487 86 4
                                                  

Maafkan kalo typonya bertebaran
Happy reading 💞
--


"Yoonaa kau membuatku gilaa" Bisik Sehun frustasi. Sungguh ini kali pertama dalam hidupnya merasakan kalut karena wanita.

"Aku belum pernah setertarik ini pada wanita. Setelah aku tertarik kenapa harus serumit ini. Kenapa wanita itu juga tidak tertarik padaku ? Aku kurang apa ? Tampan ? Muda ? Berbakat ? Kenapa Yoona sepertinya lebih memilih pria itu dari pada akuu."

"Andai saja aku menjadi guru bukan idol maka aku yang akan di posisi bajingan itu Yoong"

Lihat ? Bahkan sekarang Sehun mulai menyalahkan takdirnya menjadi idol hanya karena Yoona seorang.

--

Yoona memutar badannya ke kiri, ke kanan, begitu terus sejak tadi. Ia tidak bisa tidur padahal sudah berusaha memejamkan mata. Yoona merasa sedikit 'kehilangan' karena tidak ada pesan atau telepon masuk dari Sehun.

Tunggu, kenapa seolah-olah ia menunggu kabar dari Sehun, mungkin Yoona sudah benar-benar gila.

Hingga baru pukul 6 pagi Yoona bisa memejamkan mata.

"Yak! Kau tidak akan bekerja Yoong ?" Suara melengking itu membangunkan Yoona. Siapa lagi jika bukan Krystal.

"Im Yoona, segeralah bagunnn" Kali ini Krystal mencoba cara yang lebih ekstreme dengan menendang pantat Yoona.

"Eunghh, Kau berisik Krys !" Sahut Yoona, ia masih belum membuka matanya.

"Kau berniat bolos lagi Yoong ? Kemarin kau sudah tidak masuk dan membuatku kelimpungan dengan murid-muridmu. Apakah kau ingin merepotkanku lagi ?" Krystal mengomel panjang lebar sebab sahabatnya itu tidak kunjung bangun dari tidurnya.

"Yoonaaaaa"

"Arrasseo, aku bangun lihat. Aku sudah membuka mataku. Jadi berhentilah mengomel, Krys karena itu membuat kepalaku pusing."

"Memangnya sekarang pukul berapa sih ? Kenapa pagi-pagi sudah ada di rumahku ? Aku bahkan baru tidur sebentar." Yoona meregangkan tubuhnya.

"Pagi ? Hei nona pemalas, sekarang sudah pukul 1 tahu. Kau sebut ini pagi ha ?" Krystal menjawab pertanyaan Yoona sambil berkacak pinggang.

Mendengar jawaban Krystal terang saja membuat Yoona langsung berlari ke kamar mandi.

"Aku akan siap dalam 15 menit Krys." Teriak Yoona dari dalam kamar mandi

"Bagus, aku akan menunggumu di bawah Yoong."

--

Yoona melangkahkan kakinya ke ruang tengah dengan buru-buru.
Ia melihat Krystal sedang berbicara dengan Eun Woo.

"Yak, Im Eun Woo kenapa kau tidak membangunkanku ?" Tanya Yoona setengah berteriak sambil membenarkan pakaiannya.

"Aku sudah membangunkanmu tuh, sayangnya kau saja yang tuli hingga tak mendengar panggilanku." Jawab Eun Woo enteng.

"Kenapa kau tidak masuk saja ? Dan langsung membangunkanku seperti Krystal tadi."

"Heh, apakah kau lupa jika kau yang melarangku masuk kamarmu ? Kau selalu berkata 'Jika kau berani masuk kamarku, aku tidak akan segan-segan memotong kejantananmu' bukan kan itu yang kau katakan ?"

"Aku tentu saja tidak ingin mempertaruhkan masa depan penerus marga Im hanya untuk membangunkanmu"

Yoona tak habis pikir dengan adiknya yang kian pintar bermain kata itu. Sementara Krystal ia hanya tertawa melihat pertengkaran Im bersaudara. Ia sudah biasa dengan pertengkaran Yoona dan Eun Woo. Justru ia merasa senang karena Krystal adalah anak tunggal. Tentu ia tidak pernah merasakan adu argumen dengan saudara.

My Secret RomanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang