EMPAT

551 92 6
                                                  

Typo bertebaran
Happy reading 💞

--

Sehun terus berjalan sambil menggendong Yoona untuk mencapai tempat yang dituju.

Yoona mengangkat wajahnya menatap Sehun. Ada sesuatu yang menyengat dalam diri Yoona hingga membuat jantungnya berdetak tidak karuan.

'Tampan' Batin Yoona.

"Aku tahu aku tampan,tidak perlu melihatku sampai seperti itu, karena aku sudah menjadi milikmu" Sehun berkata tanpa melihat Yoona ia tetap fokus pada jalan di depannya.

Yoona terkisap mendengar perkataan Sehun. Ia segera meloncat dari gendongan Sehun.

"Whoah, aku tidak percaya ini. Kau sangat percaya diri." Yoona memutar bola matanya sambil melipat kedua tangannya di dada. Ia berjalan mendahului Sehun.

"Tunggu aku sayang, kau tidak ingin jalan bergandengan dengan kekasihmu ?" Sehun berlari kecil untuk mengejar Yoona.

"Kekasih pantatku" Umpat Yoona lirih

"Apa ? Kau mencintaiku ? Benar kan lama kelamaan kau pasti akan jatuh pada pesonaku." Ucap Sehun setelah berhasil menyamakan langkahnya dengan Yoona.

"Periksakan telingamu ke dokter sana. Akan sangat merugikan jika kau tampan tapi ternyata kau tuli !" Yoona

Yoona terkejut dengan apa yang baru saja ia katakan. 'mulut sialan' batin Yoona.

"Kau mengakui jika aku tampan ?" Sehun menyenggol Yoona.

"Aniya! Sana jauh-jauh dariku !"

"Kau ingin aku semakin mendekat ?" Sehun terus saja menggoda Yoona.

Yoona hendak membalas perkataan Sehun, namun ia urung karena jika ia terus meladeni ocehan Sehun maka semua tidak akan pernah selesai.

Sehun meraih tangan Yoona, menggenggamnya erat-erat. Perbuatan Sehun tentu mengundang death glare dari Yoona.

"Yak! Apa yang--" Perkataan Yoona terhenti karena Sehun mendekatkan wajahnya pada Yoona. Hanya berjarak beberapa senti saja.

"Aku akan menciummu jika kau tidak berhenti protes"

Yoona terpaku beberapa detik sebelum Sehun menarik lagi tangannya untuk berjalan menuju tempat yang diinginkan Sehun.

--

Eun Woo melangkahkan kakinya ringan memasuki minimarket dekat akademi tempat Yoona mengajar.

"Oh, Jin Young hyung"

"Eun Woo-ya apa yang kau lakukan disini ? Kau tidak sekolah ?" Jin Young terkejut mendapati adik sahabatnya.

"Aniyo, sekolah meliburkan siswanya karena sedang merenovasi gedung utama."

Eun Woo mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan noonanya.

"Hyung, kau tidak bersama noona ?"

"Dia tidak masuk hari ini." Jin Young menunduk lesu mengingat bahwa Yoona sedang berkencan hari ini.

"Tapi seingatku dia berpamitan ke akademi tadi."

"Yoona tidak berkata padamu jika ia sedang berkencan saat ini Eun Woo-ya ?"

"Noonaku ? Berkencan. Hei omong kosong macam apa itu hyung. Mana ada pria yang mau dengannya."

"Dia seperti singa. Aku yakin jika seseorang menjadi kekasihnya maka itu tidak akan bertahan sampai seminggu."

"Dia menarik tahu" Ucap Jin Young tanpa sadar.

"Wohooo, jangan bilang kau menyukai noonaku" Eun Woo menatap Jin Young dengan tatapan menggoda.

My Secret RomanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang