Part 39 [Las vegas and you]

19.3K 1K 843
                                    

kasih tau klo ada typo ya, maklum aku cuma penulis gaje,, yg ngemis voment, cuma voment ya, gk maksa Follow kok, yg mau Follow silahkan gk jg gpp.

Tp klo ada yg Follow thx ya, 😢 walaupun aku gk ngerti tujuan kalian Follow apa😢 yg Follow 3k yg vote 0,01%😭😭😭😭

Sabar sajalah mungkin cerita ku emang sedikit yg suka 😭😭😭

Fix, maaf kan aku yg curcol..

Happy reading,,,,

-----------------------------------------------------------

Pemain: Arli Juan Moreno

Shelly Cassandra

No Copas No Bully No Baper


Dia kenapa? Seperti orang sedang marah saja," gumam Arli bertanya sambil melihat Shelly tapi wanita itu hanya memandang Arli tanpa kata. Seakan Shelly tidak ingin memikirkan jawaban atas pertanyaan Arli.

Shelly melamun hatinya seakan tahu kenapa Yuda tiba-tiba berlalu pergi.

"Gak mungkin Yuda ngejar Rena?" batin Shelly berkecamuk. Ada perasaan tidak rela di hati Shelly. Perasaan takut kehilangan.

"Kau melamun Lily-ku?" Arli bertanya sambil membelai pipi chubby Shelly. Mereka tanpa jarak. Mata gelap Arli begitu dekat dengan mata hazel Shelly.

Shelly tampak gelisah dia menghindar memalingkan wajahnya sambil menggeleng, "Nothing Li."

Shelly tidak ingin Arli menyadari perasaan dan pikirannya yang memikirkan Yuda. Shelly tidak ingin membangkitkan kemarahan pria itu.

Arli tidak boleh tahu.

Ada apa dengan ku?

Arli melangkah memeluk Shelly dari belakang menyandarkan dagunya di pundak istrinya. Arli harus membungkuk memang karena Shelly yang mungil sedangkan dia yang menjulang tinggi.

"Kenapa menghindar? Masih marah padaku? Heemmm," Arli menghirup wangi pipi Shelly dengan hidungnya yang mancung. Hembusan napas Arli yang teratur membuat geli di tubuhnya.

"Ja-jangan begini Li, aku tidak marah kok. Sungguh," Shelly menoleh mencoba menghindari kecupan intim Arli tapi yang ada kini bibir mereka bertemu.

Dan sesuatu yang tidak bisa di hindarkan terjadi juga. Arli mengecup bibir Shelly. Dengan lembut dan penuh kasih. Hampir sepuluh menit.

"Ada bagusnya juga Yuda pergi tadi," bisik Arli di sela-sela ciumannya. "Jadi aku bisa merasakan lembut bibir Lily-ku."

Wajah Shelly merona. Bagaimana tidak merona mereka berciuman di belakang para pelayan yang pastinya melihat kelakuan majikannya tersebut. Di tambah lagi di atas kepala mereka juga terpasang CCTV. Shelly yakin bodyguard Arli sedang melihat mereka berciuman dari layar monitor.

"Bisa tidak cium aku di kamar saja atau di tempat yang tidak ada pelayan, bodyguard sama cctv. Kau membuatku tidak nyaman Ali."

"I dont care Lily," jawab Arli sambil tetap memeluk Shelly dari balik punggungnya. Menghirup wangi milk di pundak istrinya itu. "Ini manssionku terserah aku mau menciummu di mana."

PBB [Project Big Boss]=[END]✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang