TIGA

621 97 11
                                                  

Typo bertebaran
Happy reading 💞

--

Sehun tersenyum senang karena selain mengetahui dimana gadisnya-Sehun sudah memutuskan bahwa mulai hari ini Yoona adalah gadisnya, persetan dengan setuju atau tidaknya gadis itu- tinggal. Ia juga mengetahui nomor ponsel wanita yang telah membuatnya tergila-gila beberapa hari belakangan ini.

--

'Dasar sakit jiwa' Umpat Yoona dalam hati. Ya dia hanya bisa berkata dalam hati. Bagaimanapun ia sudah terkenal di lingkungan apartemennya sebagai guru salah satu akademi terkenal. Tidak mungkin ia mengeluarkan umpatan di sekitaran apartemennya.

"Aku pulangg"

"Ibu mana ?" Tanya Yoona yang hanya mendapati Eun Woo sedang bermain game di ponselnya.

"Ibu ke rumah paman, Bibi Shin sedang sakit. Mungkin ibu akan menginap."

"Ohh"

"Im Eun Woo"

"Apa ?" Eun Woo masih fokus dengan ponselnya. Enggan menatap noonanya.

"Letakkan ponselmu dulu. Aku mau berbicara denganmu"

Eun Woo mendengus kesal. Ia lebih memilih untuk membiarkan game itu kalah daripada harus berurusan dengan omelan noonanya.

"Apa ?"

"Sudah memutuskan ingin masuk universitas mana ?" Yoona

Eun Woo memutar bola matanya. "Aku masih tingkat 2 noona. Aku akan memikirkannya saat aku berada di tingkat 3."

"Ya! Mana bisa seperti itu. Pikirkan mulai sekarang. Kau pikir masuk universitas gampang ? Apalagi siswa seperti kau ini yang jarang menyentuh buku."

"Kau ingin aku daftarkan ke akademi mana ? Mau ke akademi tempat noona bekerja ?"

"Maka aku akan mati bosan karena terus-terusan bertemu denganmu."

Jawaban Eun Woo sukses membuat noonanya ingin mematahkan seluruh tulang adik tampannya itu.

"Terserahlah, jangan sampai kau menangis di depanku karena tidak mendapatkan universitas" Yoona menatap Eun Woo dengan tatapan mematikan.

Sementara yang ditatap hanya melihat noonanya acuh.

"Maka aku bisa menjadi idol, dengan wajahku yang seperti ini mudah saja aku masuk agensi mana saja." Eun Woo meletakkan jari yang membentuk tanda centang itu di dagunya.

"Bodoh, kau pikir menjadi idol mudah ? Hanya karena kau tampan ?"

"Mudah kok buktinya setiap hari aku ditawari untuk masuk akademi khusus untuk menjadi idol, bahkan aku sering mendapat tawaran dari agensi untuk menjadi idol. Hanya karena mereka melihat wajahku. Padahal aku tidak memiliki bakat apapun" Eun Woo mengatakan bahwa ia tidak memiliki bakat dengan bangga.

"Kau bangga karena tidak memiliki bakat ? Jika kau tidak memiliki bakat setidaknya jadilah rajin dasar bodoh" Yoona semakin jengkel dengan adik tampannya itu.

"Hanya saja menjadi idol adalah pilihan terakhirku noona. Saat aku tidak bisa masuk universitas manapun."

"Terserah kau sajalah. Aku lelah denganmu Eun Woo-ya" Yoona memijat pangkal hidungnya karena kelakukan adiknya itu.

Sepertinya pilihan Eun Woo untuk menanggapi noonanya dan membiarkan gamenya kalah adalah kesalahan, karena noonanya tetap saja mengomel

"Berkencanlah dengan seorang pria sehingga kau bisa berhenti mengomeliku noona" Celetukan Eun Woo barusan mengundang tatapan tajam dari noonanya.

My Secret RomanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang