Bab 10

135 35 1
                                                  

Untuk menemukan sang pangeran sesegera mungkin dan menyelesaikan tugas, Saya mempercepat langkah sembari memegangi pemuda naga.

Bagaimanapun juga, Saya ingin segera pulang dan mewarisi tahta.

Saya benar-benar bosan memakan binatang-binatang kecil di gunung.

Jadi Saya memutuskan untuk mengajak pemuda naga makan makanan enak.

Kami berbelok ke jalan utama.

Kami akhirnya tidur di hotel dan makan normal.

Meskipun sepertinya makanan itu tidak selezat yang dimasak oleh sang naga muda, setidaknya Saya tidak perlu berburu sendiri.

Hal yang paling membahagiakan adalah mendapatkan sesuatu tanpa usaha.

Terutama ketika Saya tidak perlu mengeluarkan uang.

Melihat kerajaan yang akan kami tuju sudah dekat, Saya dan naga muda itu telah merencanakan untuk menemukan restoran yang bagus untuk makan.

Saya mengambil menu dan mengabaikan semua pengekangan diri saat Saya menunjuk dan mengomentari semuanya.

"Halaman ini, halaman ini, dan halaman ini, beri Saya masing-masing 1."

Bos melihat bahwa Saya sangat murah hati dan tersenyum begitu lebar hingga Anda takkan bisa melihat matanya.

Tapi setelah makan dan minum, pemuda naga itu menyentuh lengan bajunya, dan berkata dengan malu, "Kakak, koin emasku sudah habis?"

Ah?

Mataku melebar, "Semuanya habis?"

Begitu Saya selesai bicara, Saya memikirkan daging ayam, bebek, ikan, angsa, kelinci, dan sapi yang Saya makan…

Dia sepertinya tidak makan banyak...

Saya batuk dengan canggung dan cepat-cepat meneliti uang yang saya miliki.

Delapan koin perak.

Jelas tidak cukup.

Pemuda itu menggigit bibirnya dan bingung, "Apa sebaiknya Saya pergi dan mencari seseorang untuk meminjam uang?"

Saya melambaikan tangan, "Anda tidak terbiasa dengan tempat ini dan orang-orangnya, di mana Anda bisa mencari orang untuk meminjam uang?"

Saya berdiri dengan tenang.

"Sepertinya sekarang, Saya hanya bisa menjual kecantikanku."

"Kamu tunggu saja. Saya akan bicara dengan bosnya. "

Bos berpikir bahwa Saya ada di sana untuk membayar dan dia tersenyum, lalu menyerahkan tagihan.

"Nyonya, 32 koin perak."

Saya melihat tagihan dan tersenyum lembut ke arah bos.

Bos memberi Saya senyuman yang lebih lembut.

"Anu…"

Saya menimbang kata-kata saya.

“… Bisakah Saya memberikan IOU (Surat perjanjian hutang) saja?”

……

"Hei, hei, hei, jika tidak, bilang saja "Tidak". Jika Anda ingin menyampaikan sesuatu, katakan saja. Jangan panggil keamanan - ah ah ah! Tolong! Naga kecil, datang dan bantu aku!”

……

Ugh.

Benar-benar memalukan.


Diunggah: 16-01-2020
Diterbitkan: 17-01-2020

[BL Terjemahan] ✓ Pangeran dan Naga Yang Tidak Tahu MaluTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang