Part 2 What Happen ?

97 9 17
                                                  

"Semoga apa yang kamu takutkan
tidak akan pernah terjadi."
- Mulida


        Sebenarnya sudah sejak masuk pekarangan sekolah Nadhira merasa bahwa semua pasang mata menatap padanya namun ia berusaha mengabaikannya karena tujuannya saat ini adalah kelas.

Beberapa langkah lagi menuju kelasnya, seseorang menarik rambut nya dari belakang sampai membuat Nadhira terhuyung kebelakang dan meringis.

"Lepaskan.." Ucap Nadhira lirih dengan ringisan yang membuat siapapun melihat nya akan iba kecuali orang yang menjambaknya sekarang.

Bukan melepaskan orang itu malah semakin kuat menjambak rambut Nadhira.

Nadhira meringis dan menangis dalam diamnya.

"Lo itu anak baru, nggak usah so so'an mau ngerebut Ervino dari Riana !"

Nadhira ingin menjawab namun rasa perih dan pening di kepalanya membuat ia tak mampu berbuat lebih selain menahan tangan perempuan itu untuk berhenti menjambak nya.

Terdengar suara bel tanda masuk jam pelajaran.

Saat perempuan itu melepaskan tangannya pada rambut Nadhira saat itu pula pandangan nya buram dan gelap.

Namun sebelum tubuhnya terjatuh menyentuh lantai seseorang telah menahannya dan membawanya menuju UKS.

Semua kelas jam pertama kosong kecuali kelas 12, Karena sedang ada rapat guru

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semua kelas jam pertama kosong kecuali kelas 12, Karena sedang ada rapat guru.

Di rooftop terlihat sepasang insan sedang berhadapan.

"Dia siapa ?" Tanya si perempuan yang terlihat dari nametag nya bernama 'Riana Amesha' dengan nada terluka.

Lelaki dihadapan nya adalah Ervino Galulio, siapa lagi jika bukan dia.

Mereka adalah sepasang kekasih SMANSA yang mampu membuat siapapun iri melihat nya, bagaimana tidak ?

Ervino Galulio si pemilik kulit albino dengan tinggi yang menjulang dan paras yang membuat ia menjadi dambaan kaum hawa dan Riana Amesha yang berambut sebahu dengan paras yang manis membuat siapapun yang melihatnya senang selain itu Riana juga ramah dan memiliki tatak rama yang baik pada siapapun.

Ya, mereka pasangan yang ideal dan cukup membuat siapapun yang melihatnya iri.

Guru-guru pun sudah mengetahui hubungan mereka, mereka berpacaran sejak masih MOS kurang lebih sudah satu tahun mereka menjalin hubungan.

"Aku nggak tahu." Jawab Ervino yang lebih sering dipanggil Vino oleh kekasihnya itu dengan nada putus asa.

"Terus kenapa kamu peluk dia ?" Tanya Riana yang juga lebih akrab dipanggil Ana oleh kekasihnya Vino dengan air muka yang sudah memerah karena menahan emosi dan tangisnya.

"Aku beneran nggak tahu dia siapa." Terdengar nada putus asa dari mulut Vino, hatinya terluka melihat orang yang ia cintai bersedih karena dirinya, ingin sekali Vino membawa Riana kedalam dekapannya tapi ada yang berbeda saat ini.

CORAK RASATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang