LIVE WITH MY KETOS 41

215K 10.6K 1.6K
                                    

Flashback;

Seorang anak laki-laki berumur sembilan tahun dan juga gadis kecil berumur delapan tahun itu tengah berada di sebuah hutan yang sangat gelap. Ya, mereka berdua terseset.

Anak laki-laki itu tengah memeluk seorang gadis kecil yang sedang menangis ketakutan.

"Ga.. a-aku takut..hiks.."

Mereka berdua adalah Alvaro dan Vava. Awalnya hanya Vava yang tersesat, tapi kemudian Alvaro berlari mencari Vava ke dalam hutan. Anak itu takut jika terjadi sesuatu kepada Vava.

Saat berhasil menemukannya, Alvaro melihat gadis itu tengah menangis sambil memeluk lututnya kuat di bawah pohon besar yang ada di dalam hutan. Tanpa pikir panjang, Anak laki-laki itu berlari ke arah Vava dan langsung memeluk nya erat.

"Sst.. nggak usah takut, ada aku."

Alvaro berusaha menenangkan Vava yang saat itu sedang dilanda rasa takut yang hebat. Sudah dua jam lebih gadis kecil itu menangis seorang diri di tengah gelapnya malam, hingga akhirnya Alvaro datang menemukannya.

Vava melepaskan diri dari pelukan Alvaro kemudian menatap kedua matanya dalam diam. Mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan jenis tatapan yang berbeda. Vava menatap Alvaro dengan sorot mata ketakutan sedangkan Alvaro menatapnya dengan tatapan Khawatir dan juga lega secara bersamaan.

"Nggak usah nangis."

Alvaro mengusap lembut pipi Vava untuk menghapus air matanya. Anak itu benci melihat Vava-nya menangis. Ia hanya ingin melihat Vava tersenyum dan bahagia. Itu saja.

"Mau peluk," ucap Vava pelan masih terisak.

Alvaro tersenyum samar dan langsung membawa Vava ke dalam dekapan hangat nya. Anak laki-laki itu mencium lembut dahi Vava lama kemudian mengusap pelan punggung gadis itu.

"Kamu suka dipeluk?" Tanya Alvaro.

Vava mengangguk. "Kamu pernah peluk cewek selain aku?" Tanya Vava sambil menyenderkan kepalanya di dada Alvaro.

"Pernah." Alvaro menjawabnya dengan tenang. Dan jawaban Alvaro membuat Vava merasa tidak nyaman.

Vava mendongakkan kepalanya menatap Alvaro. "Siapa?"

Alvaro rasanya ingin tertawa saat melihat wajah memelas Vava. "Bundaku," jawab Alvaro kemudian dengan cepat ia mencium pipi Chubby milik gadis kecil itu.

Pipi Vava terasa panas saat Alvaro menciumnya.
Alvaro melepaskan ciumannya dari pipi Vava. Kemudian anak itu mengusap pipi Vava yang tadi dia cium dengan sayang.

"Jangan pergi Va.."

Flashback end.

Kilasan masa lalunya bersama Vava masih tergambar jelas di pikiran Alvaro hingga sekarang. Sangat susah untuk melupakan masa lalunya. Bahkan ketika berpacaran bersama Abel dulu, Vava masih terus menjadi orang pertama di hati Alvaro. Vava, cinta pertamanya.

Alvaro masih memeluk Gabriella sambil terus mengusap punggungnya lembut. Tanpa berkata sepatah kata pun, Alvaro langsung mengangkat tubuh Gabriella, menggendongnya ala bridal style menuju kamarnya.

Gabriella menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Alvaro. Cewek itu benar-benar takut. Ia tidak suka kegelapan. Gabriella membencinya.

Alvaro Membaringkan tubuh Gabriella yang masih setia memeluk lehernya kuat. "Lepasin dulu."

Gabriella menggelengkan kepalanya. "Nggak mau!"

Alvaro menghela napasnya pasrah, kemudian ikut berbaring di samping tubuh Gabriella. Cowok itu baru tau, Gabriella yang notabenenya adalah seorang bad girl di sekolahnya ternyata adalah seseorang yang takut dengan kegelapan.

"Penakut," cibir Alvaro.

Gabriella mendengarnya. "Biarin!"

Alvaro tidak membalas ucapan Gabriella. Cowok itu melepaskan pelukannya dari tubuh Gabriella, membuat Gabriella berteriak kencang di samping telinganya.

"Kenapa di lepas?!"

"Terserah gue."

"Gue takut.., lo ngerti nggak sih?!"Gabriella kembali menangis. Karena kesal, Gabriella melepaskan pelukannya di leher Alvaro dan berbalik membelakangi cowok itu.

Alvaro menghela napasnya kasar, kemudian kembali memeluk tubuh Gabriella dari belakang. "Cengeng."

... selengkapnya bisa dibaca di ver novel dgn judul: LWMK / Live with my Ketos.


LIVE WITH MY KETOSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang