18

496 45 12
                                          

"Woii senyam senyum sendiri udah kaya orang gila lo ndra"teriak dewi, berniat mengejutkan andra yang aneh sepulang mengantarkan dian.

Sekarang andra dan dewi sedan berada di kamar andra, dewi sendiri dibuat bingung karna perubahan raut wajah andra sehabis mengantar dian pulang.

"Siapa yang senyam senyum coba"elak andra membuat dewi tersenyum sinis tanda tak percaya.

"Jelas-jelas habis nganterin dian pulang lo senyam senyum sendiri, jangan-jangan..."

"Gausah mikir macem-macem. Sana tidur udah malem"potong andra.

"Iyaiya tau yang lagi gembira, abis kencan yaa ama dian? Cieee"goda dewi membuat andra sedikit salting.

"Apasih lo, gue cuman nganterin dia pulang kali"elak andra.

"Cuman anterin pulang tapi senyam-senyum terus tadi kenapa tuh pipi merah, salting yaa bapak andra yang terhormat?" Goda dewi sebelum andra melemparnya dengan bantal.

"Ihh sakit bego"kata dewi setelah dilempar bantal oleh andra.

"Yaa lo berisik, sana-sana keluar gue mau tidur" usir andra dengan mendorong pundak dewi.

"Iyaiya, selamat malem tuan andra"ledek dewi sambil berlari keluar kamar andra.

"Dasar" gumam andra setelah dewi keluar.

***
Esok nya...

"Mari pulang marilah pulang mari lah pulang bersama-sama" senandung ardhan setengah berteriak membuat seluruh kelas menatap nya jengah. Inilah kebiasaan ardhan tidak bisa diam.

"Baru juga berangkat nyanyi nya udah mari pulang aja dasar anak setan"cibir mega yang terganggu kegiatan mencontek nya karna suara ardhan

"Mending gue pagi-pagi nyanyi biar kalian semangat karna suara merdu gue lahh elu?pagi-pagi udah nyontek iblis emang"balas ardhan.

"Iya merdu MERUSAK DUNIA" tekan mega dalam setiap katanya.

"Udahlah langsung nikah aja kalian"goda alvaro.

"Males banget"ucap ardhan dan mega bersamaan.

"Tuh emang jodoh nggak kemana"goda alvaro lagi. Ardhan dan mega hanya bisa mendengus kesal.

"Del cupu mana tumben belum dateng" tanya andra yang sedari tadi diam.

"Acieee abang andra kangen neng dian nih"teriak ardhan membuat seluruh isi kelas mendengar nya termasuk dewi yang sedari tadi fokus ke hp nya.

"Iyadong dhan, kan abang andra mau deket-deket ama neng dian, gimana sih kamu dhan" tambah dewi menggoda.

"Berisik kalian, gue tanya siapa yang jawab siapa"jawab andra dingi.

"Del" panggil andra lagi.

"Apa?" Tanya adel.

"Jawab!"paksa andra.

"Mau apa lo?"bukan nya menjawab adel malah bertanya balik.

"Kalo ada orang nanya itu dijawab bukan nya malah balik ditanya"kesal andra.

"Tadi gue line dia lagi dijalan, lagian lo mau apa sih nanyain dian, nggak bisa banget yaa lo liat dian tenang"bales adel tak kalah sinis dengan andra.

"Udah-udah sesi debat ditutup, abang andra yang sabar yaa kan tadi udah dikasih tau ama adel kalo neng dian nya lagi dijalan" lerai ardhan, bukan nya membuat andra dan adel tenang ardhan malah membuat andra tambah kesal.

"Diem atau lo istirahat gue nggak traktir"ancam andra.

"Wihh wihh santai bro, jangan gitu dong, kalo gue nggak di traktir gue makan apa?, kalo gue nggak makan nanti gue mati, terus kalau gue mati kalian kangen gue deh" ucap ardhan cengengesan membuat seisi kelas bergidik ngeri.

"Yaa diem makanya lo"kata andra.

"Siap boss"bales ardhan, membuat keadaan hening.

Tett...tett..tett...
(Anggap aja bunyi bel sekolah)

"Cupu kemana sih udah masuk juga" gumam andra pelan, sampai tidak ada yang bisa mendengar suaranya.

"Ada pak burhan kesini"teriak siti membuat kelas menjadi hening.

"Selamat pagi anak-anak"sapa pak burhan.

"Pagi pak"balas seluruh penghuni kelas kecuali andra.

Brakk

Pintu kelas terbuka membuat semua siswa menatap dian yang sudah menciptakan suara tak terkecuali andra, sesaat mata elang andra bertemu dengan mata belo dian, namun langsung diputuskan oleh dian karna dian langsung berlari menghampiri pak burhan yang ingin memulai pelajaran nya.

"Assalamualaikum" teriak dian sambil mencium punggung tangan pak burhan dan dengan nafas nya yang tidak teratur persis seperti orang yang habis balap lari.

"Walaikum salam, kenapa baru datang" tanya pak burhan datar.

"Em- itu pak maaf tadi macet"ucap dian membela diri.

"Alasan, semua juga tau kalau jalanan lagi macet, tapi nggak ada kan yang telat kecuali kamu?" Tanya pak burhan mengintimidasi.

"Iya pak maafkan saya" ucap dian sopan.

"Hari ini kamu nggak usah ikut pelajaran saya, mending kamu keluar dan berdiri ditengah lapangan sampe pelajaran saya selesai"tegas pak burhan.

"Tapi pak-"

"Kenapa? Tidak terima dengan hukuman nya? Mau di tambah?" Tanya pak burhan bertubi-tubi masih dengan nada ketusnya.

"Tidak pak,saya permisi" ucap dian menunduk lalu berjalan menuju meja nya untuk menaruh tas nya.

"Bego sih ampe telat"cibir andra saat dian menaruh tas nya.

Dian tidak menulikan telinga nya saat lagi-lagi andra membully nya, dian beralih menatap mega dan adel yang juga sedan menatap nya.

"Meg, del nanti aku minjem catatan yaa?" Ucap dian.

"Santai"bales mega sambil tersenyum.

"Nanti kita kesana waktu pelajar pak burhan selesai, semangat" tambah adel menyemangati dian.

"Makasih" bales dian. Lalu pergi keluar dari kelas nya dan melaksanakan hukuman nya.

Tanpa dian dan yang lain sadari andra sedari tadi memperhatikan dian, didalam lubuk hati nya dia ingin menemani dian dihukum minimal nya ikut memberikan semangat bukan nya membully dia, tapi lagi-lagi hati nurani nya kembali dikalahkan oleh gengsi dan ego nya sampai akhirnya dia tidak sengaja membully nya tadi.

"Tadi dian pake aku-kamu kan?" Tanya andra pada dirinya sendiri.

Setelah mengingat obrolan dian dan kedua teman nya tanpa andra sadari kedua sudut bibirnya terangkat mengingat ucapan dian yang lebih memilih menggunakan aku-kamu dari pada memaksakan dirinya dengan mengucap lo-gue.

"Artinya dian dengerin ucapan gue kan?"gumam andra lagi dalam hati tanpa berhenti tersenyum mengingat betapa polosnya tatapan dian malem itu dan sekarang ucapan nya kepada dian benar-benar berpengaruh, sungguh andra bahagia sekarang entah kenapa dia benar-benar bahagia hanya mendengar suara dian yang begitu menuruti ucapan nya semalam.

***

Halo aku update,maaf yaa udah nunggu lama dan part sekarang sedikit. Aku sayang kalian❤

DiandraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang