Bab 8

127 35 0
                                                  

Ternyata, meskipun pemuda naga itu terlihat lembut dan lemah, makanan yang ia bakar cukup lezat.

Saya menangkap dua ekor kelinci dan dia bertanggungjawab untuk memanggangnya.

Keahlian memasaknya bahkan lebih baik daripada ahli masak di istana kami.

Cih.

Saya duduk di atas rumput, melontarkan tulang keluar dari mulut Saya, dan bertanya kepadanya dalam rasa iri dan dengan harga diri yang rendah, "Kenapa kamu bisa begitu pandai memasak?"

Ia duduk di depan api unggun, sedang memanggang seekor kelinci, dan seluruh tubuhnya tampak sepuluh ribu kali lebih anggun daripada tubuh Saya.

"Ayahku mengatakan bahwa saat ini, naga yang dingin dan sombong tidak populer. Para putri menyukai tipe yang lembut dan sopan.  Sebagai seekor naga, Saya harus mengikuti perkembangan zaman, jadi Saya harus belajar cara memasak dan melakukan pekerjaan rumah tangga.”

Ekspresi wajah Saya menjadi rumit ketika Saya mendengarkan.

"Kalian, para naga.... cukup populer.

Tapi…

Dengan wajahmu, kamu tidak perlu peduli tentang apa yang populer atau tidak populer."

Ia membumbui kelinci dengan rempah-rempah, membungkusnya dengan daun, dan menyerahkannya kepadaku, terlihat sangat bahagia, "Benarkah?"

Saya mengambilnya dan memakannya dengan gigitan besar.

Baunya harum.

Saya menjawabnya dengan samar, "Ya, zaman sekarang ini, orang cenderung menilai dari wajah."

Dia tersenyum.

"Pasti ada banyak orang yang suka pada Kakak."

Saya menepuk dada saya dan berkata dengan bangga, “tentu saja. Saya punya banyak penggemar sejak Saya masih kecil.  Jumlah orang yang menyukai Saya bisa mengelilingi lingkungan sekitar ibu kota."

Saya berbohong.

Sebenarnya, hanya ada satu orang yang mengejar Saya. Saat Saya di kelas dua sekolah dasar. Alasannya, ia merasa aman bersama dengan Saya.

Persetan dengan membuatmu merasa aman.

Semua pria adalah babi.

Saya terus menggerogoti kelinci dengan marah, lalu mendongak untuk melihat pemuda naga sedang menatapku.

Kebohonganku tidak mungkin ketahuan begitu cepat kan? Saya berpikir dengan rasa bersalah.

Saya menelan ludah, lalu menggertak, "Kamu tidak percaya padaku?"

Ia menggelengkan kepalanya, "Bukan, hanya..."

Ia mengarahkan ujung jarinya ke dadanya dan memberi isyarat kepadaku.

"Kakak, ketika kamu menepuk dada barusan, tanganmu penuh dengan minyak."

……

Saya melihat ke bawah.

Orang lain mengenakan syal merah terang di dada mereka.

Saya memiliki jejak telapak tangan berminyak di dada Saya.

Ugh.

Salah besar Saya keluar rumah tanpa membawa pakaian ganti.


Diunggah: 03-01-2020
Diterbitkan: 15-01-2020

[BL Terjemahan] ✓ Pangeran dan Naga Yang Tidak Tahu MaluTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang