LIVE WITH MY KETOS 38

207K 11.1K 656
                                    

‘Iya. Gue cemburu.’

Ucapan Alvaro di koridor tadi pagi masih tergambar jelas di otak Gabriella. Bagaimana cowok itu mengakui jika dirinya cemburu dengan Nathan, sahabatnya. Entahlah, Gabriella juga tidak tau apakah Alvaro benar-benar cemburu atau kata-kata itu hanya sebuah omong kosong belaka.

Bulshit!

Gabriella menggelengkan kepalanya, berusaha mengenyahkan pikiran konyolnya. Tidak mungkin juga seorang Alvaro Aldebaran cemburu kepadanya bukan? Memangnya siapa dia untuk Alvaro? Kenapa juga Gabriella berpikir jika Alvaro cemburu hanya karena dirinya berangkat sekolah bersama Nathan?

Tapi mungkinkah Alvaro merasa cemburu? Gabriella menyentuh dada, debaran lembut itu selalu terasa ketika ia memikirkan Alvaro.

Flashback;

"Iya. Gue cemburu."

Gabriella menatap Alvaro dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Cemburu? Benarkah?

Alvaro menatap Gabriella dalam. "Jangan terlalu deket sama cowok selain gue.  Gue gak suka."

Belum sempat Gabriella membalas ucapan Alvaro, cowok itu sudah lebih dulu pergi meninggalkan Gabriella sendirian di koridor sekolah. Gabriella termenung. Kenapa tiba-tiba Alvaro bersikap possesive seperti itu? Gabriella hanya bersahabat dengan Nathan. Dan ia rasa itu tidak salah.

A

pa benar jika Alvaro cemburu?

Flashback end.

Gabriella mengacak rambutnya kesal. "Alvaro nggak mungkin cemburu sama lo Gabriella! Jangan GR!" Gabriella meyakinkan dirinya sendiri. Ya, cewek itu yakin jika Alvaro hanya salah bicara atau mungkin Alvaro sedang kesurupan setan ketika berada di koridor tadi pagi.

Gabriella mengaduk-aduk Bubur yang barusan sudah ia pesan dengan perasaan kesal. Cewek itu hanya mengaduknya tanpa berniat memakan Buburnya.

Saat ini, Gabriella tengah berada di dalam kantin bersama dengan ketiga sahabatnya yang masih berada di stand pertama untuk memesan makanan.

"Astaga El sadar! Nanti Buburnya mati kalo lo aduk-aduk terus!" Kesal Reva yang baru saja datang dengan semangkuk Bakso di tangannya.

Gabriella menghela napasnya kasar. Cewek itu mendongak menatap Reva. "Keysha sama Mila mana?"

Reva meletakkan Baksonya di atas meja kemudian duduk berhadapan dengan Gabriella. "Masih pesen makanan." Cewek itu menatap Gabriella bingung. "Lo kenapa? Muka lo kayak lagi kesel gitu. Kesel sama siapa?"

"Kesel sama diri gue sendiri," jawab Gabriella ketus. Cewek itu bagkit dari duduknya, berniat untuk kembali ke kelas. Entah kenapa, nafsu makannya tiba-tiba saja berkurang. Entah karena tidak lapar atau karena dirinya terlalu memikirkan ucapan Alvaro. Entahlah.

"Mau kemana?"

"Kelas."

Tanpa berkata sepatah kata pun, Gabriella langsung berjalan keluar dari kantin, mengabaikan teriakan Reva yang terus saja memanggil namanya.

Gabriella menatap lurus ke depan dengan tatapan kosongnya. Cewek itu sesekali memejamkan mata menahan perasaan aneh yang tiba-tiba menyerang dadanya, memaksanya untuk terus memikirkan ucapan Alvaro.

LIVE WITH MY KETOSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang