LIVE WITH MY KETOS 37

207K 12K 1.3K
                                    

"Kalo iya kenapa?" Ucap Alvaro sembari memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. "Kalo nggak juga kenapa?"

Gabriella gelagapan di tempat. Cewek itu menurunkan tangannya yang tadi ia gunakan untuk menunjuk Salsa. Gabriella bingung ingin menjawab apa. "N-nggak papa juga sih."

Alvaro menaikkan salah satu alisnya, menatap Gabriella bingung. "Terus kenapa lo tanya gitu?"
"Eum.. karena.. gue..”

Gabriella menggigit ujung jarinya bingung. Cewek itu tiba-tiba saja mendapatkan sebuah ide yang menurutnya cukup konyol. Tapi ia harus melakukannya dari pada di paksa untuk menjawab pertanyaan Alvaro yang ia sendiri juga tidak tahu jawabannya.

Gabriella menunjuk sesuatu yang ada di belakang Alvaro. "Al liat.. di belakang lo."

Alvaro menatap Gabriella bingung. "Ada apa?"

"Eum.. liat sendiri! Di belakang lo.."

Alvaro dan juga murid yang ada di dalam kantin pun di buat penasaran oleh Gabriella. Mereka semua menoleh ke arah belakang Alvaro dan..

"Lari!"

Gabriella berlari kencang keluar dari kantin menghiraukan semua murid yang tengah menatapnya bingung.

Ketiga sahabat Gabriela menepuk dahinya bersamaan. "Astaga El.."

Sedangkan Gabriella masih terus berlari hingga masuk ke dalam kelasnya. "Sumpah gue bego banget." Gabriella menyesal sudah melakukan hal bodoh seperti tadi.

Penyesalan memang selalu datang belakangan.

--Live With My Ketos--

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sepuluh menit yang lalu. Gabriella berjalan lemas melewati koridor sekolah berniat untuk menemui Alvaro di parkiran. Cewek itu tidak punya uang untuk pulang, untuk itu ia akan meminta Alvaro mengantarkannya pulang. Toh mereka juga satu rumah.

Gabriella mengusap perut datarnya. Cewek itu lapar, sejak pagi tadi ia belum sempat memakan apa pun. Wajahnya juga terlihat sedikit lebih pucat dari biasanya. Untung saja Gabriella tidak memiliki riwayat penyakit mag.

"Alvaro!" Gabriella berteriak memanggil Alvaro yang baru saja akan menaiki motornya.

Alvaro menoleh ke belakang dan mendapati Gabriella tengah berjalan ke arahnya. "Kenapa?"

"Gue mau pulang bareng lo. Boleh kan?" Tanya Gabriella yang sudah sampai di depan Alvaro.

"Nggak bisa. Gue ada janji sama Salsa," jawab Alvaro. Cowok itu tidak berbohong. Alvaro dan Salsa memang memiliki janji untuk pulang bersama dan juga mengerjakan tugas kelompok mereka di rumah Alvaro.

Gabriella merasa sedikit aneh setelah mendengar jawaban Alvaro yang menolaknya. Cewek itu merasa tidak suka ketika mengetahui Alvaro memiliki janji dengan Salsa.

Gabriella menatap Alvaro canggung. "O-oh. Janji apa kalo boleh tau?"

"Gue sama dia udah janji mau ngerjain tugas kelompok di rumah. Dan gue bakal nganterin dia pulang."

Gabriella mengangguk kaku. "T-api gue-"

"Alvaro!" Teriakan Salsa memotong ucapan Gabriella. Salsa berlari ke arah Alvaro. "Jadi kan?"

LIVE WITH MY KETOSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang