LIVE WITH MY KETOS 32

232K 12.2K 360
                                    

"Ganti sendiri atau gue gantiin?" Ucap Alvaro terlampau santai.

Gabriella menatap Alvaro kesal. "Lo kenapa sih suka banget ngancem gue?"

"Gue gak ngancem, gue cuman kasih lo pilihan." Alvaro menyisir rambutnya ke belakang menggunakan tangan. "Gue tunggu di luar, dan lo udah harus ganti celana."

Gabriella meremas udara yang ada di depan wajahnya. "Arghh."

Alvaro tidak menghiraukan Gabriella, cowok itu memilih keluar dari kamar Gabriella, menunggunya hingga selesai berganti celana. Selagi menunggu, Alvaro memilih membuka aplikasi Line Group di ponselnya.

Avatar Group GANTENG!

Alen: Gue punya cewek baru woy!

Rey: Gak peduli juga.

Rendi: Kebanyakan cewek lu Lan. Bagi satu ke gue.

Elang: Bacot lu Len!

Athur: Mana Alvaro? Woy Al!

Alvaro: ?

Alen: Kekurangan keyboard lo Al?

Elang: Keyboard lo hilang?

Rizki: Kapan kumpul bareng woy!

Alen: Tanya bos.

Rizki: Kapan kumpul AL?

Alvaro: Bct! @Alen, Y @Elang, Kpn2 @Rizki.

Alen: Anjing!

Reyhan: Bacot woy! Gue lagi main ML!

Arthur: Lah, bodo amat njing!

Elang: Kagak peduli gua @Alen

Alvaro: Berisik!

Alvaro has left this group.

Alvaro memilih keluar dari Group daripada harus membaca pesan yang tidak jelas dari teman-temannya. Cowok itu menatap pintu kamar Gabriella datar tanpa ekspresi. Setelah beberapa menit pintu kamar terbuka, Alvaro langsung membelalakkan kedua matanya terkejut saat melihat penampilan Gabriella.

"Ganti!" Ucap Alvaro tegas.

Gabriella menghela nafasnya kesal. "Tadi lo udah suruh gue ganti celana. Sekarang lo suruh gue ganti apalagi?"

Alvaro menatap Gabriella dingin. "Siapa yang suruh lo pake baju kayak gitu?" Tanya Alvaro sambil memperhatikan penampilan Gabriella. Gabriella memang sudah mengganti celananya menggunakan celana jeans panjang. Tapi yang menjadi masalahnya adalah, Gabriella mengganti bajunya dengan baju yang lebih pendek dari sebelumnya, sehingga membuat perut bagian bawahnya terekspos sempurna.

"Gue udah biasa pake pakaian kaya gini. Lo gak usah lebay." ucap Gabriella sarkas.

Alvaro melangkahkan maju mendekati Gabriella. "Gue udah bilang kalo LA sama Indonesia itu beda."

Gabriella menghela nafasnya pasrah. Jika ia terus beradu mulut dengan Alvaro, sudah dapat di pastikan jika ia tidak akan jadi membeli Ice Cream yang ia idam-idamkan sejak tadi.

Gabriella menatap Alvaro. "Iya gue ganti!" Gabriella kembali berjalan memasuki kamarnya untuk berganti pakaian. Hanya karena Ice Cream Gabriella mau mengalah.

Alvaro menyenderkan kepalanya di dinding kamar, menunggu Gabriella selesai berganti pakaian. Banyak hal yang Alvaro pikirkan. Mulai dari pertunangannya bersama Gabriella, kesibukannya menjadi ketua osis di SMA Garuda, Avatar, dia, dan juga masa lalunya. Rasanya, kepala Alvaro ingin pecah.

'Kayanya aku suka sama kamu,'

'Gaga?'

'S-akitnya di sini va, jangan pergi..."

Anak perempuan yang Alvaro temui sembilan tahun yang lalu terus menghantui pikirannya hingga sekarang. Anak perempuan yang cowok itu anggap sebagai cinta pertamanya.

"Ekhm."

Suara deheman seseorang membuyarkan lamunan Alvaro. Cowok itu menoleh ke samping dan mendapati Gabriella yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih sopan dan tertutup. Ia menggunakan celana Jeans hitam dan juga kaos abu-abu berlengan panjang.

"Udah kan?" Tanya Gabriella.

Alvaro mengangguk. "Lebih baik kayak gini."

"Yaudah, gue mau pergi beli Ice Cream dulu. Bye!" ucap Gabriella ketus sembari melambaikan tangannya kemudian berjalan menuruni tangga menuju pintu utama. Alvaro masih menatap punggung kecil Gabriella hingga benar-benar menghilang dari pandangannya.

-TBC-

LIVE WITH MY KETOSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang