Part 1

67.1K 178 3
                                    

Sebut saja namaku Henry, 24 tahun, keturunan (NO SARA), seorang karyawan swasta di salah satu perusahaan di kota Pahlawan, mempunyai GF, sebut saja namanya Viona, 21 tahun, keturunan (NO SARA), baru saja menyelesaikan kuliahnya di salah satu perguruan tinggi swasta terkenal di kota Pahlawan. Spek Viona Rambut Lurus, Kulit Putih Mulus, Tinggi 172, Berat 41, dan ukuran bra yang pernah digunakan adalah 32a, Wajah Oriental khas Chinese. Kenapa kukatakan "bra yang pernah digunakan", karena sesungguhnya Viona sudah tidak pernah menggunakan bra dikarenakan ukuran toketnya yang terlampau kecil sekali dengan putting berwarna pink yang kecil pula. Aku mengenal Viona melalui teman perempuan yang kebetulan bertemu di salah satu resto cepat saji. Pertama aku melihat Viona, kita sudah bertukar contact number. Tidak ada kesan apapun yang timbul pada pertemuan pertama.

Beberapa minggu setelah pertemuan tersebut, aku mencoba untuk menghubungi-nya, dari sekedar ngobrol ngalor ngidul, aku mengetahui bahwa dia adalah anak tunggal, orang tuanya tinggal di Manado, dan dia tinggal di salah satu apartemen di kota ini. Orang tua Viona tergolong memiliki keadaan ekonomi yang bisa dibilang sangat bagus. Dan yang terpenting saat itu, statusnya Jomblo, sama sepertiku. Setelah berkomunikasi via WA beberapa minggu atau kira2 2 bulan setelah pertemuan kita dan karena kuanggap bahwa status kita sama, aku mencoba untuk mengajaknya jalan. Aku mengatakan akan menjemputnya di apartemen tempat dia tinggal. Pada hari yang telah disepakati, aku pun menjemputnya menggunakan mobil milikku, sesampainya di lobby apartemen, aku pun menghubungi dan menunggu-nya dia turun. Pada saat itu, outfit Viona adalah tanktop biru tua dengan cardigan krem yang dikancing pas di bagian dada dan hotpants yang sangat mini. Berbeda dengan saat kita bertemu beberapa bulan lalu, dia menggunakan hem yang terlihat kedodoran dan celana kain panjang.

Sesampainya di salah satu mall, banyak pandangan mata memandang kearah Viona, paha-nya yang mulus terekspose dengan leluasa untuk dipandangi oleh setiap orang. Sebagai seorang lelaki, aku berinisiatif untuk "care" dengan cara bertanya kepadanya.

Aku : Vi, sorry sebelumnya, kamu nggak apa2 kah pake outfit begini ? semua orang pada ngeliat kamu.

Viona : No problem, Hen. Santai saja lah, aku nyaman2 aja kok. Kamu nggak masalah kan ?

Aku : sama Vi, aku no problem juga.

Kira2 begitu percakapan singkat kita, selanjutnya kita makan malam di food court. Pada saat makan malam, secara tidak sengaja, kaki kiri Viona terantuk ke kaki meja dan membuat Viona agak memiringkan badannya untuk mengelus, memijat kakinya yang terantuk meja. Posisiku pada saat itu duduk di sebelah kiri Viona. Secara tidak sengaja pada saat menoleh, aku melihat tanktopnya agak terbuka dan kaget melihat payudara beserta putingnya. Viona pun tidak sadar ketika aku melihat isi tanktopnya itu. Aku berpikir, Wow berani bener cewek ini ya, baru pertama kali jalan, outfit nya begini, dan tidak pake daleman juga. Juniorku sedikit berontak dan aku jadi berpikir, bahwa Viona mudah untuk diajak "tidur" bareng. Aku berencana untuk memancingnya di mobil nanti sewaktu aku mengantarkan dia pulang. Setelah makan malam, kita hanya berjalan-jalan di mall tersebut, mampir di beberapa store pakaian yang ada untuk melihat-lihat pakaian yang cocok untuk Viona. Namun dari sekian store yang didatangi, tidak ada satupun pakaian yang dibelinya. Setelah puas berkeliling, Viona mengajakku untuk pulang. Ketika di mobil, Viona merasa gerah dan dibukanya cardigan tersebut. Aku pun merasa bahwa Viona memberikan kode kepadaku. Lalu aku iseng sambil SSI niatnya untuk bertanya kepadanya :

Aku : Vi, kakinya masih sakit kah ?

Viona : Enggak kok Hen, cuman ketatap sedikit aja. Lagian tadi suka dipake jalan, nggak apa2.

Aku : oh... oke. Btw Vi, sorry nih sekedar nanya, tadi waktu kamu ngelus kakimu yang kena meja, aku nggak sengaja ngeliat kalo kamu nggak make daleman. Kamu berani banget ya... ? hehehe... nggak takut tuh, sama aku dan sama orang2 kalo semisal mereka tau kamu nggak make daleman.

Menemani Cewek EksibisionisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang