Sweet

16 4 6
                                          

Ayana berjalan dengan langkah panjang dan wajah kesalnya menuju kelas. Ia tidak cemburu, hanya saja tidak suka melihat tingkah zena yang baginya itu sangatlah kekanak-kanakan.

Bruk!

"AKUCANTIKISTRIOPPA!" Latah yesha spontan setelah ayana membanting tangannya dengan keras dimeja.

"Sumpah, serem banget muka lo kalo kaya gitu." Batin disha memperhatikan wajah ayana yang sangat kusut seperti pakaian belum disetrika.

Ayana mendengus kesal, "Au' ah. Mood gue lagi kumat."

"Nih coklat, buat lo." Ucap bintang sambil menyodorkan sebatang coklat pada ayana.

Ayana mengerutkan dahinya, "Buat gue?"

Bintang mengangguk dan duduk dimeja ayana. Sedangkan yesha, disha dan juga reno sedang menatapnya heran.

"Lo gak lagi kerasukan kan?" Batin reno was-was.

"Lo yang kerasukan, bege!" Semprot bintang sambil menoyor kening reno.

"Udh dimakan. Gak gue selipin racun, tenang." Ucapnya. Ayana berpikir sejenak, menggelengkan kepalanya pelan lalu memakan coklat yang diberikan bintang.

"Thanks, ya."

Ayana sangat menyukai coklat, namun kelemahannya, saat ia memakan coklat selalu tidak bisa rapi yang mengakibatkan coklat ada disekitar bibirnya. Seperti anak kecil.

Bintang langsung tertawa terbahak-bahak melihat wajah ayana yang penuh dengan coklat. Tidak, hanya disekitar bibirnya saja yang belepotan dengan coklat.

"Kaya anak kecil aja lo." Ucap bintang. Ayana terkejut karena bintang langsung mengelap coklat yang ada diwajahnya dengan tisu. Sontak perlakuan bintang pada ayana tersebut membuat teman-teman yang lainnya juga terkejut. apa mungkin bintang masih menyukai ayana?

"Lo-"

"Diem dulu, coklatnya masih ada." Ucap bintang langsung memotong sebelum ayana melanjutkan bicaranya.

"Dis, kayanya ada yang aneh deh sama bintang." Bisik yesha ditelinga disha.

"Gue juga mikir gitu, apa mungkin...." Mereka berdua saling tatap. Sejenak langsung menggelengkan kepala mereka membuang pikiran yang tidak-tidak terhadap bintang.

Ayana hanya diam mematung, Bingung harus melakukan apa. Kedua tangannya juga sudah penuh dengan coklat. jika ia menepis maka seragamnya pun ikutan terkena coklat.

Mereka masih serius melihat perlakuan bintang yang tidak biasanya. Sampai mereka tidak sadar dibalik itu, fasya juga melihat semuanya. Fasya tengah berdiri didepan pintu kelas ayana, berniat untuk menghampiri ayana, namun langsung ia hentikan saat melihat bintang memberikan coklat dan mengelap coklat yang ada diwajah ayana juga. Ia langsung pergi meninggalkan kelas ayana dengan langkah cepat.

"Ck, masih gue liatin."

********

Bel pulang sekolah berbunyi, ayana hendak menuju halte untuk menunggu bus. Namun baru saja ayana berjalan tak jauh dari kelasnya, fasya datang dari arah berlawanan dan langsung menariknya cepat tanpa melihat ayana.

"Lo apaan sih?lepasin tangan gue!" Sentak ayana yang berusaha menyeimbangkan jalannya dengan langkah fasya yang sangat cepat.

"Pulang bareng gue." Jawabnya santai namun wajahnya tak sesantai ia bicara.

"Tapi parkiran kan lewat sana bukan lewat sini!"

"Gue lupa kunci ruang OSIS." Ayana mendengus kasar.

AyanafasyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang