Prolog

6.3K 533 38
                                                  

"Love, kau dipanggil ke ruangan Tuan Millen sekarang."

Aloveia yang sedang melipat pakaiannya dengan sigap langsung berdiri menatap Sandy yang berdiri tegak di depan pintu kamarnya.

"Ah apa? Memangnya kenapa?"tanya Loveia dengan takut dan sedikit gemetar.

Sandy mengangkat bahunya acuh.

"Tidak tahu, ayo sudah sana cepat temui dia sebelum kau dijadikan santapan hangat para musuh Tuan Miller."ujar Sandy lalu berbalik meninggalkan Loveia yang masih bingung dan ketakutan dengan  semua ini.

Apa ini gara-gara Nona Isabelle yang jatuh sakit tadi pagi?

Tapi itu bukan salahnya...bayi perempuan itu sudah menangis sejak sebelum ia mandikan. Dan setelah itu, suhu tubuhnya tiba-tiba saja naik.

Dengan langkah berat Loveia keluar dari kamarnya, memutari bagian belakang mansion itu dan kemudian masuk ke dalam mansion mewah milik majikannya  hingga kakinya telah sampai membawanya ke depan pintu kokoh bercat coklat mengkilap itu.

Aloveia meremas ujung dress kerjanya.

Dia takut.

Sedangkan Aieron yang ada di balik pintu, diam-diam memperhatikan Aloveia yang sedang terdiam di depan pintu kerjanya. Aieron hanya bisa diam dengan wajah dingin tanpa ekspresi melihat wajah lugu wanita itu.

Dan tanpa bisa dicegah, pintu canggih itu terbuka secara otomatis setelah Aieron menekan bell putih disampingnya.

Kini, Aeiron dapat melihat dengan jelas raut ketakutan bercampur dengan kaget yang terpatri jelas di wajah mungil milik Aloveia Musky, pengasuh bayi kecilnya.

"Masuk."

Satu kata yang dapat membuat Aloveia merinding ketika mendengar suara bariton yang maskulin itu.

Aloveia hanya berdiam diri, bahkan setelah pintu canggih itu tertutup secara otomatis setelah ia masuk.

Ini pertama kalinya ia masuk kesini.

Ruangan yang didominasi oleh warna hitam itu benar-benar mengintimidasinya dalam kegelapan yang nyata.

"Mendekat."

Aloveia kembali terlonjak kaget ketika suara milik majikannya mengintrupsi dirinya. Segera saja Aloveia dengan takut-takut mendekat ke arah Aieron yang tengah bersandar pada sisi meja kerjanya.

"Angkat kepala mu."perintah Aieron tanpa bisa dibantah.

Dan ketika mata coklat gelap milik Aloveia bertubrukan dengan mata amber miliknya disanalah letak kesalahan itu.

"Kamu....."

"Sa-saya......"

Aieron terdiam setelah Aloveia memotong ucapannya. Tatapannya menjadi segelap malam ketika Aloveia menampilkan raut ketakutannya.

Aieron dengan segera memutus kontak matanya dengan Aloveia dan memilih untuk menatap salju dari atas jendelanya.

Salju yang turun di awal tahun ini sama dinginnya dengan hatinya.

Tidak ada yang pernah menyentuh sudut terdalam itu.

Tidak satupun termasuk ibu Isabelle.






#Aloha!!!!!!!

Yang kangen-yang kangen😭😭😭 maaf baru bisa MUNCUL skrng.

Ini cerita baru,yg akan di publish bersamaan dgn part JANDA SANG TAIPAN dan LEON&HIS-SECRETARY.

STAY on Ma Wattpad in 2020.

Love, QSTORY21

My Employer BabiesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang