Ledakan dan Sebuah Nama

1.8K 122 8
                                                  

"Kakashi Sensei, kau terlihat lelah." Kakashi membuka matanya dan terkejut melihat Shikamaru, asisten magangnya sudah berdiri di depannya. Ya, semua orang tetap memanggil Kakashi dengan sebutan 'Kakashi Sensei' meski dia sudah menjadi seorang Hokage. Kakashi memang tidak suka bila dipanggil Hokage Kakashi atau Rokudaime Hokage.

"Aku tidak apa-apa. Ada perlu apa Shikamaru?" tanya Kakashi. Shikamaru kemudian menyerahkan setumpuk kertas. "Aku ke sini untuk memberikan laporan Akademi yang kemarin Kakashi Sensei minta," jawabnya. Kakashi mengangguk dan Shikamaru pamit keluar ruangan Kakashi.

Sepeninggalan Shikamaru, Kakashi termenung seorang diri. Bahkan Shikamaru saja menyadari kalau ada yang aneh dalam dirinya. Kakashi menyenderkan bahunya ke sandaran kursi. Ada sesuatu yang dia rasakan belakangan hari ini. Sekitar satu minggu setelah dirinya dilantik menjadi Hokage ke-6 Desa Konohagakure. Dan dia baru benar-benar mengenali perasaan aneh itu sekarang.

Mungkin inilah penyebab dari segala keanehannya karena tidak merasakan euforia yang berlebihan saat Perang Besar Ninja berakhir.

"Sial, kenapa aku baru menyadari hal ini sekarang?" gerutunya pada dirinya sendiri.

Kakashi bangkit dari kursinya. Dia merasa dia perlu untuk menjernihkan pikirannya yang sedang kusut. Kakashi masih berusaha untuk menolak segala perasaan aneh yang menyerang dirinya. Dia adalah orang yang mengedepankan fakta yang logis ketimbang perasaan semata yang belum tentu benar.

Kakashi menyusuri jalan menuju ke sebuah kedai Dango yang sering dia kunjungi bersama Guy, Asuma, dan Kurenai. Kakashi duduk di kursi paling pojok. Dia memesan beberapa tusuk Dango. Dia makan dalam diam. Ketika dia memakan Dango, dia baru menyadari kalau dia belum makan apa-apa dari pagi.

Tanpa disadari oleh Kakashi, Naruto dan Sakura sebenarnya sedang membuntuti Kakashi dari luar kedai Dango tersebut. Naruto yang masih penasaran dengan Kakashi memutuskan untuk mengajak Sakura membuntutinya. Meski awalnya menolak, akhirnya Sakura menemani Naruto membuntuti Kakashi.

"Aneh," gumam Sakura. Naruto mengangguk. "Iya aneh. Dia makan sendirian. Padahal aku yakin Guru Alis Tebal akan menemani dia jika dia meminta," ujar Naruto.

"Bukan itu yang kumaksud," sanggah Sakura. Naruto menoleh dengan wajah bigung ke arahnya. "Yang aneh adalah dia bahkan tidak menyadari kalau kita sedang membuntuti dia," jelas Sakura. Naruto menaikkan alisnya. Dia baru menyadari kebenaran dari perkataan Sakura itu. Lalu dia menoleh kembali ke arah kedai Dango. Benar, Kakashi bahkan masih saja menikmati makanannya tanpa menyadari kalau dia sedang dibuntuti oleh Naruto dan Sakura.

[]

DUAR!

Kakashi terlonjak dari kursi yang dia duduki. Dia sudah kembali ke Kantor Hokage saat sebuah ledakan terjadi. Dia segera mengetahui kalau ledakan itu berasal dari luar Gerbang Konoha. Dengan cekatan, Kakashi sudah sampai di lokasi ledakan itu. Tepatnya di daerah dalam hutan belantara.

Hanya berselang dua detik, Naruto, Sakura, Shikamaru, Ino, Chouji, dan Hinata juga sampai di lokasi yang sama. "Kakashi Sensei!" panggil Naruto dengan nada khawatir. "Ketika berada di Kantor Hokage, aku mendengar suara ledakan besar. Ternyata asalnya dari sini," jelas Kakashi.

"Hinata, bisakah kau lihat apa ada orang di sekitar sini?" tanya Kakashi. Hinata mengangguk. "Byakugan!" serunya sambil mengaktifkan mata khas keturunan klan Hyuuga tersebut. Hinata kemudian menoleh ke seluruh penjuru hutan.
"Aku tidak melihat siapa pun, tidak ada aliran Chakra manusia sekalipun," lapor Hinata pada Kakashi.

The Masked Man: Kakashi HatakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang