LIVE WITH MY KETOS 13

258K 15.2K 415
                                    

Prang!

Baru saja Gabriella akan melangkah ke luar rumah, suara pecahan kaca menghentikan niat Gabriella untuk pulang. Karena penasaran, Gabriella akhirnya berjalan mendekati sumber suara. Cewek itu berhenti tepat di anak tangga pertama. Ia yakin sumber suara itu berasal dari lantai atas.

“Lo di dalem kan Al?”

Gabriella sebenarnya takut. Banyak spekulasi aneh yang bermunculan di otaknya.

“Apa di dalem rumah ini ada maling? Atau pocong? Atau kuntilanak? Suster ngesot? Genderuwo? Tuyul? Arwah penasaran? Park Jimin? Kim Taehyung? Jeon Jungkook? BTS? Atau, eh tunggu. Kok gue jadi mikir yang aneh-aneh sih?”

Gabriella menarik napas memberanikan diri untuk berjalan menuju lantai atas.

“Gue tau gue udah nggak sopan karena masuk tanpa izin ke rumah lo Al. Tapi gue bener-bener penasaran!” Gabriella berteriak berharap Alvaro bisa mendengar teriakannya. Cewek itu mulai berjalan menaiki tangga hingga sampai di lantai atas.

“Kok nggak di tutup?” Tanya Gabriella heran.
Gabriella melihat salah satu kamar yang ada di sana tidak tertutup. Cewek itu yakin itu adalah kamar Alvaro. Ia pun mulai berjalan mendekati pintu, meraih handle dan..

“Alvaro!”

Gabriella berteriak keras setelah melihat tubuh terbaring tak bergerak dengan beberapa pecahan kaca yang mengelilingi tubuhnya. Gabriella yakin cowok itu adalah Alvaro. Terbukti dari seragam basket yang cowok itu pakai.

“Al..” Gabriella mendekat. Dan benar dugaannya jika cowok itu adalah Alvaro. Gabriella pun berusaha sekuat tenaga mengangkat tubuh lemah Alvaro untuk berbaring di atas ranjang. Setelah berhasil, Gabriella duduk di samping tubuh cowok itu.

“Al, lo kenapa?” Tanya Gabriella panik.

Gabriella menyentuh dahi Alvaro. Panas, Alvaro demam. Cowok itu menarik napas berat dengan mata terpejam kuat.

Gabriella menggigit ujung jarinya bingung. “Gue harus ngapain?”

Gabriella memutuskan untuk kembali turun ke lantai bawah, mengambil baskom berisi air hangat dan juga sebuah handuk kecil yang berada di atas nakas. Gabriella kembali duduk di samping Alvaro, menyeka keringat di dahi cowok itu, kemudian menempelkan handuk yang sudah ia rendam di dalam baskom.
“Alvaro..”

Gabriella semakin khawatir saat mendengar suara rintihan keluar dari mulut Alvaro. Gabriella menggeser duduknya agar semakin dekat dengan cowok itu.

“Shh..” Alvaro bergerak gelisah dalam tidurnya.

Kondisi panas di seluruh tubuh Alvaro semakin membuat Gabriella khawatir sekaligus panik. Gabriella menyentuh bahu Alvaro berharap jika cowok itu bangun. Kepala Alvaro bergerak ke sana kemari. Napasnya memburu membuat Gabriella berusaha mati-matian membangunkan cowok itu.

“Al bangun..”

Baru saja Gabriella ingin menarik tangannya menjauh, Alvaro lebih dulu bangkit membuat Gabriella terkejut sekaligus takut jika Alvaro akan memarahinya karena lancang memasuki kamar cowok itu tanpa izin.

“Al, gue-“

Ucapan Gabriella terpotong ketika Alvaro tiba-tiba saja menariknya mendekat, memeluknya dengan sangat erat, membuat Gabriella kesulitan untuk sekedar menarik napas. Alvaro menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Gabriella. Tarikan napas Alvaro cepat, menerpa leher Gabriella yang terasa panas.

LIVE WITH MY KETOSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang