Chapter 8 : Hadiah Nenek

12.9K 40 0
                                    

Malam pernikahan arinka dan renza berlalu begitu saja tanpa malam pertama layaknya pasangan suami istri.

Hari ini Renza dan Arinka pulang kerumah besar bertemu dengan nek murti, arinka sudah selesai mandi dan berkemas, hari ini hari pertamanya menjadi kelurga Fariq dan sekaligus menyandang gelar Nyonya Alfariq.

Renza datang dengan pakaian yang sudah rapi, seseorang juga datang mengikuti dibelakangnya yaitu adalah Deni, arinka sangat terkejut karena arinka semalam telah mengeluarkan unek-uneknya di depan deni.

Gawat, dia melapor apa tidak ya sama Tuannya, ahh biarkan saja memang kenyataan juga semua ucapanku itu.

"Nyonya apa kau sudah siap, ayo aku bawakan semua barang anda"

Arinka tak menatap deni karena malu, arinka hanya melirik sedikit kearah Renza,namun renza tak berbicara apapun kepada arinka hanya mendengus saja.

Tidur dimana dia semalam? Ah kenapa aku peduli

"Kau antar dia kerumah besar, nenek sudah menunggunya? Aku ingin kekantor masih ada urusan"

"Aku bisa mengurusnya Pak Renza, ini hari pertama pernikahan anda bukankah berlebihan jika anda harus kekantor, nantinya karyawan akan berpikiran yang tidak-tidak" ucap deni

Arinka hanya mendengarkan ucapan dua orang itu tanpa mengatakan apa-apa, Renza pun tak menjawab percakapannya dan memilih diam.

Nek murti sudah melebarkan senyumnya melihat kedatangan cucu tersayangnya bersama wanita pendampingnya.

"Selamat siang pengantin baru, ahh nenek harap nenek akan hidup lebih lama dan menimang cicit kelak"

Cicit? Maafkan arin nek mungkin hal itu tak akan terjadi

"Ah nenek baru hari pertama sudah berbicara tentang cicit, nenek harus sehat selalu itu cukup bagi renza"

Arinka hanya tersenyum tak bisa berkata apa-apa untuk menjawab perkataan nenek.

"Ayo kita kemeja makan, nenek sudah menyuruh staf dapur memasak yang banyak untuk Arinka"

"wah benarkah nek, kebetulan arin juga sangat lapar, pasti semua hidangan enak kan"

"Kamu memang sangat nenek pandai membuat nenek bahagia rin"

Benar-benar wanita yang bisa menjilat si arinka ini, aku semakin muak melihatnya

"Ayo renza dan Deni sini makan bersama, nenek menyuruh mereka masak banyak"

"baik nek" ucap deni

Renza hanya berjalan tanpa bicara panjang lebar sudah duduk dimeja makan sedangkan arinka dan nenek masih sibuk tertawa-tawa.

"Wah nek makanannya enak-enak semua, arinka sangat berterima kasih"

"kenapa harus terima kasih, kalau suka nenek akan siapkan setiap hari, agar kita bisa makan seperti ini bersama-sama"

Benar-benar drama, aktingnya sungguh menggelikan, batin Renza

"Oh ya Nenek ada hadiah untuk kalian berdua"

"Hadiah apa nek" arinka dan renza serentak

"apa kalian suka sangat dengan hadiah sehingga kompakan" nenek berucap sambil mengolok.

Arinka menjadi salah tingkah sedangkan renza acuh.

"Nenek sudah menyiapkan rumah baru untuk kalian, nenek sebenarnya ingin kalian tinggal disini tapi nenek lebih suka kalian bisa mandiri,"

"kalau begitu tak perlu memberi hadiah nek, arinka bisa tinggal disini dengan nenek"

"kau menolak hadiah nenek" ucap renza dengan nada tinggi

Suamiku, Cintai Aku! (Eksklusif Di Noveltoon dan Mangatoon) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang