Chapter 7 : Malam pernikahan

13K 59 0
                                    

Renza berbaring di sofa dengan santai, sambil teringat arinka yang terpeleset bibirnya mulai mengembang, arinka tak kunjung keluar dari kamar mandi membuat renza semakin tersenyum lebar. "Ada apa denganku, apakah aku menyukainya? Ah tak mungkin" batinnya

Arinka mondar mandir didepan pintu kamar mandi, dia ingin sekali keluar tetapi dia sangat malu untuk menatap wajah renza, arinka tidak pernah berpikir akan ada kejadian menggelikan ini dimalam pernikahannya.

"Apakah aku akan keluar, kalau keluar aku harus apa? Cuek saja atau menyapa atau langsung bergegas tidur" arinka mengoceh terus sembari bibirnya gugup sambil menggigit jari.

"Apakah kau sudah selesai, apa yang kau lakukan dikamar mandi, aku sudah gerah sedari tadi belum mandi, cepat keluar" ucap renza penuh penekanan.

Arinka tak berbicara apa-apa, sebelum membuka pintu arinka menghirup napas dalam dalam membuang sembarang.

Kreekk

Arinka bergegas keluar tanpa menoleh kiri kanan, arinka hanya fokus kedepan saja, Renza yang sudah berdiri didepan pintu segera masuk.

"Apa yang kau lakukan didalam, kenapa sangat lama, apakah sesulit itu memakai piyama, dasar kampungan?" ucap renza

Arinka tak menjawab dan hanya berlalu, dia pura-pura tak mendengar ucapan renza.

Arinka sangat bingung, apa yang akan dilakukan mereka pada malam ini, arinka tak pernah terpikirkan akan ada malam erotis antara mereka, arinka hanya melamun tak menyangka dirinya telah menjadi istri sah Renzaldi Alfariq pemilik Fariq company, dan kini statusnya sudah berubah menjadi nyonya Alfariq.

Tok tok

Suara ketokan pintu membuyarkan lamunan arinka, dia segera membuka pintu, tak disangka ternyata giska yang datang dengan style elegan, arinka sebenarnya sangat ciut didepan giska karena bagi arinka, giska sangat cantik bak bidadari tapi sayang kelakuannya sangat berbeda dari wajahnya.

Giska langsung menerobos masuk tanpa permisi dan tanpa dipersilahkan. Tatapan mata giska melihat arinka dari atas sampai kebawah lalu giska tertawa.

"Astaga kamu benar-benar kampungan, piyama itu sangat cocok dengan gayamu yang norak"

Arinka tak menjawab apapun dan berlalu duduk di sofa sedangkan giska duduk di ranjang.

"gaya seperti itu hanya membuat renza muak, kau buka type nya, sadar diri lah ya, bagi renza cewe seperti kau ini hanyalah mainan dan babu" ucap giska tertawa sinis

Lagi-lagi arinka hanya diam memendam kata-kata, ingin arinka membalas ucapannya tapi dia berusaha bersabar.

"bu, eh babu kemana renza?"

Arinka tak menjawab lagi.

Ingin ku maki saja wanita tak sopan ini, dan kutampar mulut kurang ajarnya itu tapi aku harus sabar, cuek aja. Batin arinka

"apa kau bisu, kau membuatku jengkel, dasarrrr kampung ga tau diri, mau aku tampar ya biar kau bicara"

Arinka hanya menghela napas dan membuang sembarang, sabarr rin.

"kau dengar ya cewe bodoh, kau ini hanya akan bertahan paling lama 5-6 bulan saja, setelah itu kau akan diceraikan, kau ingat aku bicara apa tadi di pesta pernikahan, sepertinya aku hamil, maka dari itu persiapkan diri dan jangan sok mencari simpati kepada renza apalagi sampai menggodanya ga akan ngaruh juga,renza tetap mencintaiku, dari awal pernikahan kalian hanya keterpaksaan saja demi sebuah jabatan besar" ucap giska menaikan nada setingkat lebih tinggi.

Aku tak ingin diam lagi, aku harus menjawab wanita ini, Arinka menghirup napas dalam lalu berbicara.

"aku sudah berusaha bersabar dengan kalian, walau aku kampungan aku juga berhak atas diriku, kalau dihina berkali-kali aku tidak akan diam saja, kau jangan takut, aku juga tidak mencintai renza, tak perlu panjang lebar karena aku juga sudah tau pernikahan ini terpaksa, sedikitpun aku tak ada rasa untuk lelaki arogan itu, tetapi disini aku istri sah nya sedangkan kau hanya pacar? jadi tolong hormati aku sedikit dengan berbicara sopan" jawab arinka tegas

Suamiku, Cintai Aku! (Eksklusif Di Noveltoon dan Mangatoon) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang