EPILOG

70.2K 2.9K 400
                                                  

5 tahun kemudian

Seorang gadis cantik duduk disalah satu bangku yang telah disediakan untuk para tamu yang hadir.

Matanya berkaca-kaca melihat orang yang pernah dicintai, orang yang menjadi tempatnya bergantung, orang yang menjadi pusat kebahagiaannya kini akan menikahi seorang gadis yang dilamarnya malam itu.

Hatinya masih tidak rela melihat pria yang dicintainya akan menikahi gadis lain. Hatinya sakit, tapi ada rasa bahagia melihat pria itu bahagia dengan pilihannya.

Bahagia karena mereka bisa sampai ke tahap ini karena dirinya, andai saat itu dia tidak bertindak mungkin mereka akan berpisah dan akan membuatnya merasa bersalah.

Kini pria yang dicintainya sudah duduk di depan penghulu dan para saksi yang akan menyaksikan ijab qobul.

"Bismillahirohmanirohim, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Aurel Citra Amelia binti Doni Pratama dengan mas kawin dan seperangkat alat salat sudah terbayar tunai!"

"Saya terima nikah dan kawinnya Aurel Citra Amelia binti Doni Pratama dengan mas kawin dan seperangkat alat salat di bayar tunai!"

"Alhamdulillah, bagaimana para saksi?"

"SAH!"

Detik itu juga setetes air mata jatuh dipipi gadis cantik itu, kini harapannya sudah hilang, pria itu sudah menjadi suami gadis lain.

"Insya Allah hati ini ikhlas merelakannya bersama gadis yang dicintainya, semoga mereka kelak menjadi keluarga yang bahagia tanpa ada masalah lagi," batinnya.

"Jangan nangis, kamu kan tau aku gak suka kalau kamu nangis Tasya," bisik Edo.

Yap, gadis cantik itu Tasya, gadis yang pernah mencintai sahabatnya yang kini sudah sah menjadi suami Aurel.

Bagaimana bisa?

"Aku nangis bahagia ngeliat mereka," ucap Tasya pada Edo yang duduk bersamanya.

Tasya adalah orang yang menyatukan mereka kembali pada malam itu, dia yang berperan dalam menyatukan kedua insan yang saling mencintai.

"Kamu memang harus bahagia Sya, aku yakin mereka juga bahagia karena kamu adalah orang yang membuat mereka sampai ketahap ini."

Tasya mengangguk "Aku bahagia insya Allah."

●●●

Tak hanya Tasya dan Edo yang datang, tapi ada Nadia dan Reno yang baru saja seminggu kemarin melangsungkan pertunangan.

Sementara Ifa dan Fandi tak hadir karena tepat hari ini mereka juga melangsungkan pernikahan. Setelah acara di sini selesai semuanya akan ke pesta Ifa dan Fandi.

Adrian menatap Aurel yang sudah sah menjadi istrinya. Baju mereka senada di mana Aurel mengenakan kebaya putih.

Tatapannya kagum sekaligus takjub akan kecantikan istrinya kali ini. Tak ada yang bisa mengekspresikan kebahagiaannya. Aurel duduk di samping Adrian dengan rasa penuh haru.

Selanjutnya mereka saling tukar cincin, Aurel mencium tangan Adrian yang dibalas kecupan dikeningnya. Aurel terharu dan tak sadar jika air matanya jatuh.

"Jangan menangis, karena kamu adalah alasan seseorang tersenyum."

Adrian tersenyum lembut kepada gadis yang beberapa menit sudah sah menjadi istrinya, menjadi miliknya selamanya.

Mereka duduk di kursi pelaminan yang telah seusai ijab qobul tadi. Aurel melihat sekelilingnya banyak tamu yang hadir terutama teman satu sekolahnya dulu.

LOVE or OSIS [SEGERA TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang