Chapther 10

213 19 2


Nunggu 50 bintang mungkin agak kelaman yh .. berhubung idenya lagi deres-deresnya ngalir.. Saya posting lanjutan Chapther 10.

semoga terhibut maaf Typo yang jumlahnya banyak kayak ranjau.., sampai jumpa di part selanjutnya ..

***

Aliyah terdiam begitu merasakan benda lunak itu bergerak, dan nampaknya dia telah jatuh di atas pangkuan lelaki itu. Jantungnya berdebar, namun tubuhnya menggigil dingin seolah darah sudah tak mengalir. tubuhnya bergetar, kilasan ingatan tentang rasa sakit yang ditawarkan lelaki itu selah menususk hatinya. seonggok sampah terus berkeliaran di pikiranya, dia adalah seonggok sampah yang tidak pantas di sentuh oleh Suaminya. Tubuhnya bereaksi tak karuan dan dirinya akhirnya memutuskan untuk mendorong tubuh lelaki itu, tatapan mereka bertemu.., keduanya seolah di buat tersadar dengan apa yang baru saja terjadi. Salivah masih terlihat jelas di bagian bibirnya, dan hal itu membuat dirinya lagi dan lagi dibbuat tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Aliyah menuju arah kamar mandi, sementara Refal terdiam di atas ranjang. dilihatnya jam dinidng yang terpasang, sudah pukul 9 lewat. mengeram tubuhnya benar-benar lelah dengan banyak pekerjaan hingga tidak menyadari hari sudah begitu siang, dia ceo bukan jadi tidak masalah dia akan datang pukul berapa.

Shiit ..

Umpatnya pelan, dengan terburu lelaki itu meraih ponselnya, memeriksa beberapa pesan dan panggilan. ada banyak pesan dan panggilan yang masuk dan hampir semua dari satu orang yang sama, matanya memicik begitu melihat log panggilan, salah satu panggilan di terima walaupun dengan durasi yang tidak lama. Apa wanita itu yang mengangkatnya? entalah terserah siappaun itu. Dirinya sedang merasakan rasa bersalah yang besar, namun lebih dari itu dia harus menenangkan pikiranya terlebih dahulu.

Suara gemericik air, wanita itu sepertinya sedang membersihkan diri. Setelah beberapa menit keluar dengan menggunakan lilitan anduk yang tingginya di atas paha, jika pikiranya tidak jerni dia pasti sudah memangsanya. namun dia masih cukup warasa untuk melakukan hal tersebut. Wajahnya memerah, tersipu malu, mungkin mengingat kejadian yang menurut Refal sangat fatal. dalam hati dia mencipir, kenapa wanita itu seperti mendapat ciuman pertama, apakah dnegan kekasihnya dulu mereka tidak pernah melakukanya, mungkin saja cari aman. mengingat bagaiaman prinsip Aliyah sebenarnya.

Setelah menggunakan pakaian Aliyah naik ke lantai atas, jantungnya berdebar melihat ranjang yang berada di ruang privat milik suaminya itu, namun tekadnya bulat. dia harus masuk ke walk in closet untuk mengambil setelah kerja. Hatinya sedang tidak karuan, keringat dingin muncul di sela-sela pori tubuhnya, melihat kearah ranjang pikiranya melalang buana, tempat di mana lelaki itu menghinanya. yang membuat dirinya enggan untuk masuk ke tempat ini lagi. Aliyah turun dengan membawa sepasang baju kerja tersebut, di suusn di ujung ranjang kamar tamu yang sudah sperti akamr pribadinya. Dia terkejut saat mendapati lelaki itu memasuki kamar mandinya, biasanya selesai beristirahat lelaki itu akan kembali ke kamarnya dan mandi serta berpakaian di ruangan kebanggaanya tersebut.

Hatinya enatahlah .. dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. wanita masa lalu itu sepertinya benar-benar kembali dalam hidup Suaminya. Apa yang dia harus lakukan ? merelakan seperti saat dulu mengetahui perselingkuhan antara Elfan dan Afiffah, berpura-pura tidak tahu meskipun sebenarnya dia sangat tahu, membiarkan semua mengalir seperti air. tapi bagaimana jika kediamanya menjadi sebuah hal yang semakin buruk, kehilangan orang-orang yang dicintainya dan berada di situasi sulit seperti ini. Bolehkah kali ini dia Egois untuk mempertahankan apa yang telah menjadi miliknya,

Yah Refal Al Hasyim adalah miliknya, walaupun itu hanya sebatas raganya. Dia harsu mempertahankanya bukan, dia tidak akan melepaskan miliknya dengan begitu mudah lagi, dia yang dulu berpikir untuk kebhagian mereka dan rela melakukan apapun spertinya memahi bahwa hal tersebut bukan lagi hal yang tepat. Ikatanya adlaah sbeuah ikatan yang kuat, sah dimata hukum dan agama.

Rahasia Hati WanitaWhere stories live. Discover now