[02] Menyimpuk Ryujin

53 20 13
                                    

"Hyunjin-a kembalikan ponselku." Seungmin berusaha mengejar Hyunjin yang mencuri ponselnya.

Seungmin baru saja mengeluarkan ponsel karena jam pelajaran telah berakhir. Kebiasaannya setelah belajar seharian adalah mengecek notifikasi pada ponselnya. Namun, sial kali ini menimpanya. Setelah kameranya mendeteksi netranya dan terbuka, detik itu pula Hyunjin mengambil ponselnya.

Pria berkaki panjang itu sangat lincah. Tak butuh dua menit, dia telah berhasil keluar dari lautan manusia dengan sedikit sikut menyikut.

"Hyunjin-a!"

"Cepat sedikit. Kalau tidak, kita tidak akan sempat mencuri waktu ke supermarket," teriaknya sembari berjalan mundur. Matanya terus mengawasi Seungmin yang kesusahan menerobos lautan murid-murid Bangawo High School.

"Hyunjin. Stop!"

Bertepatan dengan peringatan dari Seungmin, suara brak keras terjadi. Di depan Seungmin, Hyunjin tengah menatap seorang gadis yang terduduk di tanah. Matanya berbinar dengan mulut menganga. Tidak mengulurkan tangan atau pun meminta maaf.

"Joesongeyo¹!" ucap Seungmin setelah cewek yang Hyunjin simpuk berdiri.

Sedangkan Hyunjin? Dia sibuk menikmati wajah proporsional wanita di depannya. Dia tidak berkedip sekalipun bibir kecil itu meringis perih. Sebelah tangan gadis itu menerima uluran tangan Seungmin.

"Gwaenchanayo."

Seungmin membungkuk berkali-kali hingga gadis berambut pendek itu hilang dari hadapannya. "Ya! Hyujin-a!" panggil Seungmin sambil memukul punggung Hyunjin dengan cukup keras.

"Ah! Jantungku!" Hyunjin memeganggi dada kirinya dengan kedua tangannya setelah mengembalikan ponsel Seungmin kepada pemiliknya. Di dalam sana, dia merasakan detakan jantungnya yang menggila.

Seungmin memukul kepala Hyunji ringan. "Kau gila? Membuat seorang gadis jatuh dan tidak menolongnya, malah meributkan jantungmu."

"Ah, Seungmin. Kau tidak mengerti," protes Hyunjin lalu menatap temannya. "Sudahlah. Cepat berangkat sebelum kita benar-benar terlambat."

Keduanya berjalan menuju halte bus. Supermarket tujuan mereka tidak terlalu jauh dari pemberhentian bus, maka dari itu mereka memilih naik bus saja.

"Kau menyukai gadis tadi?" tanya Seungmin ngeri melihat senyum Hyunjin yang tidak hilang-hilang. "Hyunjin, sadarlah posisimu sekarang."

Senyum Hyunjin lenyap dalam sekejap mata. Dia memandang Seungmin dengan tatapan tajam tapi tidak bisa berkata apa-apa. Temannya benar. Ini adalah saat yang sangat buruk untuk terlibat cinta dengan seseorang. Di saat dirinya sudah terikat kontak untuk tidak berpacaran.

"Mianhae. Aku tidak bermaksud merusak kebahagiaanmu. Aku melakukannya biar kamu tidak terjatuh lebih dalam dan menderita."

Hyunjin tersenyum tipis. "Kau memang teman yang paling pengertian," puji Hyunjin.

"Ah, sebenarnya wajah kecil yang dibingkai rambut sebahu itu lumayan juga. Seleramu bagus juga."

Keduanya tertawa membayangkan wajah cantik yang baru saja mereka temui tadi.

"Namanya Ryujin. Dari kelas sebelah. Seangkatan dengan kita," jelas Seungmin membuat Hyunjin ternganga sedetik.

Seungmin adalah anak yang supel dan memiliki daya ingat yang mencengangkan. Tidak heran kalau dia bisa mengingat nama dari anak kelas sebelah.

"Tiba-tiba saja aku merasa sangat dekat dengannya. Lihatlah, nama kita begitu mirip. Hyunjin-Ryujin," kelakar Hyunjin sambil berjalan turun dari bus.

"Keumanhae³!"

Hyunjin tertawa seolah-olah itu bukan apa-apa. Dia menunggu Seungmin untuk berjalan ke sisinya lalu merangkulnya menuju minimarket. Mereka akan membeli stroberi seperti janjinya semalam. Juga, buah-buah lain dan beberapa cemilan. Mungkin.

*

¹ Joesongeyo = maaf
² gwaenchanhayo= tidak apa-apa
³ Keumanhae = hentikan

Aku ga tahu ini gimana. Gak tahu harus nulis apa buat besok. Hmm

Kalau ada kata yg salah, mohon koreksinya. Masih noob soalnya. Gamsahamnida. 😍😍

Btw, hari ini keywordnya simpuk. Apakah itu? 😂😂

FRIENDS #31DWC 2k19Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang