LIVE WITH MY KETOS 19

234K 12.8K 321
                                    

Gabriella mengerjabkan matanya perlahan hingga benar-benar terbuka. Cewek itu memegang kepalanya yang terasa sedikit sakit, kemudian menoleh ke samping dan melihat Alvaro tengah berbaring dengan satu lengan menutup matanya di atas sofa. Gabriella menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan dan mendapati dirinya tengah berada di dalam kamar milik Alvaro. Alvaro membawanya pulang?

Gabriella mencoba untuk duduk, tapi tubuhnya sama sekali tidak bergerak sedikit pun. Ia masih terbaring, membuat cewek itu menghela napasnya pasrah. Gabriella membenci dirinya ketika terlihat lemah.

"Al.."

Gabriella berusaha berteriak memanggil Alvaro, tapi yang keluar dari mulutnya hanyalah suara kecil yang terdengar seperti sebuah bisikan. Cewek itu tidak yakin jika Alvaro dapat mendengar suaranya, di tambah lagi jarak sofa dan kasur yang di tempatinya bisa terbilang cukup jauh.

Gabriella menatap Alvaro kesal. Bagaimana bisa cowok itu tertidur ketika dirinya sedang tidak sadarkan diri? Harusnya Alvaro menunggunya sadar terlebih dahulu. Setidaknya, itu yang ada di pikiran Gabriella. Aneh? Memang.

"Huft.. Al.., bangun dong.."
"Alvaro..."
"Bangun... Lo mati ya?"
"Al monyet bangun dong..."
"Alvaro, lo beneran mati?"

Gabriella terus memanggil Alvaro, berharap jika cowok itu bangun dari tidurnya. Tapi hingga sekarang, mata Alvaro tidak kunjung terbuka membuat Gabriella kesal setengah mati. Jika saja dirinya tidak sakit, Gabriella pastikan ia akan memukul Alvaro hingga koma selama satu tahun di rumah sakit. Ok, itu hanyalah sebuah pikiran konyol yang tiba-tiba saja terlintas di otaknya. Tapi tidak salah juga kan untuk di coba?

Karena kekesalan Gabriella sudah melewati batas, cewek itu mengambil sesuatu yang berada di atas nakas yang berada di samping tubuhnya. Itu adalah sebuah remote tv. Entah kenapa ada di sana, cewek itu tidak peduli. Gabriella melempar benda itu tepat di atas dada Alvaro, berharap jika cowok itu akan terbangun. Tapi bukannya bangun, Alvaro malah membuang remote itu ke bawah lantai, kemudian membalikkan tubuhnya menjadi tengkurap. Dan hal itu sukses membuat Gabriella semakin kesal.

'Nyebelin banget sih!"

Gabriella berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dari tidurnya. Cewek itu memegang kepalanya, dengan satu tangan lainnya berusaha menopang tubuhnya yang terasa lemah. Setelah sepuluh menit mencoba, akhirnya ia bisa bangkit dari tidurnya dengan tubuh yang terasa semakin lemah dari sebelumnya. Mungkin karena energinya terkuras habis ketika berusaha untuk bangkit.

"Huft.." Gabriella menurunkan salah satu kakinya, menyentuh lantai. Satu tangannya memegang ujung meja sebagai penopang. Cewek itu  berdiri kemudian mulai melangkahkan kakinya menuju pintu kamar milik Alvaro.

Satu langkah..

Dua langkah..

Tiga langkah..

Hingga tiba-tiba ia merasa kakinya melemas seperti jelly. Itu memang sering terjadi jika Gabriella tidak memiliki tenaga sama sekali. Gabriella masih berusaha untuk melangkah, hingga tiba-tiba...

Bruk

"Akh.." Gabriella terjatuh dengan kondisi mengenaskan, tengkurap di bawah lantai kamar Alvaro. Cewek itu berusaha untuk terlentang, tapi tidak bisa. Tubuhnya seolah mati mendadak, tidak dapat bergerak. Gabriella benci situasi ini. Sangat!

LIVE WITH MY KETOSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang