Bab 1

345 66 6
                                                  

Saya adalah seorang putri.

Jangan salah paham, Saya bukan tipe putri yang sering berkeliaran di klub malam. Saya adalah tipe putri yang tinggal di istana, yang ayahnya adalah raja dan ibu adalah ratu, yang membutuhkan seorang pangeran yang mengalahkan naga untuk menyelamatkannya.

Saat ini Saya sedang menunggu naga untuk menculik Saya.

Anda bertanya bagaimana Saya tahu akan ada naga yang datang untuk mengambil Saya?

Saya tahu karena hal ini sudah diberitahukan kepada Saya sejak Saya masih kecil.

Ketika Saya masih sangat muda, seseorang menyentuh rambut Saya dan memuji Saya, “Lihat, putri ini sangat cantik. Dia dilahirkan untuk direnggut oleh seekor naga.”

Saya berdiri tegak dan bangga dan mendengarkan jawaban sederhana ibu permaisuri Saya, "Mananya?"

Pria yang memuji saya berkata dengan wajah lurus, "Semuanya. [1]"

[1] Lelucon yang sulit diterjemahkan.  Sang ibu berkata 哪里 哪里, yang bisa berarti "Di mana" atau "Bagaimana" atau "Anda menyanjung saya!".  Pria itu menjawab 哪里 都 漂亮, menyatakan "Dia cantik di mana-mana", mengambil arti "Di mana" dari kata 哪里, alih-alih makna "Anda menyanjung Saya". Aku alihbahasakan lagi karena versi bahasa Inggrisnya terlalu aneh...

Ketika Saya tumbuh dewasa, Saya bekerja keras untuk belajar tentang masyarakat... Eh, bukan, maksudku pengetahuan budaya feodal. Karena Saya ingin menjadi penerus yang berkualitas untuk keluarga kerajaan.

Tapi semua orang di sekitar Saya berkata dengan lembut dan penuh kasih sayang, "Anda seorang gadis, Anda tidak perlu bekerja keras."

Saya bertanya dengan ragu, "Jadi, apa yang harus Saya lakukan?"

Semua orang memberi tahu Saya secara bersamaan, "Tunggu naga itu datang merebutmu."

"Setelah itu?"

"Setelah itu, akan ada seorang pangeran yang datang untuk menyelamatkanmu."

"Dan setelah itu?"

“Anda bisa hidup bahagia. Ketika pangeran menjadi raja, Anda bisa menjadi permaisuri."

Saya memikirkannya sebentar, dan kemudian bertanya, "Kenapa saya tidak bisa mengalahkan naga itu sendiri dan kemudian menjadi raja?"

Mereka semua menatap Saya dengan takjub, "Bagaimana Anda bisa memikirkan ide seperti itu?"

Saya mencoba membela diri, "Saya pandai menunggang kuda, keterampilan memanah Saya lumayan bagus. Saya juga bisa membantu Ayahanda Kaisar mengatasi masalah, Saya sangat mengesankan."

Semua orang tertawa, "Apa gunanya itu? Nanti tidak akan ada naga yang datang untuk menangkap Anda. Tidak usah berpikir mau menjadi raja, tidak ada putri lain yang pernah melakukan itu. Anda hanya harus menunggu naga saja, itu sudah cukup. "

Jadi, Saya berkompromi.

Saya pikir, karena tidak ada putri yang pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya, maka Saya akan mengikuti aturan dan menunggu naga datang untuk menculik saya.

Saya menunggu, menunggu, dan menunggu untuk waktu yang lama, tapi tidak ada naga yang datang untuk mengambil Saya.

Orang-orang di istana mengatakan bahwa itu karena Saya terlalu kuat, jadi tidak ada naga yang berani menculik Saya.

Saya begitu marah sehingga pada hari berikutnya Saya menggunakan bedak untuk mencerahkan wajah Saya sebanyak tujuh kali, menyembunyikan bawang di lengan baju Saya, berdiri di ujung tembok dan berjalan bolak-balik. Setiap tiga langkah mendesah, setiap langkah kelima mencucurkan air mata.

Saya tidak percaya, masakan naga masih tidak datang dan menyambar Saya?


####################

Catatan Penerjemah:
Sesungguhnya aq kesal membaca perkataan orang-orang di sekitar Putri ini. Tapi ya, mungkin Penulisnya sengaja menyinggung hal ini untuk mengejek cara berpikir tradisional yang beranggapan kalau  wanita itu ga perlu jadi kuat atau wanita ga bisa membela dirinya sendiri. Aq suka penulis ini.
Seperti biasa, tinggalkan vote dan komentar ya. Supaya aq tahu kalau kalian suka.

Diunggah: 21-11-2019
Disunting:

[BL Terjemahan] ✓ Pangeran dan Naga Yang Tidak Tahu MaluTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang