LIVE WITH MY KETOS 20

241K 12.1K 151
                                    

Sudah dua hari sejak kejadian di mana Gabriella melihat Alvaro menangis? Sudah dua hari pula cewek itu tidak pulang ke rumahnya untuk bertemu Kevin, kakaknya. Berbicara tentang Kevin, cowok itu selalu menghubungi Gabriella dan menanyakan kabarnya setiap saat. Beruntung Kevin saat ini sedang tidak ada di rumah. Kakaknya itu saat ini tengah berada di LA untuk melakukan sebuah observasi. Jadi, Gabriella tidak perlu bersusah payah mencari alasan untuk tinggal di rumah Alvaro.

Berbicara tentang Alvaro, tidak ada yang berubah dari cowok itu. Masih sama sejak pertama kali mereka bertemu. Dingin, datar, cuek dan menyebalkan. Bahkan ketika sakit, Alvaro tidak pernah sama sekali merawatnya. Beruntung Gabriella memiliki sahabat yang selalu setia menjaganya ketika sakit. Bahkan Reva, Keysha dan Mila sampai harus menginap di rumah Alvaro untuk menjaga Gabriella yang sedang sakit.

Seperti saat ini, mereka tengah berada di ruang tamu rumah Alvaro. Mereka saat ini tengah duduk bersandar di sandaran sofa sembari menonton TV. Keadaan Gabriella juga sudah cukup membaik, membuat ketiga sahabat Gabriella bernapas lega. Pasalnya ketika sakit, keadaan Gabriella sangat memprihatinkan. Hampir seluruh tubuh Gabriella tidak dapat di gerakkan karena terlalu lemah.

Reva menoleh ke samping menatap Gabriella. "Besok lo sekolah kan El?"

Gabriella mengangguk. "Iya. Gue juga udah sembuh."

Ketiga sahabat Gabriella mengangguk paham. Mila yang duduk di samping Gabriella tengah mengurut kepala belakang sahabatnya. "Masih sakit El?"

Gabriella menggelengkan kepalanya. "Udah nggak terlalu sakit."

"Ke mall yuk!" Ajak Reva tiba-tiba. "Udah lama juga kita nggak shopping."

"Besok aja Rev. Gabriella kan masih sakit," balas Keysha.

Gabriella menyenggol lengan Keysha. "Gue udah sembuh kali." Gabriella menatap Mila. "Jam berapa Mil?"

Mila melirik jam yang ada di tangannya sekilas. "Jam 08.45. Masih pagi banget.."

"Yaudah nggak papa. Mumpung sekarang hari minggu, kita ke mall sekarang!" Teriak Reva bersemangat. Cewek itu memang sangat suka berbelanja. Terutama barang-barang yang berbau Korea.

Mereka semua akhirnya bangkit dari duduknya berniat untuk pergi menuju garasi, tempat mobil Keysha terparkir. Tapi baru saja keempat cewek itu melangkah, suara serak seseorang yang sangat mereka kenal menghentikan langkah mereka.

"Mau ke mana?"

Itu adalah suara Alvaro yang baru saja turun dari lantai atas. Cowok itu masih menggunakan pakaian rumah. Sepertinya Alvaro baru saja bangun dari tidurnya.

"Eh kak Al.., kita mau ngajak Gabriella ke mall. Boleh kan kalo ki-"

"Gak boleh," ucap Alvaro memotong ucapan Reva. Cowok itu kemudian berjalan mendekati Gabriella dan ketiga sahabatnya yang masih menatapnya heran.

Mila mengerutkan keningnya. "Kenapa nggak boleh?"

Alvaro masih diam tidak menjawab pertanyaan Mila. Cowok itu kemudian duduk bersandar di sandaran sofa. "Gabriella nggak boleh keluar rumah."

Gabriella menatap Alvaro bingung. Kenapa cowok itu tidak memperbolehkan dirinya keluar rumah? "Emangnya kenapa?"

Alvaro menatap Gabriella sinis. "Kenapa? Lo masih nanya kenapa?"

Gabriella menatap Alvaro kesal. "Ya emangnya kenapa? Gue mana tau kalo lo-"

"Lo pelayan gue. Dan gue atasan lo. Ngerti?" Ucap Alvaro memotong ucapan Gabriella. "Dan jangan lupa, selama dua hari ini lo absen  jadi pelayan pribadi gue."

"Gue absen karena gue sakit. Harusnya lo ngerti itu!" Gabriella benar-benar kesal dengan Alvaro. Cowok itu memang sangat menyebalkan.

"Dan lo pikir gue peduli?" Balas Alvaro santai. "Buatin gue nasgor."

"Lo kok nyebelin banget sih?! Lo-"

"Sekarang," ucap Alvaro sebelum Gabriella menyelesaikan ucapannya.

"Gue nggak mau! Lo ngerti bahasa manusia kan ben-" Gabriella menghentikan ucapannya ketika melihat Alvaro tiba-tiba saja menatapnya tajam, seolah cowok itu akan menghabisinya hidup-hidup. "Oke! Gue buatin!"

Gabriella menatap ketiga sahabatnya bergiliran. "Kalian mau pulang atau di sini aja?"

"Kita di sini aja. Sekalian bantuin lo masak nasgor buat Kak Al," jawab Keysha mewakili Reva dan Mila.

Gabriella mengangguk kemudian beralih menatap Alvaro yang masih menatapnya Tajam. "Nyebelin!"

Setelah mengatakan itu, Gabriella dan ketiga sahabatnya langsung berjalan meninggalkan ruang tamu menuju dapur. Sedangkan Alvaro hanya mengangkat bahunya tidak peduli. Cowok itu mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya, kemudian membuka Aplikasi Line.

Avatar Groups GANTENG!!

Reyhan: Gue di cium nenek2 njir! Jijik Hueek..
Elang: Mampus!
Arthur: Mampus pt 2!!
Alen Ganteng: Misi.. Cowok ganteng mau lewat.
Reyhan: Najis!
Alen Ganteng: Asw! @Reyhan
Elang: Berisik! Alvaro tunjukkan dirimu..
Alvaro: .
Arthur: Keysha ada di rumah lo kan Al?
Alvaro: Ada.
Alen Ganteng: Wah.. Keysha selingkuh sama Alvaro? Hebat:')
Elang: Ngaco lo! Si Keysha nginep di rumah Alvaro buat jagain Gabriella yang lagi sakit.
Alen Ganteng: Oh..
Elang: Gue OTW ke rumah lo Al. Mau ketemu  gebetan..
Alen Ganteng: Gue juga!
Reyhan: ^2
Arthur: ^3
Elang: Lima belas menit lagi kita nyampe!

Alvaro memilih tidak membalas pesan terakhir Elang lalu memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku. Cowok itu kemudian bangkit dari duduknya, berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai atas untuk membersihkan diri.

Di sisi lain, Gabriella dan ketiga sahabatnya tengah berada di dalam dapur. Gabriella bertugas membersihkan beras, Keysha dan Mila bertugas membuat bumbu dan Reva yang bertugas di bagian kebersihan. Hari ini mereka akan membuat nasi goreng dalam porsi besar. Bukan hanya untuk Alvaro, tapi juga untuk mereka.

"Lo bisa masak El?" Tanya Reva yang tengah mencuci wajan.

Gabriella mengangguk. "Bisa lah."

"Masak apa?"

Gabriella yang tengah mencuci beras nampak berpikir sejenak. "Banyak sih. Contohnya, masak Air, goreng telur, masak mie, goreng ikan, rebus sayur sama goreng Ayam. Jago kan gue?"

Ketiga sahabat Gabriella hanya bisa melongo di tempat. "Hah?!"

Gabriella menatap ketiga sahabatnya bergantian. "Kenapa? Gue jago kan?"

Ketiga sahabat Gabriella mengangguk paksa. "Jago banget. Iya jago."

Gabriella berjalan melewati ketiga sahabatnya  dengan senyuman tertahan. Ingin menertawakan wajah ketiga sahabatnya yang masih melongo, tapi tidak bisa karena takut akan dosa.

-TBC-

LIVE WITH MY KETOSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang