LIVE WITH MY KETOS 11

288K 15.9K 336
                                    

Alvaro memarkirkan motornya di garasi rumah orang tuanya. Sudah berapa lama Alvaro tidak menginjakkan kakinya di rumah ini? Cowok itu tidak bisa memastikan karena sepertinya sudah lama sekali. Ya, Alvaro memang sudah tinggal terpisah dari orang tuanya sejak cowok itu berumur 14 tahun. Kini, Alvaro tinggal di sebuah rumah mewah pemberian Ayahnya.

Alvaro memegang knop pintu. Saat cowok itu hendak membukanya, seseorang terlebih dahulu membuka pintu itu.

"Inget rumah lo?"

Dia, Alfa Aldebaran. Kakak kandung dari seorang Alvaro Aldebaran. Alfa dan Alvaro hanya berselisih dua tahun. Kini, cowok itu tengah menempuh pendidikan di kampus ternama bernama AL'UNIVERSITY, milik keluarga Aldebaran.

"Minggir. Gue mau masuk," ucap Alvaro mengabaikan sindiran dari kakaknya yang menyebalkan.

Alfa masih diam di tempat, tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya. "Hmm, udah berapa lama ya, lo nggak pulang? Mungkin, sekitar 200 abad. Iya kan?"

Alvaro menatap Alfa datar. "Terserah. Minggir nggak?"

Alfa menggelengkan kepalanya. "Nggak mau."

"Minggir Kak.., gue mau masuk."

"Mau ngapain dulu?"

"Boker. Puas lo?!"

Karena kesal, Alvaro mendorong Alfa kasar dan langsung berlari menuju ruang tengah rumah orang tuanya. Setelah sampai, cowok itu langsung di sambut hangat oleh Keira, Bundanya.

"Alvaro!" Keira berlari menghamburkan diri kepelukan putranya, memeluk Alvaro erat. "Kamu kemana aja sayang?"

Alvaro membalas pelukan Bundanya tidak kalah erat. "Maaf Bun.."

"Ekhm. Masa Al doang yang di peluk? Kok Alfa nggak sih Bunda..," rengek Alfa yang sudah berdiri di samping Alvaro.

Keira terkekeh geli melihat sikap Alfa yang seperti anak kecil. Karena tidak tega, Keira langsung menarik Alfa kepelukannya. Mereka bertiga berpelukan erat, melepas rindu yang terpendam.

Setelah puas berpelukan, mereka akhirnya melepaskan pelukannya.

"Bunda.., masa tadi Alfa di dorong sama Alvaro." Alfa menunjukkan tangannya yang tadi sempat tergores pintu karena dorongan keras dari Alvaro. " Liat Bunda.., tangan Alfa sampe lecet."

Alvaro memutar bola matanya malas. Kakaknya itu memang sangat manja jika sudah berhadapan dengan Bundanya. "Nggak usah lebay. Lecet dikit doang."

"Walaupun dikit, tetep aja tangan gue lecet," balas Alfa tidak terima.

"Udah-udah, gak usah berantem. Mana tangannya sayang, coba Bunda liat." Keira mengambil tangan Alfa yang sedikit tergores, lalu meniupnya pelan.

"Sakit Bunda..," rengek Alfa ketika tangannya di tiup oleh Bundanya.

Alvaro yang melihat itu, tentu saja cemburu. Alfa memang punya banyak cara untuk mengambil perhatian Bundanya. Tiba-tiba saja, Alvaro mendapatkan sebuah ide untuk merebut perhatian Bundanya. Alvaro pikir, ia juga jarang mendapat perhatian dari Keira sejak ia memilih untuk tinggal terpisah dari kedua orang tuanya.

Alvaro meremas dadanya, berekspresi seperti orang yang kesakitan. "Akh. Bunda.."

Keira menoleh ke arah Alvaro ketika mendengar erangan kesakitan dari cowok itu. "Alvaro! Kamu kenapa?" Keira melepaskan tangan Alfa kemudian berjalan mendekati Alvaro. "Dada kamu sakit sayang?"

"Dia pura-pura Bunda..," ucap Alfa kesal. Cowok itu tau jika Alvaro hanya berpura-pura untuk mengambil perhatian Bundanya.

Keira menatap Alvaro penuh selidik. "Kamu pura-pura?"

Alvaro tidak menjawab. Cowok itu masih menjalankan aksinya. "Akh.., s-akit Bun.."

Keira menatap Alvaro khawatir. "Kita ke rumah sakit sekarang."

Alvaro menggelengkan kepalanya. "Ng-gak mau."

"Kenapa? Kamu kan lagi sakit Al..," ucap Keira panik sendiri.

"S-soalnya.." Alvaro menjeda ucapannya. "Al cuman pura-pura.

Setelah mengatakan itu, Alvaro dengan cepat berlari menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai atas.

"ALVARO!"

Alvaro berhenti melangkah, kemudian menatap Bundanya yang tengah menatapnya tajam. "Maaf Bun!" Alvaro kembali melangkah menaiki tangga hingga sampai di depan pintu kamarnya.

Alvaro memegang handle dan membuka pintu kamar. Cowok itu kemudian berjalan mendekati kasur Iron man miliknya dulu. Ya, Alvaro memang sangat suka dengan tokoh Marvel tersebut.

Ketika hendak berbaring, Alvaro tidak sengaja menemukan sebuah foto yang terlihat usang di atas kasurnya. Foto itu menampilkan seorang gadis berumur delapan tahun dan seorang anak laki-laki berumur 9 tahun. Alvaro mengambil foto itu kemudian duduk bersandar di sandaran ranjang. Cowok itu memandang foto itu sendu. Itu adalah foto dirinya dengan seorang gadis yang ia temui delapan tahun yang lalu.

"Aku kangen Va," tanpa sadar, air mata Alvaro mengalir turun. Cowok itu memejamkan mata, berusaha menahan sesak dan juga sakit yang tiba-tiba saja menyerang dadanya.

-TBC-

LIVE WITH MY KETOSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang